It's All about Nita

give your 120% efforts, to get your 100% results -Rain-

 

SIT in bullets

Jan 26, 2012 by Nita Puspita

Setelah 10 hari dalam masa SIT (System Integration Testing) akhirnya tanggal 25 kemarin, selesai juga. Yah, SIT itu adalah schedule dimana setiap tim yang terlibat dalam sebuah project, pasti akan menjalankan SIT. 

Seperti yang pernah saya bahas dipostingan blog saya sebelumnya. For the last 3 months, saya ada mengerjakan project custom web development. Bulan-bulan ini tuh bulannya testing dan deployment.  Aplikasinya sudah 80% di develop dan sudah mulai ditesting-testing untuk segera diimplementasikan oleh User. 

terus fokus saat ini ?

Fokus saat ini sebelum SIT dilaksanakan, saya harus menyiapkan SIT Scripts alias scenario untuk acuan testing pihak tester. In case jika ada dari Anda yang juga sedang siap-siap untuk SIT, ini saya share contoh SIT Scripts nya.

Mungkin ada, tapi setau saya jarang yang langsung lancar-lancar saja ketika melakukan SIT. Jika testernya sudah professional alias ahli dibidang yang ditesting, itu pasti kita akan mendapatkan banyak catatan-catatan dari hasil testing mereka. Nah, semua temuan atau comment-comment dari tester selama SIT itu jangan lupa untuk di catat dan direkap. Ini bisa dijadikan laporan atau bukti juga loh nanti jika ternyata pas UAT ada function yang tidak tercover. 

Saran saya, jika Anda menghadapi tester yang rese, banyak maunya atau ngeyel, maka biar SIT kita jalan dengan mulus kita perlu cari tau dia orang interestnya apa :D

Sedikit curhat, SIT kali ini juga saya dapat tester yang not-so-ordinary-tester. Dia orang detailll sekali dengan step-step yang dikasih tahu di script.  Ternyata kita tau kalau dia itu suka Combro (makanan dari singkong dengan isi oncom) jadi, untuk membuat dia sedikit lebih manusiawi, kita bawa combro terus tiap SIT :D yah lumayan ada efeknya juga sih, dia jadi lebih friendly ;)

Di project itu musti hati-hati, kurang dari 80% aja development, bisa-bisa UAT failed :0

Nah untuk menjaga itu, kita harus benar strict sama workplan. Semoga saja sukses deh Project yang ini.  

 

Another Random Post

Nov 30, 2011 by Nita Puspita

Ya ya ya sudah mulai terlupakan lagi untuk posting disini. Seperti biasa, kalau tidak ada yang mengingatkan mungkin saat ini masih belum kepikirian untuk posting. hoho~

Tapi terus terang, bukannya sudah tidak pernah ngecek timeline Mervpolis Blog, tapi ya itu setiap buka new entry, I just can stare to the white screen while thinking what topic to post.*yah, de javu ga sih dengan excuses nya*

Postingan kali ini, saya ingin sharing saja mengenai kesibukan saya akhir-akhir ini.

Sudah sebulanan lebih saya menjadi bagian dari tim project untuk aplikasi government. Project kali ini merupakan project government ke dua setelah sebelumnya di Oktober tahun lalu saya juga sempat ikut mengerjakan project government.

Total dalam tim yang sekarang adalah kita ada 4 orang termasuk saya. 3 yang lainnya adalah programmer sedangkan saya kebagian mengerjakan Sistem Desain, dokumentasi dan juga tester dengan tentunya Pak Frans sebagai Project Manager.

Being in a project gives you another experiences.

Berhadapan dengan user yang banyak maunya.. berhadapan dengan deadline yang tidak masuk akal waktunya.. juga berhadapan dengan teamwork yang belum tentu bisa klop. Tapi kita loh dapat belajar banyak dari itu semua. Harus bisa belajar bagaimana merespon dan atau menolak setiap request yang diinginkan user yang memang tidak masuk scope, belajar mengestimasikan waktu dan juga belajar saling menghargai tugas dan pengerjaan rekan sesama tim.

Tentu saja tidak mudah, apalagi dengan pengerjaan yang sifatnya seri. Such as,  rekan yang satu tidak akan dapat mengerjakan tasknya sebelum rekan yang lainnya menyelesaikan bagiannya. Hal ini tidak terbatas pada masa testing saja, tetapi pada masa development juga itu bisa berlaku.

Biasanya, kita perlu sebuah sistem atau flow untuk menjembatani aktivitas pengerjaan project. Kalau di Meruvian, kita memiliki sistem untuk setiap fase pengerjaan project yang disebut MSDCL (Meruvian System Development Life Cycle). Nah, untuk project sekarang juga kita menerapkan MSDLC dalam pengerjaannya.

MSDLC dimulai dengan desain sistem. Semua data dan requirement dari user yang saya terima selama 2 minggu dibuatkan desain yang meliputi desain Mockup, ERD, security user dan role matrix. Setelah semua di desain, kemudian diajukan ke user untuk mereview. Jika ada yang perlu ditambahkan dapat dilakukan pada masa ini, sebelum dokumen di sign off. Pengalaman saya, kebanyakan user tidak mengganggap penting proses sign off desain ini. Tetapi bagi kita tim yang mengerjakan justru ini menjadi acuan penting dalam pengerjaan.

Ketika user sudah setuju dengan desain kita sampai dengan detail engine yang digunakan apa segala, baru bisa lanjut ke development yang dikerjakan oleh 3 programmer tadi. Selama programmer men-develop, saya juga ikut melakukan testing dari setiap update yang dilakukan. Testing pada fase ini sifatnya internal, alias untuk menjaga track pengerjaan tidak keluar dari waktu yang diestimasikan.

