MVC
Kali ini saya jelaskan tentang cara membuat ?struktur? MVC sederhana untuk menulis kode yang maintainable dengan memecah kode menjadi beberapa bagian berdasarkan fungsinya ( separation of concerns ). Saya anggap Anda sudah cukup mengetahui dasar OOP dan mempraktekkannya, jadi saya nggak perlu menjelaskan lagi apa itu class, instance, static, getter/setter, dsb. Saya juga nggak menjelaskan apa itu custom events dan bagaimana cara membuat & menggunakannya karena sudah pernah saya jelaskan dalam artikel yang lain. Selain itu, Anda juga harus mengerti cara mendefinisikan & membuat custom class untuk objek di library. Design Patterns Design patterns (DP) adalah sekumpulan solusi generik untuk masalah-masalah yang umum ditemui oleh para developer dalam membuat aplikasi. Pattern berarti pola, artinya DP bukan berupa kode, tetapi berupa panduan yang implementasinya terserah developer yang menggunakannya. Info yang lebih lengkap bisa Anda baca di wikipedia. Model-View-Controller MVC adalah meta-pattern , artinya MVC bukan merupakan pattern yang berdiri sendiri tapi merupakan kumpulan dari beberapa pattern & dalam buku Head First Design Patterns , MVC dimasukkan dalam kelompok compound-pattern. Pada prinsipnya, implementasi MVC membagi kode ke dalam 3 bagian yaitu: * Model sebagai sumber data * View sebagai representasi data dan user interface * Controller yang berfungsi sebagai ?otak? atau business logic yang memproses user input dan meng?update Model dan View ( kalau diperlukan ). Apa keuntungan MVC ? Sekilas MVC kelihatannya merepotkan karena kita harus menulis kode lebih banyak tapi keuntungannya adalah kode kita lebih maintainable karena kita bisa mengubah salah satu bagian tanpa harus mengubah bagian yang lain. Sebagai contoh, misalnya kita membuat aplikasi A yang memproses data berformat XML namun kemudian kita diharuskan menggunakan data berformat JSON. Dalam kasus seperti ini, kita cukup mengubah Model tanpa harus mengubah bagian yang lain. MVC juga mempermudah debugging karena kita bisa memperkirakan bagian mana yang bermasalah tanpa harus membongkar seluruh kode yang sudah kita buat. Jadi secara umum, keuntungan MVC jauh lebih besar daripada kerepotan yang ditimbulkannya. Di samping itu, kalo Anda nggak mau repot menulis berbaris-baris kode, mungkin menjadi programmer bukan profesi yang cocok buat Anda & sebaiknya Anda cari pekerjaan lain. ;-) MODEL ->> Model adalah bagian dimana data berada. Untuk data yang bersifat global, kita bisa mengimplementasikan Singleton pattern. Singleton class hanya bisa diinstansiasi satu kali selama aplikasi berjalan. Umumnya, referensi ke instance dari Singleton diakses dengan memanggil static method getInstance(). Kalo kita bekerja bersama developer lain, kita bisa mencegah mereka menginstansiasi/membuat objek Singleton dengan menggunakan inner class yaitu class yang didefinisikan diluar package tetapi masih di dalam file yang sama. Model saya gunakan untuk menyimpan data berupa posisi kotak kuning. Pada saat data berubah, Model akan men-dispatch Event.CHANGE yang didengarkan oleh MainView yang kemudian meng-update posisi kotak kuning. [js] package simplemvc.model { import flash.events.Event; import flash.events.EventDispatcher; import flash.geom.Point; /** * ? * @author Anggie Bratadinata */ public class Model extends EventDispatcher { public var heroHeight:Number = 0; public var heroWidth:Number = 0; //???????????????????? HERO VELOCITY public var vx:Number = 10; public var vy:Number = 10; //???????????????????? HERO POSITION private var _heroPos:Point = new Point(); public function get heroPos():Point { return _heroPos; } public function set heroPos(value:Point):void { if (value.x >= heroBounds.xMin && value.x <= heroBounds.xMax && value.y >= heroBounds.yMin && value.y <= heroBounds.yMax ) { _heroPos = value; dispatchEvent(new Event(Event.CHANGE)); } } public function