tips balsamiq mock up

Okt. 24, 2011

Posted by senja ananda under General
0 Comments | Permalink

Lagi dapet project yang mengharuskan kita untuk membuat Information Architecturenya. Kebetulan lagi dapet role untuk membuat mock up. Nah walaupun beberapa bulan terakhir sudah berkutik dengan balsamiq, tapi kali ini iseng iseng berhadiah pas googling nemu beberapa tips. Dan mulai coba coba deh, eh ternyata tips balsamiq banyak banget. Hehehe (kemana aja buuu..). Daripada ntar lupa mending di save aja lewat blog. hehe


Label digunakan untuk menampilkan single text. Selain itu text juga terdapat pada table, tree pane, arrow pane dll. Komponen-komponen tersebut ada pada Balsamiq. Pasti ribet sekali bukan jika kita harus menambahkan 2 label untuk satu kata dengan beberapa warna :) Nah ada tipsnya.

Untuk multiple warna dalam satu kata code nya seperti ini :



terlihat? Braket {color:#ffff00}text{color} adalah syntax yang mirip dengan syntax yang ada di html. Jadi kita bisa mengubah warna text dalam satu label. Dan kita bisa mengisi nya dengan berbagai warna yang ada :) Menarik bukan?


Untuk style dari text ada juga karakter yang bisa digunakan. Berikut tipsnya



Nah untuk hasil dari yang atas bisa dicoba sendiri. heheh biar penasaran ;)


Happy wireframing.. ^^a

Thanks and Farewall dari Magang Dalam Negeri

Mei. 13, 2011

Posted by senja ananda under General
0 Comments | Permalink

Hari kemarin adalah hari yang cukup menarik. Sudah satu tahun saya berada di Meruvian, dan baru kemarin benar benar menghadapi kalau pengemplangan magang itu memang ada. Dan indahnya itu terjadi dari sekolah bertitle negeri.


Jadi ada sekelompok anak magang yang datang ke Meruvian, sekolahnya yakin kalau anak anak yang mereka kirim nantinya akan bisa menaikkan grade sekolah mereka serta setidakanya ada beberapa yang sukses. Tapi bagaimana mau sukses jika baru beberapa hari datang sudah ada yang pulang ke kampungnya lagi. Miris dengarnya ==a
Tapi kami masih menerima yang lainnya, kontrak magang pun diterima dengan panjang masa magang selama 6 bulan.

Tetapi..
Saat bertemu dengan guru yang menangani anak anak yang magang kesini sang guru malah bilang,"tapi kalau nanti anak saya tidak betah boleh saya jemput pulang kan pak?" pertanyaan apa itu?? Padahal disini banyak anak yang notabene nya dari sekolah luar negeri(red:swasta) satu tahun magang di sini. Dan sekolah maupun guru yang memantau disini dengan pasti mengatakan kalau mereka yang magang disini mau tidak mau harus betah dan mengerjakan apa yang diperintahkan oleh perusahaan. Menarik bukan? Atau mungkin memang sekolah luar negeri(red:swasta) lebih baik dari sekolah negeri?? =)


Dan sekarang ini, dalam hitungan 4 bulan sejak anak anak itu magang mereka menyatakan kalau mereka ingin kembali ke sekolah saja. Anehnya kita sudah tidak kaget dengan hal itu. Tapi kemudian terjadi pengemplangan disini. Anak magang disini harusnya setiap bulan membayar 150 ribu setiap bulan untuk membayar uang sewa atas rumah yang mereka pakai untuk tinggal selama ini. Tapi ternyata mereka belum membayar. Bendahara di setiap camp sudah menagih, tapi kemudian mereka berdalih kalau mereka belum mendapatkan kiriman dari rumah. Tapi itu berangsur angsur terus, mereka berdalih belum di transfer dari rumah tapi mereka bisa berbelanja ke mall. Apa mall sudah memberikan diskon 100% ???


Saat bendahara bertemu dengan guru dari smk yang menangani magang disini sang guru mengatakan kalau sesampainya disana akan langsung ditagih dan di transfer kan kesini. Yah kita hanya bisa menunggu apakah akan di transfer kesini atau kemana. :)


Hanya saja kalau anak magang dari smk6 ini tidak membayar iuran, bagaimana pembayaran sewa rumah untuk bulan selanjutnya?? Apakah saya bermimpi buruk?

nb : ada farewall kah???