Deadline project kali ini hanya 3 bulan saja dengan scope of work yang gila-gilaan. Sejak 2 minggu kemarin sih kita sudah mulai develop dan diharapkan pekerjaan selesai tidak melewati batas deadline. 

 Yah intinya, dimanapun pekerjaan yang ditempatkan untuk saya, saya harus dapat mengambil value dari pekerjaan tsb. 

Sudah dulu ah, see you around!


 

PPN dan cara penyetorannya.

Oct 28, 2011 by Nita Puspita

Sebelum lupa. Kebiasaan deh kalau sudah beberapa hari ga nemu topik untuk diposting, lama-lama jadi lupa musti posting. Sedikit cerita mengenai cara menghitung dan membayar PPN. Sebagai perusahaan yang taat pajak, sudah semestinya untuk membayar pajak tepat pada waktunya. Karena kalau tidak, sebenarnya kita sendiri yang rugi, alias kita akan dikenakan denda yang oh, well itu cukup besar nominalnya. 

Mervotura juga harus membayar PPN tsb kepada negara. Setiap PPN yang kita terima itu disebutnya Pajak Masukan, sedangkan setiap PPN  yang kita bayar (lewat piihak lain) itu disebutnya Pajak Keluaran. Kenapa dibedakan seperti ini? hal ini dikarenakan nantinya dalam perhitungan akhir tahun Pajak Keluaran dapat memotong Pajak Masukan. Jadi, kalau Nilai Pajak Keluaran lebih besar, maka Pajak Masukan yang disetor ke negara dapat diselisihkan.

 PPN itu dipungut ketika kita mengeluarkan Faktur Pajak bersamaan dengan Invoice. Tanggal yang tertera pada Invoice harus sesuai dengan tanggal pada Faktur Pajak. Dan dari semua Faktur pajak yang diterbitkan, harus dibayarkan PPN nya paling lambat setiap akhir bulan. Keterlambatan setor pajak dikenakan denda Rp 500.000,- dan setiap bulannya akan dikenakan denda juga 2% dari total Pajak yang harus disetor. Ganas. Jadi, jangan pernah sepelekan masalah setoran ini, terlambat 1 hari saja, tetap nilai dendanya sama dengan yg terlambat 1 minggu. :-/

Nah Proses pembayaran pajaknya adalah sebelum akhir bulan kita harus membuat  summary berapa banyak faktur pajak dan berapa banyak nilai pajak yang harus disetorkan. Setelah di jumlah semuanya, kemudian kita harus membuat SSP. SSP atau Surat Setoran Pajak adalah formulir yang harus diisi ketika menyetorkan uang pajak.

Contoh SSP nya dapat di download disini.

Dalam pengisiannya, harus hati-hati karena kita harus memasukan kode yang sesuai dengan jenis pajak yang kita bayarkan. Misalnya untuk PPN dalam negri, kode pajaknya adalah 111. Kita juga diminta untuk mengisi data Wajib Pajak  seperti nama WP, NPWP dan alamat. Setelah itu diisi, jangan lupa juga dipilih bulan dan tahun pajak yang disetorkan. Misal, untuk membayar pajak bulan Oktober, Tandai kolom dibulan oktober dan tulis 2011 di isian Tahun periode. 

Setelah lengkap, penyetor pajak / Wajib Pajak menandatangani SSP tsb dan menambahkan Stempel perusahaan diatasnya.

Untuk tempat penyetoran dapat dilakukan dibeberapa tempat yaitu di Kantor pajaknya sendiri (sebenarnya setornya itu di bank DKI yang ada di kantor2 pajak), di Bank DKI terdekat (tetapi bukan bank cabang pembantu) dan bisa juga dilakukan di kantor pos. Batas waktu pembayaran pajak di Bank DKI adalah setiap hari kerja mulai pukul 08.00 s.d 11.00 sedangkan batas waktu pembayaran di kantor pos lebih lama yaitu sampai dengan pukul 13.00

Setelah disetorkan nanti kita akan dapat struk pembayaran pajaknya. Itu harus disimpan bersama dengan SSP lembar 1 sebagai bukti pembayaran yang harus dilampirkan ketika kita menyetorkan SPT ke kantor pajak. 

SPT dapat di download disini kalau yang mau lihat contohnya.

SPT atau Surat Pemberitahuan pembayaran pajak adalah formulir yang harus kita lengkapi ketika kita akan melaporkan jumlah pembayaran pajak yang telah kita setorkan ke kantor pajak. Istilahnya, jika SSP itu adalah bukti transaksinya, maka SPT itu dalah proses untuk memposting bukti transaksi tsb kedalam buku jurnal pajak kita di Kantor pajak. SPT nanti dilaporkannya ke kantor pajak. 

SSP sudah, SPT sudah... Nah itu berarti kita sudah mengerjakan 1 proses pembayaran PPN. Selanjutnya tinggal dilaksankan berkala saja dan untuk menjaga keterlambatan, tidak ada salahnya kita pakai Reminder *seperti saya*. 

Ok, untuk saat ini sampai disini dulu yah.. Promise to update it soon if I got something precious to share with ya'll

 -Nita-

 

Marketing dan Analisis Market

Oct 12, 2011 by Nita Puspita

Perkembangan bisnis apalagi bisnis IT, susah susah gampang untuk ditebak. Setiap teknologi baru yang hadir tidak dengan mudah dapat menjadikannya sebagai elemen untuk melakukan kegiatan marketing agar perusahaan dapat berkembang. Bisa saja malah teknologi tsb cepat untuk menghilang dengan sejumlah teknologi lain yang muncul. Saya tidak hanya berbicara tentang gadget atau hardware. hal serupa juga dapat terjadi terhadap software, engines, tools dsb yang berkaitan dengan dunia teknologi. 