moveDown():void { heroPos = new Point(heroPos.x, heroPos.y + vy); } public function moveUp():void { heroPos = new Point(heroPos.x, heroPos.y ? vy); } public function moveLeft():void { heroPos = new Point(heroPos.x ? vx, heroPos.y); } public function moveRight():void { heroPos = new Point(heroPos.x + vx, heroPos.y ); } //???????????????????? HERO BOUNDS private var _heroBounds:Object = {}; public function get heroBounds():Object { return _heroBounds; } public function set heroBounds(value:Object):void { //trace(value); _heroBounds.xMin = value.x; _heroBounds.xMax = value.x + value.width ? heroWidth; _heroBounds.yMin = value.y; _heroBounds.yMax = value.y + value.height ? heroHeight; } //???????????????????? INIT private static var _instance:Model; public function Model(enf:SingletonEnforcer) {} public static function getInstance():Model { if (_instance == null) _instance = new Model(new SingletonEnforcer()); return _instance; } } } //INNER CLASS class SingletonEnforcer { }; [/js] VIEW & VIEW EVENT ->> Package view berisi class yang berhubungan dengan library symbol yaitu MainView dan ArrowButton. MainView bertugas menyiarkan ViewEvent jika salah satu tombol navigasi diklik. Event ini ditangkap oleh Controller yang kemudian meng-update Model. Selain itu MainView juga menampilkan posisi kotak kuning. Kenapa saya membuat ViewEvent dan nggak membuat Controller yang langsung mendengarkan MouseEvent.CLICK yang disiarkan oleh tombol kontrol ? Karena saya ingin meminimalkan coupling antara MainView dan Controller sehingga jika saya perlu mengubah View, selama event yang disiarkannya tetap bertipe ViewEvent, saya nggak perlu mengubah Controller. [js] package simplemvc.view { import flash.display.MovieClip; import flash.events.Event; import flash.events.MouseEvent; import flash.geom.Point; import flash.text.TextField; import simplemvc.events.ViewEvent; import simplemvc.model.Model; /** * ? * @author Anggie Bratadinata */ public class MainView extends MovieClip { //timeline objects public var hero:MovieClip; public var board:MovieClip; public var leftBtn:ArrowButton; public var rightBtn:ArrowButton; public var upBtn:ArrowButton; public var downBtn:ArrowButton; public var positionTxt:TextField; private var _model:Model = Model.getInstance(); //???????????????????? INIT public function MainView() { initButtonListener(); _model.addEventListener(Event.CHANGE, modelListener); } private function initButtonListener():void { var i:int = 0; while (i < numChildren) { if (this.getChildAt(i) is ArrowButton) { this.getChildAt(i).addEventListener(MouseEvent.CLICK, buttonListener); } i++; } } private function buttonListener(e:MouseEvent):void { switch(e.currentTarget) { case leftBtn: dispatchEvent(new ViewEvent(ViewEvent.MOVE_LEFT)); break; case rightBtn: dispatchEvent(new ViewEvent(ViewEvent.MOVE_RIGHT)); break; case upBtn: dispatchEvent(new ViewEvent(ViewEvent.MOVE_UP)); break; case downBtn: dispatchEvent(new ViewEvent(ViewEvent.MOVE_DOWN)); break; } } private function modelListener(e:Event):void { hero.x = _model.heroPos.x; hero.y = _model.heroPos.y; positionTxt.text = _model.heroPos.toString(); } } } [/js] [js] package simplemvc.events { import flash.events.Event; /** * ? * @author Anggie Bratadinata */ public class ViewEvent extends Event { public static const MOVE_LEFT:String = ?moveLeft?; public static const MOVE_RIGHT:String = ?moveRight?; public static const MOVE_UP:String = ?moveUp?; public static const MOVE_DOWN:String = ?moveDown?; public function ViewEvent(type:String) { super(type, true); } override public function clone():Event { return new ViewEvent(type); } override public function toString():String { return formatToString(?ViewEvent?, ?type?, ?bubbles?, ?cancelable?, ?eventPhase?); } } } [/js] CONTROLLER ->> Controller mendengarkan ViewEvent yang disiarkan oleh MainView dan meng-update Model berdasarkan event tersebut. [js] package simplemvc.controller { import flash.events.Event; import flash.geom.Point; import simplemvc.model.Model; import simplemvc.view.