Repot Kuliah or Kuliah Repot

Apr. 22, 2011

Posted by senja ananda under General
0 Comments | Permalink

    Such a bad day today. Mengingat tugas kuliah yang banyak dan banyak pula yang belum terselesaikan membuat semakin malas untuk berangkat kuliah. Belum lagi jauhnya hunian dari kampus. Jakarta-Depok gitu, macetnya ga kira kira, apalagi berangkat ke kampus bareng orang orang pulang kerja. yang berdasarkan pengalaman berkali kali menelan waktu 2 jam, bisa lebih. Jadi sebutkan alasan kenapa kita harus ke kampus. Program beasiswa yang saya dapatkan memang menguntungkan. Saya mendapat beasiswa 100%. :) Tapi sekaligus bikin jengkel juga, karena saya ngurus semua muanya paling akhir. Bahkan Kartu Rencana Studi pun baru bisa ngurus di hari terakhirnya terakhir(baca:telat). Apalagi untuk tambahan tambahan yang sifatnya tidak primer.
    Paling jengkel kalau pas kuliah. Ketika saya sudah berusaha dengan susah payah untuk datang mengikuti perkuliahan ternyata dosen tidak masuk. Sakit sekali rasanya. Malah ada teman saya yang masuk sekali dan ternyata dosennya tidak datang. Dan sekarang dia harus pergi ke luar kota untuk mengerjakan project dari kantor. Walhasil sampai sekarang dia tidak tau bagaimana perangai sang Dosen. ;) Ada juga dosen yang menyiapkan materi dengan buku setebal gajah tetapi jarang masuk. Ketika masuk pun hampir selalu telat, dan hanya menerangkan selama kurang dari satu jam. Kalau yang sudah berlatar belakang materi yang diberikan tak masalah, kalau yang belum? Itulah nasib. :P
    Apalagi hari ini. Saya sudah niat kuliah, bahkan sudah ijin dari kantor untuk berangkat kuliah lebih awal guna mengikuti UTS, melewati kemacetan, berdesakan di gerbong kereta api dengan berbagai smell yang 'menyenangkan' , pas sampai di kampus dan akan memasuki kelas sang dosen berkata ,"nama kamu siapa, npm berapa? kok tidak ada di daftar? tidak salah kelas??" Nah lhoo.. Lengkap sudah. Saya memang mengambil jurusan TI tapi mengambil kelas SI karena tidak ada kelas TI yang malam, dan ada sedikit kericuhan di kampus saya :) Tapi bukankah dulu mengatakan kalau tidak ada masalah dengan kelas saya, bahkan saya setiap masuk kelas absen kan? Pas UTS kok malah tidak terdaftar. Apa harus seperti ini setiap ada 'acara' di kampus??? Mau kuliah aja kok repot.. :( 

Taman Puspa, d-pok

Okt. 16, 2010

Posted by senja ananda under General
0 Comments | Permalink

Bismillah,,

 Ha sudah sabtu?? Kok saya baru ngeblog?? Maklum disini internet baru dapet pagi sampe malem jam 9 saja, dari pagi sampai jam 5 sore itupun saya dapat koneksi 'iblis'. Walhasil baru nge blog sekarang,, hhe-hhe.. Daripada nggak sama sekali khan??? 

 Sudah 3 hari migrasi dari UK ke Depok, atmosfirnya kerasaaa sekali. Kalau di UK kita musti, kudu, harus, wajib ada AC, soalnya disana panas ga ketulungan--padahal rumah cuma dihuni beberapa umat saja-- kalau disini, better we have a fan, :) iya lah, gila!! satu ruangan ada lebih dari 20 anak tanpa AC, kerasa deh hawa hawa neraka, panas banget kaleee,,, tapi kalau malam udara di sini dingin, jadi enak banget. Jadi serasa di rumah. Bebas dari rasa gerah, it's life!!!

 Di Depok kebagian ngurusi camp anak cewek , yah namanya juga anak cewek, pagi bangun, ngantri mandi --32 orang dalam satu rumah hanya dengan 2 kamar mandi,,:(-- , sarapan, nggosip bentar.. Haha ada saja bahan pembicaraannya. Tapi mereka enjoy dengan kerjaan mereka, yah walaupun jarang tidak menemukan eror dalam codingan mereka, tapi mereka bangga dengan apa yang mereka pelajari-- itu yang harus kita contoh-- karena mereka merasa kalau mereka mendapatkan value yang jarang didapatkan oleh orang lain.

 Tapi walaupun mereka satu perjuangan, pasti ada saja masalah internal dalam rumah. Entah itu karena hal sepele, entah itu karena kesalah pahaman, entah itu karena mereka memang manja, ada saja!!! Seharusnya mereka sadar, kita disini itu belajar untuk mandiri, jika kita mengandalkan orang lain untuk mengurusi kita, lantas apakah orang itu tidak ingin mengurusi urusannya??? Come on, grow up!!! Kapan kita bisa maju kalau kita seperti ini???

Sialnya saya kurang bisa ngurusi anak orang yang lagi nangis, dan sialnya itu terjadi disini,, Akh, lemes deh saya jadinya, mau diapain hayo, dia udah besar khan?? Tapi akhinya saya bisa juga ngurusi urusan satu itu, hanya saja saya tidak ingin lagi menemui hal seperti itu,, Bingung kale kalo mau ngurusi orang nangis, apalagi kalo ditanya kenapa malah nangis lebih keras,,

Hha-hha-hha

My First 'Mudik'

Sep. 19, 2010

Posted by senja ananda under General
0 Comments | Permalink

Hi AlL,,,

akh senangnya yang mudik,, bisa ketemu sama orang2 rumah yang bener2 masih sadar--belum terkontaminasi virus coding-- bisa jalan2, merasakan suasana pedesaan,, aaaaahhh,,, seneng banget lah. Dan yang pasti ada satu kebebasan yang lain, bebas dari pertemuan dengan coding.. Hahahaha :D

Tapi entah kenapa walaupun mudik kita harus tetep nge-blog. Yah tapi buat share how's your holiday bagus juga,, Liburan kali ini aku pulang. HOME!!!!! Akh senengnya, ketemu temen2 lama, reunian, ketemu sodara2 jauh yang pastinya silaturrahmi di Idul Fitri kali ini,,Senengnya!!!