2 tahun yang lalu, ada riset untuk blackberry karena diperkirakan blackberry software akan booming di tahun berikutnya, tapi ternyata sekarang kejadiannya adalah yang lagi hits itu malah Android. Untungnya kita tidak terlalu fokus pada satu riset saja, untungnya ada juga yang riset android. Jadi bisa dikatakan kita telah siap untuk era Android.

Nah, sebenarnya hal-hal tsb dapat di analisis (patut saya katakan, mostly apa yang pak Frans perkirakan itu kejadian) dengan baik. dianalisa dan diperhitungkan action plan yang akan dilakukan.

Di kantor, semua tim mau tidak mau harus dapat menganalisis, belajar untuk memikirkan akan seperti apa dan bagaimana perkembangan bisnis perusahaan kita. Saya sendiri, terus terang seringnya mencari ide itu susah *well, ini tanpa bermaksud pesimis loh*. Terlepas dari basic saya yang memang bukan IT , tapi mestinya selama 3 tahun bekerja untuk perusahaan yg berbasis IT sudah cukup untuk memahami proses perkembangan dunia IT (atau memang 3 tahun belum cukup?). Selama ini sih, Pak bos masih memberikan peran besar terhadap bizdev. Mustinya semua tim juga bisa.

Saya berpikir, dengan sedikit marketing saja selalu ada client baru setiap bulan apalagi dengan ditambah marketing dan promosi yang gencar. this gonna be epic!

Action plan untuk minggu dekat ini sih tim akan melakukan promosi kita punya komunitas. Kita sudah ada mendirikan beberapa komunitas seperti openstack, code android, jduchess,madcodeR dan masih ada beberapa yang lain.  

Mungkin memang bagi yang sudah lama berkecimpung di dunia IT, mereka memiliki rumus yang dapat menentukan kemana arah perkembangan itu akan berlanjut, tetapi sepertinya saya masih jauh untuk kesana. 

Practice make perfect

Tentu saja, saya musti banyak belajar, banyak berlatih untuk memiliki feel yang terlatih untuk menganalisa kasus-kasus seperti itu. Patut diakui juga, teorinya memang belajar dulu baru prakteknya, tapi dengan kompetitor yang semakin ganas, mengharuskan semuanya paralel. belajar sekaligus kerjakan dan jangan salah. 

That's life dude.


 

Pengurusan Izin pendirian Perusahaan Baru [Part 2]

Oct 07, 2011 by Nita Puspita

-continue from the previous post-

Setelah hari sebelumnya saya ngambil form pendaftaran SIUP dan syarat-syaratnya. Saya segera cek apa saja yang musti dilengkapi. Untuk pendaftaran SIUP ini yang musti dilengkapi adalah : Fotocopy Akta Notaris dan kehakiman, surat izin domisili kelurahan, NPWP Perusahaan, Foto direktur utama ukuran 3x4 2lbr, KTP komisaris dan direksi, dan jika direktur utamanya wanita maka harus menyertakan juga fotocopy kartu keluarga. 

Untuk mengurus SIUP ini saya lebih dari 3 kali bolak-balik kantor walikota karena ada dokumen yang ditolak. Masalahnya ada di dokumen Surat Izin domisili dari kelurahan. Surat yang saya kasih tidak sama dengan template surat yang seharusnya. Alasannya cukup sederhana sih, kurang kalimat "tempat ini diperuntukan untuk kegiatan usaha". Itu saja. Tapi karena surat ini dikeluarkan oleh pihak kelurahan dan ditandatangani oleh Camat, maka mau ga mau saya musti balik lagi ke kantor kelurahan buat urus revisinya.

 Di kelurahan, tetap ngotot bahwa surat tsb sudah benar dan semua orang yg mengajukan surat tsb juga dibuatkan format yang sama tidak ada komplain apa-apa. Saya juga bingung, karena dari informasi yang saya dapat dari kantor walikota, format surat itu sudah tidak berlaku sejak maret 2011 kemarin, jadi sekarang mustinya pakai format yang baru dan sebenarnya sudah diberikan edaran akan hal ini ke setiap kelurahan. 

Mungkin karena saya ngotot ini tetap harus dirubah, akhirnya orang kelurahan mau. Tapi, cara menambahkannya itu loh yang ga profesional, masa cuman ditambahkan pakai mesin ketik sendiri terus di stempel kecil kelurahan. Saya ga komplain saat itu karena saya pikir orang walikota ga masalah as long as ada stempel dan ttd kelurahan.

 Setelah surat direvisi (dengan diketik tadi), saya ajukan lagi ke kantor walikota. dan, ditolak lagi. Malah ini mereka jadi pada marah karena dianggap menggampangkan peraturan dengan hanya mencantumkan ttd dan stempel saja. Meraka tetap ga mau, dan saya terpaksa harus kontak orang kelurahan lagi. 

Saya minta dia untuk bantuin saya baiknya gimana. Karena ini sudah molor beberapa minggu dari yang seharusnya. Setelah ada bicara dengan orang kelurahan lagi, akhirnya mereka mau bantu membuatkan surat baru dengan catatan biaya administrasi jadi 2x lipat.

1 hari mengajukan, besoknya kelar. Saya langsung registrasi lagi ke kantor walikota. Kali ini karena sudah ok, dokumen diterima. untuk proses pembuatan SIUP ini, di standing banner mereka tertulis 3 hari, tetapi realitynya sampai dengan 5 hari kerja.

Informasi kalau surat sudah selesai dan dapat di ambil saya dapat dari sms.

Setelah ngurus SIUP, saya langsung minta formulir untuk urus TDP. syarat-syaratnya sama sih dengan urus SIUP, cuman kalau TDP tidak perlu mencantumkan foto dan juga kalau ngurus TDP itu dikenakan biaya administrasi 500rb.