*; import simplemvc.events.*; /** * ? * @author Anggie Bratadinata */ public class Controller { private var _model:Model = Model.getInstance(); private var _view:MainView; //???????????????????? INIT public function Controller(view:MainView) { _view = view; _model.heroHeight = _view.hero.height; _model.heroWidth = _view.hero.width; _model.heroBounds = _view.board.getBounds(_view); _view.addEventListener(ViewEvent.MOVE_DOWN, viewListener); _view.addEventListener(ViewEvent.MOVE_UP, viewListener); _view.addEventListener(ViewEvent.MOVE_LEFT, viewListener); _view.addEventListener(ViewEvent.MOVE_RIGHT, viewListener); } public function startUp():void { _model.heroPos = new Point(0, 0); } private function viewListener(e:ViewEvent):void { switch(e.type) { case ViewEvent.MOVE_DOWN: _model.moveDown(); break; case ViewEvent.MOVE_LEFT: _model.moveLeft(); break; case ViewEvent.MOVE_RIGHT: _model.moveRight(); break; case ViewEvent.MOVE_UP: _model.moveUp(); break; } } } } [/js] Document/Main Class [js] package { import flash.display.MovieClip; import simplemvc.controller.Controller; import simplemvc.view.MainView; /** * ? * @author Anggie Bratadinata */ public class Main extends MovieClip { public var mainView:MainView; public var controller:Controller; public function Main() { controller = new Controller(mainView); controller.startUp(); } } } [/js] Seperti Anda lihat, menulis kode dengan struktur MVC nggak terlalu sulit, hanya sedikit ngerepotin. :-)
Visual Basic
Microsoft Visual Basic .NET adalah sebuah alat untuk mengembangkan dan membangun aplikasi yang bergerak di atas sistem .NET Framework, dengan menggunakan bahasa BASIC. Dengan menggunakan alat ini, para programmer dapat membangun aplikasi Windows Forms, Aplikasi web berbasis ASP.NET, dan juga aplikasi command-line. Alat ini dapat diperoleh secara terpisah dari beberapa produk lainnya (seperti Microsoft Visual C++, Visual C#, atau Visual J#), atau juga dapat diperoleh secara terpadu dalam Microsoft Visual Studio .NET. Bahasa Visual Basic .NET sendiri menganut paradigma bahasa pemrograman berorientasi objek yang dapat dilihat sebagai evolusi dari Microsoft Visual Basic versi sebelumnya yang diimplementasikan di atas .NET Framework. Peluncurannya mengundang kontroversi, mengingat banyak sekali perubahan yang dilakukan oleh Microsoft, dan versi baru ini tidak kompatibel dengan versi terdahulu. Daftar isi [sembunyikan] * 1 Versi o 1.1 Visual Basic .NET 2002 (VB 7.0) o 1.2 Visual Basic .NET 2003 (VB 7.1) o 1.3 Visual Basic 2005 (VB 8.0) o 1.4 Visual Basic 9.0 (Visual Basic 2008) * 2 Hubungan dengan Visual Basic klasik * 3 Contoh Pemrograman Versi Terdapat tiga buah versi Visual Basic yang dirilis hingga bulan Agustus 2007, yakni: Visual Basic .NET 2002 (VB 7.0) Versi pertama dari Visual Basic .NET adalah Visual Basic .NET 2002 yang dirilis pertama kali pada bulan Februari 2002. Visual Basic .NET 2002 merupakan sebuah bahasa pemrograman visual yang berbasis bahasa BASIC (sama seperti halnya Visual Basic 6.0, tetapi lebih disempurnakan dan lebih berorientasi objek), dan didesain untuk berjalan di atas Microsoft .NET Framework versi 1.0. Versi 7.0 ini dirilis bersamaan dengan Visual C# dan ASP.NET. Bahasa C#, yang dianggap sebagai jawaban terhadap Java, mendapatkan perhatian yang lebih banyak dibandingkan dengan VB.NET yang kurang begitu banyak diulas. Hasilnya, sedikit orang di luar komunitas Visual Basic yang memperhatikan VB.NET. Versi pertama ini kurang mendapat sambutan yang bagus dari para programmer, dan pada saat itu, program berbasis Visual Basic 6.0 sedang marak-maraknya dibuat. Para programmer yang mencoba Visual Basic .NET untuk pertama kali akan merasakan bahwa Visual Basic .NET sangatlah berbeda dibandingkan dengan