Keuntungan dari Spring
Berikut adalah keuntungan dari penggunaan Spring:
-IoC-
Sebagai sebuah framework, spring menawarkan loosely coupling dengan teknik yang dinamakan IoC. jadi dengan menggunakan IoC, objek memberikan dependenciesnya saat pembuatan dengan menggunakan entity luar yang mengkoordinir setiap objek di system. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan pada bagian Dependency Injection.
-AOP-
AOP merupakan salah satu paradigma pemrograman dengan tujuan untuk meningkatkan modularitas dengan memfokuskan pada pemisahan-pemisahan modul dengan tujuan-tujuan khusus yang biasa disebut dengan "Crosscutting Concerns".
-Bersifat Container-
Spring juga merupakan sebuah Container yang mengatur daur hidup dan konfigurasi dari objek. Dalam spring Anda dapat mendeklarasi bagaimana setiap objek tersebut seharusnya dibuat, bagaimana seharusnya di konfigurasikan dan bagaimana objek tersebut dapat berasosiasi dengan yang lain.
-Lightweight container-
Beberapa container aplikasi seperti, EJB Container memaksa kita mengikuti suatu aturan (EJB-spec) untuk membuat komponen interface atau model. EJB merupakan standar pengembangan komponen dalam java yg berjalan disisi server dengan suatu kontrak terhadap aplikasi server seperti SJAS dan JBoss. Namun dengan konsep lightweight tidak diperlukan lagi suatu spesifikasi khusus dalam pembuatan komponen (POJO), berikut ciri lightweight container :
- POJO
- Life-cycle management
- Dependency Injection
- Consistent Configuration
- Service Attachment
-Merupakan Framework-
Spring merupakan sebuah framework, maksudnya spring memungkinkan untuk membangun dan mengkonfigurasi sebuah aplikasi yang kompleks dari komponen-komponen yang sederhana. Dalam Spring, objek didefinisikan dalam file XML.
Yudhy Tri Suharno
April 05, 2010 by Yudhy Tri Suharno
Posted in JTechnopreneurship | 0 Comments »
Pengenalan Spring
Spring diciptakan oleh Rod Johnson, disebabkan sebagai penolakan komunitas dan developer mengenai spesifikasi pengembangan komponen java yaitu EJB yang mengharuskan pengembangan komponen mengikuti aturan EJB agar dapat berjalan dalam aplikasi server seperti SJAS dan JBoss.
Pengembangan aplikasi saat ini yang bersifat skalabilitas, tersebar dan berorientasi objek, menuntut pembagian aplikasi tersebut kedalam komponen-komponen (modular) yang nantinya akan diintegrasikan antara satu dengan yg lainnya. Dalam pengembangan komponen ini dapat dilakukan dengan metode sederhana yaitu POJO. Spring berfungsi sebagai container dari komponen-komponen yang mengatur life-cycle dari komponen, dependensi sebuah komponen dan mekanisme lookup suatu komponen terhadap suatu sumberdaya.
Dalam pembuatan suatu komponen, maka akan terjadi suatu ketergantungan antara komponen. Dalam hal ini Spring mengatur dependensi sebuah komponen melalui pendefinisiannya dalam Spring-IoC container (Dependency Injection). Pendefinisiannya dilakukan melalui 2 cara yaitu Constructor Injection dan Setter Injection. Dalam hal ini mekanisme terminologi Holywood ?Don't call us, because we will call you? berlaku karena komponen tidak perlu melakukan lookup dependensi sendiri, namun diotomatisasi oleh Spring-IoC Container.
Yudhy Tri Suharno
April 05, 2010 by Yudhy Tri Suharno
Posted in JTechnopreneurship | 0 Comments »
Pengenalan MVC (Model View Controller)
Pengembangan perangkat lunak akan selalu mengalami perubahan, terutama perubahan kode pada interface suatu aplikasi, karena interface merupakan bagian yang berinteraksi langsung dengan user , dan inilah yang menjadi hal mendasar bagi user demi kemudahan penggunaan aplikasi. Dengan perubahan yang terjadi, maka akan muncul potensi untuk terjadi perubahan juga pada bagian lainnya, dan akan menjadikan system menjadi semakin kompleks dan rumit.
Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperkenalkanlah sebuah arsitektur atau pola yang disebut Model View Controller (MVC). Model View Controller (MVC) adalah sebuah pola yang dapat membangun proyek perangkat lunak lebih efektif karena dilakukan dengan memilah komponen antara Model, View, dan Controller pada bagian - bagian dalam proyek.
Dalam MVC dikenal tiga komponen pembangun, di mana ada interaksi yang terjadi di antara mereka.
1. Model
Model adalah sebuah layer pada MVC yang merepresentasikan data yang digunakan oleh aplikasi sesuai dengan proses bisnis yang terjadi pada data tersebut, dengan memilahnya menjadi beberapa bagian terpisah kembali, seperti penampungan data, persistence, proses manipulasi, dan lain- lain.
Kelebihan dengan adanya Model adalah :
a. Proses maintenance aplikasi
Penempatan detail data dan operasinya pada area yang ditentukan (Model) sehingga tidak tersebar pada keseluruhan lingkup aplikasi.
b. Reusable Model
Penggunaan kembali aplikasi model oleh aplikasi lain yang disebabkan adanya pemisahan data dengan interface.
2. View
View adalah sebuah layer pada MVC yang mengandung keseluruhan detai dari implementasi user interface dengan melibatkan komponen grafis yang menyediakan representasi proses internal aplikasi dan meuntun alur interaksi user terhadap aplikasi
Kelebihan dari View adalah :
a. Memudahkan penggabungan divisi desain dalam development team.
b. Ketersediaan multiple interface dalam aplikasi.
3. Controller
Controller adalah sebuah layer pada MVC yang menyediakan detai alur program dan transisi layer, dan bertanggung jawab akan penampungan event yang dibuat oleh user dari view dan melakukan update terhadap komponen model menggunakan data dari user.
Kelebihan dari Controller adalah :
a. Komponen view dapat didesain tanpa harus memperhatikan bagian lain secara berlebih
b. Pemisahan jelas antara presentation logic dan business logic
Walaupun banyak kelebihan yang dimilki oleh MVC, namun masih banyak efek samping yang dihasilkan. Efek samping tersebut adalah adanya peningkatan kompleksifitas sehingga pada aplikasi kecil yang tidak membutuhkan loose coupling pada Model yang menjadi blok penghalang dalam pola MVC ini sendiri.
Yudhy Tri Suharno
Maret 11, 2010 by Yudhy Tri Suharno
Posted in JTechnopreneurship | 0 Comments »
-
Yudhy Tri Suharno

Buat Lencana Anda -
free web counter -
Pages
-
Links
-
Feeds
-
Referers
-
Navigation