Jangka waktu urus TDP ini juga sekitar 5 hari kerja.  setelah ada kabar bisa diambil baru saya ke kantor walikota lagi. 

Dokumen-dokumen tsb merupakan dokumen-dokumen resmi yang harus dimiliki oleh perusahaan agar dapat menjalankan operasional perusahaan secara legal.

Baiklah, itu saja yang saya share tentang izin pengurusan dokumen-dokumen perusahaan. Pengalaman berharga juga buat saya meskipun saya musti ketemu orang kelurahan yang bikin keki, musti ngadepin orang yang judes tapi yah, mau ga mau kaaan... :D

 

Pengurusan Izin pendirian Perusahaan Baru [Part 1]

Oct 04, 2011 by Nita Puspita

Cerita lama sih, tapi sudah janji mau share disini. 

Mau cerita tentang suka duka *halah* saat ngurus-ngurus dokumen untuk pembuatan PT Mervotura. Mulai dari ngurus izin domisili sampai dengan keluar surat Tanda Daftar Perusahaan. 

Akhir bulan Maret saya, Mila dan Pak Frans menandatangani Akta Notaris yang sudah keluar untuk nama PT baru kita Mervotura Rekantara. Karena itu masih bentuk salinan (bukan yg asli) kita nunggu sekitar semingguan baru keluar akta Notaris yang asli dan juga surat pengesahan dari Mentri Kehakiman.

Setelah Akta dan surat dari kehakiman keluar, saya langsung ngurus untuk surat Domisili. Kantor kita terdaftar di daerah kelurahan Kampung Bali, jadi saya ngurus izin domisili juga ke kelurahan Kampung bali. Normalnya, pengurusan surat domisili ini paling lama 3 hari. Saat itu saya diminta uang administrasi pengurusannya sekitar 750rb. Tapi berhubung Akta notaris PT saya itu dikeluarkan di Sukabumi, jadi katanya bakal susah sekali ngurus izinnya. saya juga ga ngerti sih susahnya kenapa karena saya ada contact notaris juga katanya mustinya ga ada masalah. Akhirnya setelah ketemu lagi sama orang kelurahan, kemudian dia calling saya hari berikutnya kalau surat domisili bisa diambil saat itu juga. Saya segera kesana untuk ambil suratnya dan ngurusin dokumen selanjutnya.

Surat domisili sudah diterima, saya musti ngurus NPWP Perusahaan. cara daftarnya bisa langsung ke KPP dimana perusahaan kita berada atau juga bisa online di www.ereg.pajak.go.id . tapi sebelum bisa memperolehnya kita harus punya account terlebih dahulu disitu. Setelah daftar account, isi form pendaftaran, nanti akan ada bukti pendaftarannya. data itu di print untuk nanti dilampirkan bersama dokumen-dokumen yang jadi persyaratannya.

Dokumen-dokumen yang musti dilengkapi yaitu : fotocopy Akta Notaris, surat keterangan kehakiman, surat domisili perusahaan dan fotocopy KTP pengurus (komisaris dan direksi). Nah, dokumen tsb dilampirkan bersama hasil print out form pendaftaran online tadi. 

Ga ribet sih kalau ngurus NPWP. 3 hari selesai. hari senin ngurus, rabunya bisa ambil kartu NPWP deh. 

Selanjutnya dokumen yang musti saya urus itu adalah Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Ada beberapa kejadian lucu pas mau ngurus SIUP ini. Sebenarnya bisa dihindari sih kalau  saya sudah tau tempat ngurusnya dimana, cuman berhubung saya juga masih ga tau musti ngurus kemana ini SIUP, jadi saya browsing deh. Siapa tau gitu ada yang sudah share mengenai proses pengurusan SIUP.

Waktu itu ada dikasih link sama Pak Frans tentang pengurusan SIUP ini. di link itu katanya musti ngurus ke kantor walikota (eh, walikota atau apaa yah rada lupa saya). dimana waktu itu katanya alamatnya yang di jalan medan merdeka selatan. Yo wis, saya kesitu besok paginya. udah sampai depan kantor itu, saya nanya dulu sama pak satpam yang jaga ini bener ga tempat ngurus SIUP. Si Pak satpam sih rada kurang yakin jawabnya, tapi dia menyarankan saya untuk nanya saja ke lobby. Baiklah saya pede aja masuk situ. Sampai di Lobby, biasa.. di minta ngasih KTP, sambil ngasih saya nanya ke mas-masnya yg disitu ini kalau mau ngurus SIUP kesini bukan. Eh, dia juga ternyata ga yakin, katanya mustinya bukan di gedung ini tapi digedung sebelah yg tadi saya lewatin sebelum on the way ke gedung ini. Tapi katanya coba aja ke lantai 6. Ya terus saya kesana dong... eh, sampe sana kaget banget, bukannya tempat ngurus SIUP tapi malah satu lantai itu penuh sama polisi pamong praja semuaa :D hadehhh. pasti salah nih.. daripada tengsin, buru-buru aja saya masuk lift lagi. turun.

oia, yg bikin tambah tengsin lagi adalaaah, saya pake high heels saat itu dan almost copot sodaraa.. =.=

untung masih tahan sampe pulang.

penasaran saya  pergi ke gedung sebelah. Ada sih di pintunya tertulis "Pengurusan Surat izin lewat sini" gitu. Ah, dalam hati saya pikir kayanya memang bener disini deh. Pas sampai di depan ruangannya, pegawainya lagi istirahat. Nunggu lagi deh. Ada 2 orang bapak-bapak waktu itu yg lagi nunggu juga sama disitu. Sambil pasang muka senyum (hadehhh) saya negur bapak-bapaknya. 

"Pak, ini kalau mau ngurus SIUP bener yah ngantrinya disini?" | "SIUP? bukaaan... disini buat ngurus Surat izin jasa konstruksi.."