Visual Basic sebelumnya. Contoh yang paling mudah adalah runtime engine yang lebih besar 10 kali lipat dibandingkan Visual Basic 6.0, dan juga meningkatkan beban di memori. Visual Basic .NET 2003 (VB 7.1) Selanjutnya, pada bulan Maret 2003, Microsoft pun merilis lagi versi yang lebih baru dari Visual Basic .NET, Visual Basic .NET 2003. Versi ini berisi beberapa perbaikan dibandingkan dengan versi sebelumnya, dan aplikasi yang dibuatnya dapat berjalan di atas .NET Framework versi 1.1. Fitur yang ditambahkan adalah dukungan terhadap .NET Compact Framework dan mesin wizard upgrade VB6 ke VB.NET yang telah ditingkatkan. Peningkatan yang lainnya adalah peningkatan pada performa dan keandalan dari Integrated Development Environment (IDE) Visual Basic itu sendiri, dan juga runtime engine. Visual Basic .NET 2003 tersedia dalam beberapa jenis cita rasa: Professional, Enterprise Architect dan Academic Edition. Khusus untuk Visual Basic .NET 2003 Academic Edition, versi tersebut didistribusikan secara gratis untuk beberapa sekolah di dalam setiap negara; versi Professional dan Enterprise Architect merupakan produk komersial. Visual Basic 2005 (VB 8.0) Setelah itu, Microsoft pun berkonsentrasi dalam mengembangkan Microsoft .NET Framework 2.0, dan tentunya alat bantu untuk membangun program di atasnya. Hingga pada tahun 2005, mereka pun merilis versi terbaru dari Visual Basic .NET, yang kali ini disebut dengan Visual Basic 2005 (dengan membuang kata ".NET"), bersama-sama dengan beberapa aplikasi pengembangan lainnya. Untuk rilis 2005 ini, Microsoft menambahkan beberapa fitur baru, di antaranya adalah: * Edit and Continue Fitur ini sebelumnya terdapat di dalam Visual Basic, akan tetapi dihapus di dalam Visual Basic .NET. Dengan keberadaan fitur ini, para programmer dapat memodifikasi kode pada saat program dieksekusi dan melanjutkan proses eksekusi dengan kode yang telah dimodifikasi tersebut. * Evaluasi ekspresi pada saat waktu desain * Munculnya Pseudo-Namespace "My", yang menyediakan: o Akses yang mudah terhadap beberapa area tertentu dari dalam .NET Framework yang tanpanya membutuhkan kode yang sangat signifikan. o Kelas-kelas yang dibuat secara dinamis (khususnya My.Forms). * Peningkatan yang dilakukan terhadap konverter kode sumber dari Visual Basic ke Visual Basic .NET. * Penggunaan kata kunci (keyword) Using, yang menyederhanakan penggunaan objek-objek yang membutuhkan pola Dispose untuk membebaskan sumber daya yang sudah tidak terpakai. * Just My Code, yang menyembunyikan kode reusable yang ditulis oleh alat bantu Integrated Development Environment (IDE) Visual Studio .NET. * Pengikatan sumber data (Data Source binding), yang mampu mempermudah pengembangan aplikasi basis data berbasis klien/server. Fungsi-fungsi yang tersebut di atas (khususnya My) ditujukan untuk memfokuskan Visual Basic .NET sebagai sebuah platform pengembangan aplikasi secara cepat dan "menjauhkannya" dari bahasa C#. Bahasa Visual Basic 2005 memperkenalkan fitur-fitur baru, yakni: * Bawaan .NET Framework 2.0: o Generics o Partial class, sebuah metode yang dapat digunakan untuk mendefinisikan beberapa bagian dari sebuah kelas di dalam sebuah berkas, lalu menambahkan definisinya di lain waktu; sangat berguna khususnya ketika mengintegrasikan kode pengguna dengan kode yang dibuat secara otomatis. o Nullable Type * Komentar XML yang dapat diproses dengan menggunakan beberapa alat bantu seperti NDoc untuk membuat dokumentasi secara otomatis. * Operator overloading * Dukungan terhadap tipe data bilangan bulat tak bertanda (unsigned integer) yang umumnya digunakan di dalam bahasa lainnya. Visual Basic 9.0 (Visual Basic 2008) Versi ini merupakan versi terbaru yang dirilis oleh Microsoft pada tanggal 19 November 2007, bersamaan dengan dirilisnya Microsoft Visual C# 2008, Microsoft Visual C++ 2008, dan Microsoft .NET Framework 3.5. Dalam versi