« Aplikasi Web Java | Main | Tipe Kepribadian... »
http://blogs.mervpolis.com/roller/sfranklyn/date/20080128 Monday January 28, 2008

Soeharto Modar

Hore. Akhirnya Soeharto modar juga.

Selamat menikmati neraka Soeharto. Kiranya dosa-dosamu diingat orang dan bukan cuma jasamu dan semoga tidak ada lagi orang Indonesia yang mengikuti teladanmu. Selamat modar Bapak Kemiskinan dan Kebodohan Indonesia.



Posted by Samuel Franklyn [General] ( January 28, 2008 10:45 AM ) Permalink
Comments:

kasar amat si...

sejelek2nya beliau juga mbangun ni negara

Posted by Rizzatama.NS on January 30, 2008 at 10:50 AM WIT #

Tapi jumlah orang yang dibunuh Suharto dan antek-anteknya jumlahnya sukar dihitung. Sukar dihitung karena banyak yang kuburnya nggak ketahuan dimana. Terus apa itu sebanding dengan jasanya membangun negara ini? Coba pikir kamu mau punya presiden macam Suharto lagi? Misalnya dalam pimpinan tuh presiden tiap tahun pertumbuhan ekonomi 20% tapi dia juga bunuh 20.000 orang yang menentang kepemimpinannya. Mau?

Posted by Samuel Franklyn on January 30, 2008 at 11:21 AM WIT #

orang yang dihajar kan orang yang macem2.. yang aneh2

indonesia dulu dibuat tenang biar bisa konsen dalam satu jalur. dan kerasa kan?

bandingkan dengan sekarang? mana yang berkembang, hak ngomong si bebas, orang juga jadi tambah pinter dengan adanya kebebasan media, cuman apa sekarang juga orang indonesia mau diatur?
di atur gini, bilang atas nama HAM lah, dll dll

terus apakah kita sekarang dalam satu jalur dan satu misi? yah... sapa yang tahu si, cuman sekarang si kerasanya pada jalan sendiri2
ga ada yang atas nama negara, CMIIW

apapun bentuknya, sekarang beliau udah almarhum, layaknya di hargai sebagai orang yang mendahului kita.

http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/soeharto/biografi/index.shtml

CMIIW

R

Posted by Rizzatama.NS on January 30, 2008 at 11:51 AM WIT #

Oh jadi membunuh orang tanpa ada proses pengadilan yang terbuka dan adil itu sesuatu yang bagus ya?

Nggak ada manusia seaneh apapun, semacem-macem apapun dan sejahat apapun yang boleh dibunuh tanpa proses peradilan yang terbuka dan adil. Pembunuhan tanpa peradilan adalah kejahatan kemanusiaan yang amat biadab dan keji.

Tuhan saja sebelum masukin orang ke neraka bakal mengadili manusia tersebut secara terbuka dan adil.

Jelas Suharto dengan tindakannya yang membunuh banyak orang tanpa lewat proses peradilan adalah seorang jahat yang tidak takut akan Tuhan.

Ingat baik-baik sampai akhir hayatnya Suharto nggak pernah bertobat dan menyesal akan tindakannya membunuh lawan-lawan politiknya tanpa pengadilan.

Apa lu sudah lupa akan tindakan Suharto yang membunuh Sukarno secara pelan-pelan dengan mengkarantina dia? Apa pernah Suharto bertobat dan menyesal akan hal ini?

Posted by Samuel Franklyn on January 30, 2008 at 02:27 PM WIT #

cuman dulu mana ada yang berani ngadili?
kalo memang ada, mungkin sudah selesai kasus ini,

sekarang beliau udah ga ada, n misalnya memang benar2 salah, sudah ada hukumannya sendiri di 'sana'

rasanya ga perlu lah kita jelek2in yang udah 'duluan'

CMIIW
Sorry

Posted by Rizzatama.NS on January 30, 2008 at 03:46 PM WIT #

Kamu menuduh gua menjelekkan Suharto? Menjelekkan itu artinya gua mengatakan sesuatu itu lebih jelek dari fakta aslinya. Nah sekarang tolong jelaskan berdasarkan posting awal gua. Kalimat mana dari posting awal gua yang menjelekkan Suharto?

Gak usah dijelekin juga kelakuan Suharto juga sudah jelek. Makanya gua bilang semoga jangan ada lagi orang Indonesia yang ikut teladan Suharto. Kalau mau menjadikan teladan sebaiknya Mohammad Hatta bukan Muhammad Suharto. Sama-sama nama depan yang bagus tapi kelakuan beda jauh kayak beda malaikat dan iblis. :-p

Posted by Samuel Franklyn on January 31, 2008 at 06:06 AM WIT #

iblis?

Posted by Rizzatama NS on January 31, 2008 at 11:11 AM WIT #

p'harto banyak salah, emang bener dan semua orang tau termasuk gw.. tapi beliau juga punya jasa.. terhadap kemajuan negeri ini..

