Search


Pengurusan Izin pendirian Perusahaan Baru [Part 1]


Cerita lama sih, tapi sudah janji mau share disini. 

Mau cerita tentang suka duka *halah* saat ngurus-ngurus dokumen untuk pembuatan PT Mervotura. Mulai dari ngurus izin domisili sampai dengan keluar surat Tanda Daftar Perusahaan. 

Akhir bulan Maret saya, Mila dan Pak Frans menandatangani Akta Notaris yang sudah keluar untuk nama PT baru kita Mervotura Rekantara. Karena itu masih bentuk salinan (bukan yg asli) kita nunggu sekitar semingguan baru keluar akta Notaris yang asli dan juga surat pengesahan dari Mentri Kehakiman.

Setelah Akta dan surat dari kehakiman keluar, saya langsung ngurus untuk surat Domisili. Kantor kita terdaftar di daerah kelurahan Kampung Bali, jadi saya ngurus izin domisili juga ke kelurahan Kampung bali. Normalnya, pengurusan surat domisili ini paling lama 3 hari. Saat itu saya diminta uang administrasi pengurusannya sekitar 750rb. Tapi berhubung Akta notaris PT saya itu dikeluarkan di Sukabumi, jadi katanya bakal susah sekali ngurus izinnya. saya juga ga ngerti sih susahnya kenapa karena saya ada contact notaris juga katanya mustinya ga ada masalah. Akhirnya setelah ketemu lagi sama orang kelurahan, kemudian dia calling saya hari berikutnya kalau surat domisili bisa diambil saat itu juga. Saya segera kesana untuk ambil suratnya dan ngurusin dokumen selanjutnya.

Surat domisili sudah diterima, saya musti ngurus NPWP Perusahaan. cara daftarnya bisa langsung ke KPP dimana perusahaan kita berada atau juga bisa online di www.ereg.pajak.go.id . tapi sebelum bisa memperolehnya kita harus punya account terlebih dahulu disitu. Setelah daftar account, isi form pendaftaran, nanti akan ada bukti pendaftarannya. data itu di print untuk nanti dilampirkan bersama dokumen-dokumen yang jadi persyaratannya.

Dokumen-dokumen yang musti dilengkapi yaitu : fotocopy Akta Notaris, surat keterangan kehakiman, surat domisili perusahaan dan fotocopy KTP pengurus (komisaris dan direksi). Nah, dokumen tsb dilampirkan bersama hasil print out form pendaftaran online tadi. 

Ga ribet sih kalau ngurus NPWP. 3 hari selesai. hari senin ngurus, rabunya bisa ambil kartu NPWP deh. 

Selanjutnya dokumen yang musti saya urus itu adalah Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Ada beberapa kejadian lucu pas mau ngurus SIUP ini. Sebenarnya bisa dihindari sih kalau  saya sudah tau tempat ngurusnya dimana, cuman berhubung saya juga masih ga tau musti ngurus kemana ini SIUP, jadi saya browsing deh. Siapa tau gitu ada yang sudah share mengenai proses pengurusan SIUP.

Waktu itu ada dikasih link sama Pak Frans tentang pengurusan SIUP ini. di link itu katanya musti ngurus ke kantor walikota (eh, walikota atau apaa yah rada lupa saya). dimana waktu itu katanya alamatnya yang di jalan medan merdeka selatan. Yo wis, saya kesitu besok paginya. udah sampai depan kantor itu, saya nanya dulu sama pak satpam yang jaga ini bener ga tempat ngurus SIUP. Si Pak satpam sih rada kurang yakin jawabnya, tapi dia menyarankan saya untuk nanya saja ke lobby. Baiklah saya pede aja masuk situ. Sampai di Lobby, biasa.. di minta ngasih KTP, sambil ngasih saya nanya ke mas-masnya yg disitu ini kalau mau ngurus SIUP kesini bukan. Eh, dia juga ternyata ga yakin, katanya mustinya bukan di gedung ini tapi digedung sebelah yg tadi saya lewatin sebelum on the way ke gedung ini. Tapi katanya coba aja ke lantai 6. Ya terus saya kesana dong... eh, sampe sana kaget banget, bukannya tempat ngurus SIUP tapi malah satu lantai itu penuh sama polisi pamong praja semuaa :D hadehhh. pasti salah nih.. daripada tengsin, buru-buru aja saya masuk lift lagi. turun.

oia, yg bikin tambah tengsin lagi adalaaah, saya pake high heels saat itu dan almost copot sodaraa.. =.=

untung masih tahan sampe pulang.

penasaran saya  pergi ke gedung sebelah. Ada sih di pintunya tertulis "Pengurusan Surat izin lewat sini" gitu. Ah, dalam hati saya pikir kayanya memang bener disini deh. Pas sampai di depan ruangannya, pegawainya lagi istirahat. Nunggu lagi deh. Ada 2 orang bapak-bapak waktu itu yg lagi nunggu juga sama disitu. Sambil pasang muka senyum (hadehhh) saya negur bapak-bapaknya. 

"Pak, ini kalau mau ngurus SIUP bener yah ngantrinya disini?" | "SIUP? bukaaan... disini buat ngurus Surat izin jasa konstruksi.."

Nah loh. Terus saya nanya lagi mesti kemana ngurusnya. Bapak itu tanya domisili perusahaan saya dimana, saya bilang di Thamrin. Oh katanya kalau di daerah Thamrin musti ngurus yang kantor walikota tanah abang bukan di sini. Langsung deh saya nanya arah-arahnya dan naik apa dari situ kalau mau ke tanah abang.

Setelah berterima kasih sama bapak itu, saya langsung ke depan dan nunggu metro mini ke arah tanah abang. Tapi ternyata tidak diturunkan di depan kantornya, jadi harus nyambung lagi naik angkot. 15 menitan nyampe di gedung walikotanya.

Sampai sana sudah sepi, karena sudah hampir jam 4. Para pegawainya masih ada disitu sih. langsung saya tanya mau ngurus SIUP gimana. Dia kasih saya selembaran syarat-syarat yang musti dilengkapi sama formulir pendaftarannya.

Jadi hari itu hanya bisa ambil formulir doang which is means, hari berikutnya baru bisa urus lagi.

continue to the next post



Comments:

Post a Comment:
  • HTML Syntax: Allowed