ini, Microsoft menambahkan banyak fitur baru, termasuk di antaranya adalah: * Operator If sekarang merupakan operator ternary (membutuhkan tiga operand), dengan sintaksis If (boolean, nilai, nilai). Ini dimaksudkan untuk mengganti fungsi IIF. * Dukungan anonymous types * Dukungan terhadap Language Integrated Query (LINQ) * Dukungan terhadap ekspresi Lambda * Dukungan terhadap literal XML * Dukungan terhadap inferensi tipe data. * dukungan terhadap 'LINQ' \\ Hubungan dengan Visual Basic klasik Apakah Visual Basic .NET dianggap sebagai sebuah versi Visual Basic atau benar-benar bahasa yang berbeda merupakan sebuah topik perdebatan yang hangat. Hal ini dikarenakan sintaksis bahasa Visual Basic .NET tidak mengalami perubahan yang sangat drastis, dan hanya menambahkan beberapa dukungan fitur baru seperti penanganan eksepsi secara terstruktur dan ekspresi yang bisa di-short-circuit-kan. Dua perubahan tipe data pun terjadi saat berpindah ke Visual Basic .NET. Dibandingkan dengan Visual Basic 6.0, tipe data Integer yang dimiliki oleh Visual Basic .NET memiliki panjang dua kali lebih panjang, dari 16 bit menjadi 32 bit. Selain itu, tipe data Long juga sama-sama berubah menjadi dua kali lipat lebih panjang, dari 32 bit menjadi 64 bit. Bilangan bulat 16-bit dalam Visual Basic .NET dinamakan dengan Short. Lagi pula, desainer GUI Windows Forms yang terdapat di dalam Visual Studio .NET atau Visual Basic .NET memiliki gaya yang sangat mirip dengan editor form Visual Basic klasik. Jika sintaksis tidak banyak yang berubah, lain halnya dengan semantik, yang berubah secara signifikan. Visual Basic .NET merupakan sebuah bahasa pemrograman yang mendukung fitur "Bahasa Pemrograman Berorientasi Objek" secara penuh, karena memang didukung oleh arsitektur Microsoft .NET Framework, yang mengandung kombinasi dari Common Language Runtime dan Base Class Library. Visual Basic klasik, hanya merupakan sebuah bahasa pemrogaman berbasis objek, yang berjalan di atas arsitektur Component Object Model (COM). Perubahan ini telah mengubah banyak asumsi tentang hal yang benar yang harus dilakukan dengan mempertimbangkan performa dan kemudahan untuk dipelihara. Beberapa fungsi dan pustaka perangkat lunak, yang ada di dalam Visual Basic klasik, kini tidak terdapat di dalam Visual Basic .NET; mungkin masih banyak yang masih terdapat di dalam Visual Basic .NET, tapi tidak seefisien apa yang ditawarkan oleh .NET Framework. Bahkan jika program Visual Basic klasik bisa dikompilasi dengan benar, sebagian besar program Visual Basic klasik harus melalui beberapa proses refactoring untuk mengadopsi fitur bahasa baru secara keseluruhan. Dokumentasi untuk ini pun tersedia di situs Microsoft[1]. Contoh Pemrograman Contoh program sederhana dalam bahasa Visual Basic .NET yang dipakai untuk menghitung jumlah pembayaran dari m_item buah barang dengan harga m_price per item ditambah 5% pajak penjualan: [2]. Dim m_item, m_price, tax, total As double m_item = double.Parse(textBox1.Text) m_price = double.Parse(textBox2.Text) tax = 0.05 total = m_item * m_price * (1 + tax) label5.Text = total.ToString() MessageBox.Show("Well Done.") Berikut ini adalah contoh lain dari program Visual Basic yang menggunakan objek CheckBox dan ComboBox untuk menghitung jumlah kredit mata kuliah yang diambil oleh seorang mahasiswa (masing-masing mata kuliah = 3 kredit): Dim total As Integer total = 0 ' awal dari jumlah kredit total If (CheckBox1.Checked = True) Then 'boleh memilih semua checkbox total += 3 End If If (CheckBox2.Checked = True) Then total = total + 3 End If If (CheckBox3.Checked = True) Then total = total + 3 End If If (ComboBox1.SelectedIndex = 0) Then 'hanya bisa memilih satu total = total + 3 ElseIf (ComboBox1.SelectedIndex = 1) Then total = total + 3 ElseIf (ComboBox1.SelectedIndex = 2) Then total = total + 3 End If Label3.Text = CStr(total) ' hasil kredit total yang diambil