Sukarno (toh beliau juga ga buat kita menjadi sangat maju, kecuali namanya sendiri yg maju)
Club ciganjur (amin, gusdur, mega) saat mimpin ya podo wae ga ada perubahan.. ya emang kita baru sbatas blajar atau sbatas OMDO (ya.. omong doang)..

keritik dikit dari tulisan lo..
1. Ga mesti pakai kata modar lah.. toh dia bkn binatang
2. "selamat menikmati neraka.." loh emang apa iya kita bisa jamin siapa yg msk neraka or surga, toh itu hak yg maha kuasa
3. Bapak kemiskinan & kebodohan indonesia.. ya memang banyak ketidak adilan dan kecurangannya, saat itu aku ga miskin & bodoh koq.. dan aq rasa masa itu banyak rakyat kita yg pintar dan lumayan mapan lah..

nah cuma itu sih masukan dari ku ya smoga bisa diterima..

Posted by asep on January 31, 2008 at 12:55 PM WIT #

1. Yah berhubung ini blog gua dan merupakan pendapat gua pribadi. Kata itu tetap akan gua pakai. He he he. Yang jelas kata-kata itu bukan bohong kan. Kasar memang tapi fakta :-p

Posted by Samuel Franklyn on January 31, 2008 at 04:27 PM WIT #

2. Itu keyakinan gua. Kalau orang sampai mati nggak pernah ada pengakuan di depan umum akan kesalahannya maka orang itu belum bertobat. Pengakuan saja nggak cukup lho. Selain pengakuan maka orang itu harus berani melakukan perbuatan yang merupakan bukti dari pengakuannya. Dalam kitab yang gua percaya ada orang pemungut cukai. Pemungut cukai jaman itu salah satu kerjanya ya memeras orang. Nah pada saat dia bertobat dan mengakui kesalahannya maka dia kasih separuh hartanya buat orang miskin dan semua orang yang pernah dia peras dia kembalikan uangnya. Nah itu baru namanya bertobat. Jelas Suharto belum bertobat kalau menurut keyakinan gua. Orang belum bertobat ya masuk neraka. Masuk neraka atau surga jelas hak Tuhan. Tapi gua yakin orang nggak bertobat itu masuk neraka. Dari apa yang gua tahu Suharto nggak pernah mengaku bersalah dan melakukan tindakan yang sesuai dengan pengakuan salahnya.

Posted by Samuel Franklyn on January 31, 2008 at 04:28 PM WIT #

3.Kalau menurut pengamatan gua krisis moneter yang menjadikan bangsa Indonesia lebih miskin adalah salah Suharto. Faktanya dalam kondisi krisis Suharto malah mundur. Soal kebodohan itu terlihat jelas dari sistem pendidikan Indonesia saat dia menjabat. Pelajar itu secara sistematis lewat kurikulum dibikin cuma bisa menghafal dan bukan memecahkan masalah. Coba bandingkan kurikulum saat ini dengan jaman Suharto. Sangat berbeda jauh. Jaman dulu itu pelajaran di sekolah tujuan utamanya indoktrinasi bukan bikin siswa berpikir mandiri.

Masukan asep nggak diterima :-P

Lanjut. Pemrotes berikutnya silahkan maju. Ini yang gua senang di jaman reformasi. Semua bebas berpegang pada pendapatnya masing-masing. Bwa ha ha ha. Dan itu yang paling gua benci dari Suharto: Membungkam pendapat orang lain.
Gua memang orang kasar tapi nggak bakal gua kepengen orang lain dibungkam.

Posted by Samuel Franklyn on January 31, 2008 at 04:30 PM WIT #

klo kt gw krisis moneter yg terjadi emang awalnya dr suharto.. tapi klo sampai sekarang msh ada itu jg penyebabnya pemimpin berikutnya cuma bisa omdo, dan jujur gw plng benci ama pjbt yg ga mampu trus suka bilang ya akibat 32 th yg lalu, padahal waktu belum dipilih udah yakin bisa rubah dg 1000 janji....

Posted by asep on February 04, 2008 at 12:11 PM WIT #

pola pnddkan skrng kt gw msh sama aja cuma beda format aja.. dan kebebasan bicara yg terjadi jurtru bebas ga tanggung jawab cuma bisa protes tp ga bisa berbuat... dan ini terjadi disemua sisi negeri sampai swasta

klo korup sampai sekarang sama aja bedanya dulu dimakan satu klompok sekarang bagi2 dan banyak dalih
lihat aja dari acara dalih study banding lah perpisahan lah intinya sama aja dulu dan skrng sama2 seneng korup..
Jadi intinya bukan seberapa besar kita bisa comment tapi apa yg bisa kita buat..
gw coba idealis di tempat kerja.. ya walaupun dampaknya gw sering phk dan jadi loncat2 ga mslh yg penting gw udah berbuat nyata..

Posted by asep on February 04, 2008 at 12:12 PM WIT #

Gw setuju bgt ama bung Samuel.
Emang Soeharto tampangnya lugu tapi sebenarnya kriminal.

Posted by Helmy on February 12, 2008 at 09:16 AM WIT #

Post a Comment:
Comments are closed for this entry.