Nah loh. Terus saya nanya lagi mesti kemana ngurusnya. Bapak itu tanya domisili perusahaan saya dimana, saya bilang di Thamrin. Oh katanya kalau di daerah Thamrin musti ngurus yang kantor walikota tanah abang bukan di sini. Langsung deh saya nanya arah-arahnya dan naik apa dari situ kalau mau ke tanah abang.

Setelah berterima kasih sama bapak itu, saya langsung ke depan dan nunggu metro mini ke arah tanah abang. Tapi ternyata tidak diturunkan di depan kantornya, jadi harus nyambung lagi naik angkot. 15 menitan nyampe di gedung walikotanya.

Sampai sana sudah sepi, karena sudah hampir jam 4. Para pegawainya masih ada disitu sih. langsung saya tanya mau ngurus SIUP gimana. Dia kasih saya selembaran syarat-syarat yang musti dilengkapi sama formulir pendaftarannya.

Jadi hari itu hanya bisa ambil formulir doang which is means, hari berikutnya baru bisa urus lagi.

continue to the next post

 

Dokumen kelengkapan Pajak

Oct 02, 2011 by Nita Puspita

Menjalankan company, mau model seperti apapun company kita, pasti akan berhubungan dengan yang namanya pajak. Mau perusahaan skala kecil, menengah apalagi besar tidak akan terlepas dari pajak. sebut saja, PPh 21, PPN , witholding tax, PBB, dan pajak lainnya yg berhubungan dengan operasional kantor. 

demikian juga dengan Mervotura. Sebagai warga negara yang baik maka harus taat pajak. terlepas dari isu korupsi / penggelapan uang pajak yang terjadi akhir-akhir ini (pasti tau dong kasusnya Gayus tambunan). 

Kebetulan untuk urusan pajak ini, saya yang pegang. Mau tidak mau, harus mengerti pajak juga. sempat kelabakan sih pas pertama kali buat faktur pajak. beberapa kali salah format bahkan sampai salah ngisi ~~"

saya bingung apa itu faktur pajak, musti kaya gimana buatnya terus gimana juga ngitung pajaknya. ternyata untuk yang baru pertama kali mengeluarkan / membuat faktur pajak, ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi juga loh. Kadang client kita juga perlu dokumen-dokumen kelengkapan itu.

pertama, tentu saja format Faktur Pajak. karena pajak itu sifatnya dinamis, jadi format faktur pajak juga bisa berubah sewaktu-waktu yang artinya format lama bisa saja tidak berlaku lagi. untungnya saya punya teman yang kerja di salah satu kantor pajak di Jakarta. Saya tanya-tanya dia mengenai faktur pajak dan format faktur pajak yang terbaru pun saya dapat dari dia.

sekalian deh saya sharing disini format faktur pajak yang terbaru. silakan di download disini

 kedua, kita perlu dokumen yang namanya Surat Pengukuhan Faktur Pajak. Kalau yang ini kita perlu minta ke KPP dimana perusahaan kita berada. biasanya ada perlu bawa beberapa dokumen perusahaan seperti fotocopy akta perusahaan, npwp, ktp pengurus, SIUP, TDP dan surat keterangan domisili. Proses pengurusannya biasanya paling lama 2 hari.

contoh surat Pengukuhan PKP nya seperti ini 

ketiga, kita juga perlu yang namanya Surat Pengesahan Penandatangan Faktur pajak. Surat ini dibuat oleh perusahaan dan ditandatangani oleh orang yang berhak menandatangani Faktur Pajak yang nantinya diajukan/dikirimkan ke KPP dimana kantor kita berada sebagai pemberitahuan. 

 format suratnya seperti ini

Nah, biasanya nanti ketika kita kirim tagihan / invoice ke client, dokumen-dokumen tadi juga dilampirkan. Terus, jangan lupa setiap akhir bulan, semua penerimaan pajak dari kegiatan perusahaan harus dilaporkan ke kantor pajak. 

Dulu, waktu masih belajar di bangku sekolah, pajak itu cuman ngerti teorinya doang. sekarang dituntut mengerti dan menjalankannya. Learning by doing. 

saya juga perlu belajar lagi ini tentang pajak. nanti kalau ada update baru lagi saya share disini juga deh. sekarang itu saja dulu yang bisa saya share, semoga bermanfaat.

 Nita

 

Mervotura, in bullets

Oct 02, 2011 by Nita Puspita

Belajar untuk aktif kembali menulis disini. Setelah lama hiatus dari aktivitas blogging (disini). Sebenarnya banyak hal yang ingin saya share, yang ingin saya tulis disini, tapi entah kenapa semua cerita, semua ide itu hilang kalau sudah didepan lembar nulis ini *well, call it as excuses* :p

Saya sudah pernah posting tentang business unit baru di Meruvian belum yah? ah, melihat dari postingan terakhir, sepertinya belum pernah saya tulis deh disini. Jadi sekarang Meruvian memiliki business unit baru yang berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT). Berdasarkan akta notaris, nama PT dari Meruvian Group ini adalah Mervotura Rekantara. didirikan pada tanggal 23 Maret 2011.

Di Mervotura ini, saya diberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai CEO dan Mila sebagai CTO dengan sejumlah saham yang di share. Pak Frans sendiri di Mervotura ini menjabat sebagai Komisaris. Dengan didirikannya Mervotura, diharapkan dapat membantu bagi siapa saja yang ingin menjadi seorang technopreneur. Mervotura memberikan fasilitas untuk bergabung dibawah group Meruvian, mendirikan business unit baru dengan technopreneurship. Intinya, jika kita ingin belajar menjadi seorang 'boss' atau 'owner' dari pekerjaan atau perusahaan kita sendiri, maka dengan Mervotura lah partnernya. 

Selain itu, Mervotura juga mengelola semua operasional dan kegiatan Meruvian yang bersifat komersial. Kenapa demikian? Kami memang sengaja memisahkan kegiatan antara edukasi dan komersial. Untuk setiap aktivitas yang berkaitan dengan edukasi seperti kerja sama dengan SMK, politeknik dan kampus-kampus, itu merupakan Fokus Meruvian. sedangkan untuk aktivitas yang berkaitan dengan project dan service-service yang sifatnya komersil, itu menjadi fokus Mervotura. 

Walaupun didirikan pada bulan Maret 2011 lalu, untuk operasional perusahaan baru dimulai bulan September kemarin dengan mengerjakan dan menerima beberapa client dari bidang telekomunikasi dan ada juga dari media entertainment. 

Redefining Solution

Mervotura memberikan solusi-solusi bisnis dalam hal pengembangan aplikasi dan integrasi. Memberikan layanan bagi perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan pengembangan dalam bisnis baik secara internal maupun kaitannya dengan customer/client.

Kedepannya, saya berharap, Mervotura dapat menjadi perusahaan yang besar dan bonafit. Dengan terus belajar saya berharap dapat memberikan yang terbaik untuk Mervotura. Dan ketatnya persaingan di era globalisasi ini, akan terus menjadi motivasi dan pecutan bagi kami untuk terus growing.

 

membuat penomoran faktur penjualan

Oct 20, 2010 by Nita Puspita

Untuk membuat penomoran Faktur Penjualan (Invoice customer) sebelum melakuan transaksi kita harus melakukan configurasi terlebih dahulu. Caranya yaitu :

 

v     Dari menu utama ke Performance Analysis | Accounting Rules | Document Sequence.

v     Window Document Sequence akan muncul.

v     Cari Document Sequence : AR Invoice

v     Rubah tampilan tabelnya dari grid ke toggle

v     Pada kolom Current Next, tuliskan no yang ditentukan.

v     Bisa juga menambahkan Prefix dan Suffix.

v     Klik Save dan no Invoice untuk penjualan akan sesuai dengan running number yang kita buat tadi.

 

Connecting Object

Oct 13, 2010 by Nita Puspita

Hai Reader, bagaimana kabar Anda minggu ini? Tetap semangat pastinya walaupun Jakarta diguyur hujan terus.. :)


ah, saya mau menepati janji saya dulu.. yang sempat kepotong dengan beberapa postingan minggu-minggu kemarin..


Yup, kali ini saya mau coba melanjutkan materi BPMN nya yang sempat terpending. Kemarin kita baru sampai pada penjelasan Flow Object kan yah? Ok. Sekedar mengingatkan kembali element pokok pada BPMN itu ada 4 yaitu Flow Object, Connecting Object, Swimlanes dan Artifacts.


Untuk bahasan kali ini yang mau dibahas yang Connecting Objectnya. Apa itu yang dimaksud dengan Connecting Object?


Connecting Object atau Connection Object adalah element utama yang menggabungkan dua buah Flow Object didalam sebuah proses. Connecting Object ini juga terdiri dari beberapa jenis yang dapat dibedakan kedalam 3 jenis, yaitu :

Sequence flow

Message flow

Associations


Sequence Flow digunakan untuk menunjukan dimana perintah dari Flow object pertama akan menjalankannya didalam proses dan dilanjutkan dengan proses selanjutnya (flow Object berikutnya).


Berikut adalah contoh bentuk dari Sequence Flow.


[image1]


Terus, kalau Message Flow.. dia adalah bentuk connector yang digunakan untuk menunjukan alur pesan yang akan dikirim atau diterima oleh kedua Role/Pelaku. Misalnya Direktur utama memerintahkan A kepada Manager Departemen warehouse untuk nantinya Manager tsb akan memerintahkan juga ke anak buahnya.. jadi menggunakan bentuk connector ini..


Berikut adalah contoh dari Message Flow.


[image2]


Selanjutnya ada Associations.

Association adalah alur yang digunakan untuk menghubungkan informasi dengan Flow Object. Jadi kalau yang Sequence tadi hanya menghubungkan Flow Object dengan Flow Object saja, sedangkan kalau Association, dia bisa menghubungkan Flow Object dengan Text ataupun gambar.


Berikut adalah contoh dari Association.


[image3]


Nah. Segitu dulu saja yah postingannya. Sebenarnya bercabang juga nih, disatu sisi pengen posting tentang Adempiere (lagi), disisi lain, inget masih ada janji update tentang BPMN. Terus juga pengennya nulis cerita-cerita pas hari sabtu kemarin ke Depok..


well, let me tell you all next time. Enough for now..

 

 Good Nite Reader.. 

 

 

~Nita~

 

Seminggu ini

Oct 06, 2010 by Nita Puspita

it's blog time. tidak terasa sudah seminggu berlalu dari terakhir kali ngeblog.

well, that's because time flies, right? :)

mau ngeblog apa hari ini.. bingung juga sih, masalahnya seminggu kemarin sibuk ngurusin untuk yang mau training JAVA 1.  Insya Allah rencananya akan dibuka tanggal 18 Oktober nanti, dan alhamdulillah telah ada 7 org yg sudah fix, dan 2 orang yang masih menunggu konfirmasi. mudah-mudahan saja mereka juga positif mau ikut.. :)

buat Reader, yang mau ikut training Java 1 (OOP)  kelasnya masih dibuka sampai tanggal 18. tempatnya kita akan adakan di kampus Gunadarma. semoga bisa berjalan sesuai rencana.. ;)

oia, hari senin sama selasa kemarin.. saya sama Dias juga mengunjungi anak-anak Magang yang di Tanjung duren. ada 20 anak yang riset dan project disana.  Dias meriksa kerjaan mereka sudah sampai mana, sedang saya meriksa tempat tidur, kebersihan dapur, dan kamar mandi.. yah, a little bit shock juga sih.. tapi maklum, penghuninya kan 20, dan pasti karakter mereka beda-beda. kalau yang satu bersih-bersih, pasti yang satunya lagi kerjaannya yang ngotorin. *no offense ya buat anak Tj. Duren :) *

 mengenai kebersihan dan kenyamanan, menurut saya sih itu masalah habit doang.. jika kita dibiasakan untuk rapi, teratur, dan saling menghargai privasi orang lain, ya ga masalah. 

sebelumnya juga ke camp yang di Depok, lebih banyak malah anak-anaknya.. tapi mereka sudah mulai teratur.. sudah ada kursi dan meja sekarang. walaupun masih kegerahan kalau siang, tetap semangat yah... semoga bisa cepat kebeli ACnya. 

Selasa siang, ke kedoya ketemu pak Ali.. belajar Adempiere untuk set up pertamanya. nantinya akan digunakan untuk semua transaksi yang terjadi dalam pengurusan camp dimasing-masing tempat. jadi dibedakan.

dari hasil meeting kemarin sih, baru setup client, Chart of Account dan transaksi-transaksi yang mungkin terjadi saja. Saya sih baru mau coba di komputer.. cuman ini ternyata postgresnya ngambek, minta di install ulang...

by the way.. maaf banget nih, postingan kali ini ga ada hubungannnya sama BPMN.. padahal saya sudah janji yah, mau lanjutin materi BPMN. Materi sih ada yang mau di post, cuman belum sreg saja, terus masih berasa kurang.. jadi belum bisa saya post dulu harap sabar yah bagi Reader yang menunggu lanjutannya.. Insya Allah saya akan lanjutkan kok di postingan mendatang.

hmmmm..  apalagi yah... cerita cuaca, karna sudah masuk bulan Oktober, yang notabene nya musim Hujan.. jadi as always, hampir seharian hujan akhir-akhir ini di Jakarta. dan kalau sudah bahas hujan, pasti bahas banjir. jakarta dan hujan dan banjir. Tadi saja petugas perpustakaan di kampus, katanya ga bisa masuk karena rumahnya terkena banjir sampai setinggi dada orang dewasa. hueehh.. 

 eh, ini sudah kaya curhat saja yah saya nulis? yang penting kan tidak keluar dari konteks blognya sendiri toh. blog itu adalah diary atau jurnal pribadi seseorang yang di share ke orang lain yang membacanya. jadi kalau mau cerita, mestinya tulisan ini ga masalah dong ya.. :)

well, sekian dulu saja untuk hari ini.. let's share more next.. :)

 fighting!! 

 

Flow Object

Sep 29, 2010 by Nita Puspita

Hot issue saat ini adalah Jakarta akan tenggelam. Serem banget bacanya. Apalagi pas sudah lihat bongkahan jl. RE Martadinata yang hancur itu. Dari yang saya lihat TV, setiap tahun daerah Kamal, Kapuk, dan jakarta utara lainnya mungkin khususnya Kapuk kali yah mengalami penurunan tanah sekitar 5 s.d 7 cm. Apa yang terjadi 50 tahun kemudian??

kalau hanya dibayangkan saja sih memang ngeri banget rasanya. Tapi ini artinya kita harus ambil tindakan dong, gimana caranya agar jangan sampai prediksi Jakarta tenggelam itu terjadi. Saya sih mengharapkan Pemda setempat untuk lebih cermat lagi lah dalam pembangunan. Jangan asal bangun saja, tanpa memperhitungkan aspek-aspek lingkungan lainnya yang mungkin akan berpengaruh. Seperti di PIK itu, katanya seharusnya itu adalah tempat penyerapan air, tapi kenapa malah dibangun apartemen, tempat golf, dll.

Well, ga akan kelar juga sih kalau terus-menerus bisanya hanya saling menyalahkan saja. Yang pasti, bapak-bapak pemerintah disana lebih tau.

Oh, yah.. walaupun Jakarta tenggelam lagi jad,i Hot issue saat ini, tapi saya tetap tidak lupa janji saya pada postingan sebelumnya dong. Saya mau bahas sedikit mengenai core element pertama pada BPMN yaitu Flow Object.

Flow object adalah elemen utama yang menggambarkan karakteristik dari sebuah bisnis proses. Flow Object terdiri dari 3 elemen yaitu Event, Activities dan Gateway.

Event. Event adalah sesuatu yang terjadi selama rangkaian dari sebuah business proses. Event ini mempengaruhi alur dari proses dan biasanya memiliki sebuah tindakan atau sebuah hasil.

Simbolnya adalah bentuk lingkaran dan berdasarkan alur pengaruhnya, terdapat 3 jenis event yaitu Start, Intermediate dan End event.

Start Event ini adalah simbol yang mengindikasikan sebuah proses yang akan dimulai. Kemudian, Simbol Intermediate terletak diantara Start Event dan End Event. Simbol Ini akan mempengaruhi alur proses, tetapi tidak akan memulai atau secara langsung menghentikan proses. End Event, di indikasikan sebagai simbol untuk mengakhiri sebuah proses.

Nah, sekarang Activities. Activities adalah syarat atau point utama untuk menjalankan apa yang perusahaan kerjakan. Jadi Activities itu adalah bentuk dasar dari pelaksanaan proses.

 

Elemen Dasar BPMN

Sep 22, 2010 by Nita Puspita

Setelah libur lebaran panjang kemarin, baru sempat hari ini nih ngeblognya. Sebelumnya saya mau mengucapkan Minal Aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir batin, buat Reader.. Ya, walaupun sudah lama banget dari hari Lebarannya, tapi kan saling memaafkan itu bisa setiap saat toh :)

Ok, back to the topic postingan kali ini masih tentang anotasi BPMN. Kalau postingan kemarin bahas simbol-simbol sederhana dari flowchart atau simbol-simbol sederhana yang digunakan dalam membuat sebuah flowchart, nah postingan kali ini saya ingin memberikan beberapa simbol atau kalau dalam BPMN disebutnya anotasi yang ada dalam BPM yang umum digunakan.

Secara garis besar, anotasi BPMN dibagi kedalam 4 element yaitu :

  1. Flow Object
  2. Connecting Object
  3. Swimlanes
  4. Artifacts

 

Flow object adalah elemen utama yang menggambarkan karakteristik dari sebuah bisnis proses. Flow Object terdiri dari 3 elemen yaitu :

  • Events
  • Activities
  • Gateway

Connecting Object adalah elemen yang menghubungkan Flow object. Flow Object juga memiliki 3 jenis elemen yaitu :

  • Alur Sequence (Sequence flow)
  • Alur Sequence (Sequence flow)
  • Alur Pesan (Messege Flow)
  • Asosiasi (Association)

Kemudian, apa itu Swimlanes ?
Swimlanes adalah pengelompokan dari beberapa model elemen, ada 2 jenis yaitu :

  • Pools
  • Lanes

yang terakhir yaitu Artifacts. Artifacts adalah elemen yang digunakan untuk memberikan informasi tambahan dari sebuah proses. Bentuk dan penggunaan artifacts itu bermacam-macam dan bisa lebih luas tergantung dari standar pengertian BPMN yang digunakan. Saat ini terdapat 3 setingan pengaturan artifacts, yaitu :

  • Data Object
  • Group
  • Annotations

berikut adalah bentuk-bentuk anotasinya.


untuk postingan sekarang sampai sini dulu ya.. Insya Allah, di postingan berikutnya kita bahas lebih detail lagi. terutama untuk Flow Object dulu..

semoga bermanfaat.

 

 

Nita Puspita

 

 

Simbol-simbol Flowchart

Sep 01, 2010 by Nita Puspita

Sebelumnya, di postingan minggu kemarin saya telah membahas mengenai BPMN walaupun baru sebatas overviewnya saja. Minggu ini, saya akan coba dulu membahas mengenai simbol-simbol diagram algoritma sebelum kita lanjut ke materi BPMN yang lain.

 

Tujuannya sih ingin membandingkan saja..antara simbol-simbol (anotasi) pada BPMN dan simbol-simbol yang ada pada diagram Algoritma. Kebetulan di kost an ada yang punya buku tentang diagram tsb.

 

Kalau di materi perkuliahan,khususnya yang mengambil jurusan Sistem Informasi, flowchart ini merupakan materi yang paling awal, sebelum akhirnya mempelajari lebih jauh tentang diagramnya.

 

Dari hasil yang saya pelajari untuk materi flowchart itu, saya menemukan rincian simbol-simbol yang digunakan untuk membuat flowchart. Tidak se kompleks anotasi BPMN memang, tapi cukup dimengerti bagi yang ingin belajar flowcharting.

 

Berikut adalah simbol-simbol yang digunakan untuk membuat flowchart sederhana :

 

 

apa itu BPMN

Aug 25, 2010 by Nita Puspita

Been in a hectic day lately. Beberapa hari terakhir saya mengumpulkan timesheet dari para developer yang sedang outsourcing ke project.

Sudah lumayan lama juga sih.ada yang 3 bulan baru dicekin timesheetnya, ada yang sebulan, ada yang belum bikin timesheet sama sekali. Bervariasi. Dan semuanya itu harus segera dicek.

Postingan kali ini, bukan mau bahas gimana susahnya ngecekin timesheet yah.. :)

tapi sesuai judulnya, mau nulis sedikit info mengenai BPMN.

Jujur, saya juga baru belakangan ini kenal sama yang namanya BPMN. Selama ini seringnya kenal sama yang namanya flowchart atau SOP saja.

 

Jadi apa itu BPMN?

Well, BPMN itu singkatan dari Business Process Modeling Notation yang artinya adalah sebuah grafik notasi yang menggambarkan logika dari langkah-langkah dalam dalam sebuah alur business process.. Notasi ini secara khusus dibuat untuk mengkoordinasikan rangkaian proses dan pesan-pesan yang terjadi antara partisipan/role di dalam aktivitas yang berbeda.

Grafik notasi. Seperti simbol-simbol yang mempunyai arti tersendiri. Contohnya jika didalam SOP, simbol lingkaran itu menandakan bahwa terjadinya awal atau permulaan dari proses, di dalam BPMN juga sama, tetapi dia lebih detail dan spesifik. Selaini itu simbolnya bervariasi.



terus, untuk apa sih BPMN itu?

BPMN ini dibuat untuk memudahkan dan memperjelas aktivitas yang terjadi dalam suatu business process. Di perusahaan misalnya, aktivitas pemesanan barang sampai pengiriman barang ke customer. Ini diperlukan suatu alur yang mana nantinya agar tidak terjadi misleading. Terutama untuk meminimalisasi kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses tsb.

Dengan BPMN ini kita bisa tau si A itu dia bertanggung jawab dibidang apa, dan apa ruang lingkupnya. Jika suatu saat terjadi kesalahan, misalnya barang belum sampai ke customer. Maka bisa dicek, hambatan tsb datangnya darimana. Bermula dari role siapa.

Membuat BPMN itu susah-susah gampang. Kalau tinggal gambarnya saja sih gampang. Yang susah itu adalah menganalisa alurnya.

Nanti deh di postingan berikutnya saya kasih lihat gimana cara membuat BPMNnya.

Sekarang biar penasaran, segitu saja dulu.. :)

 

« February 2012
SunMonTueWedThuFriSat
   
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
   
       
Today

Links

Feeds

Navigation