Bisa narsis bareng sodara2 juga merupakan ritual taunan yang gak boleh terlewatkan. Yah jarang2 khan kita bisa happy seharian and narsis dengan wajah yang berseri seri,, haha

Motivasi untuk Tekad yang Kuat

Agu. 25, 2010

Posted by senja ananda under General
1 Comments | Permalink

Inilah kekuatan sebuah tekad yang mungkin bisa kita contoh,,,

Gedung sekolah desa yang kecil itu dipanasi oleh perapian batu bara kuno yang berbentuk belanga. Seorang anak laki-laki kecil bertugas untuk hadir pagi-pagi sekali di sekolah untuk menyalakan api serta menghangatkan ruangan sebelum guru dan teman-temannya masuk.

Pada suatu pagi gedung sekolah itu tertelan api. Anak laki-laki itu pingsan dan ia pun ditarik keluar dari bangunan yang terbakar itu, dalam keadaan setengah mati dan bukannya setengah hidup. Ia mengalami luka bakar yang parah di seluruh bagian bawah tubuhnya dan dibawa ke rumah sakit daerah yang terdekat.

Dari tempat tidurnya, si anak laki-laki yang terbakar secara mengerikan itu dalam keadaan setengah sadar sayup-sayup mendengar dokter berbicara kepada ibunya. Dokter memberitahu bahwa anak itu pasti akan mati, yang sesungguhnya merupakan hal yang terbaik, lantaran kebakaran hebat yang meluluhlantakkan bagian bawah tubuhnya.

Namun anak pemberani itu tidak ingin mati. Ia meneguhkan tekadnya untuk tetap bertahan hidup. Entah dengan cara bagaimana, hal yang mencengangkan dokter itu, ia terus hidup. Ketika bahaya maut itu berlalu, ia sekali lagi mendengar dokter dan ibunya berbicara dengan pelan. Ibunya diberitahu bahwa karena kebakaran itu menghancurkan begitu banyak daging di bawah tubuh anak itu, dapat dikatakan bahwa akan lebih baik jika ia mati, karena ia pasti akan lumpuh seumur hidup dan tak dapat memanfaatkan semua anggota tubuh bagian bawahnya.

Sekali lagi si anak pemberani itu mengeraskan tekadnya. Ia tidak akan lumpuh. Ia akan berjalan. Tetapi celakanya, dari pinggang ke bawah, ia tidak memiliki kemampuan bergerak. Kaki-kakinya yang kurus hanya terjuntai di sana, lengkap namun mati.

Akhirnya ia keluar dari rumah sakit. Lalu setiap hari ibunya memijat kakinya yang kecil itu, namun di sana tidak ada rasa, tidak ada kontrol, tidak ada apa pun. Namun niatnya untuk berjalan tetap sekuat dulu.

Hari-harinya menjemukan. Bila tidak sedang berada di tempat tidur, ia terkurung di kursi roda. Pada suatu hari yang cerah ibunya mendorong kursi rodanya keluar menuju halaman agar ia dapat menghirup udara segar. Hari itu, bukannya duduk terpaku di situ, ia melemparkan diri dari kursi roda. Ia menyeret dirinya sendiri melintasi rerumputan, menarik kedua kakinya di belakang tubuhnya.

Ia menyusuri jalannya menuju tiang pancang berwarna putih yang membatasi bidang tanah mereka. Kemudian, sedikit demi sedikit, ia mulai menyeret dirinya sendiri di sepanjang pagar itu, bertekad keras untuk berjalan. Ia mulai melakukan hal ini setiap hari sampai saat ia menggunakan jalan yang mulus di sekeliling halaman di sisi tiang pancang itu. Tak ada hal yang diinginkannya selain menghidupkan kedua kakinya.

Akhirnya melalui pijatan setiap hari, tekad bajanya dan keteguhan hatinya, ia benar-benar mengembangkan kemampuannya untuk berdiri, kemudian untuk berjalan tertatih-tatih, lalu untuk berjalan sendiri, dan kemudian untuk berlari.

Ia mulai berjalan ke sekolah, kemudian berlari ke sekolah, berlari demi kegembiraan besar yang diperolehnya dari berlari. Kemudian di universitas ia membentuk tim lari. Bahkan selanjutnya di Madison Square Garden pemuda yang diduga tidak bakal hidup itu, yang tidak pernah dapat berharap untuk bisa berlari.

Tau kah anda siapa pemuda ini ?? Pemuda yang keras hati ini, Dr. Glenn Cunningham, memecahkan rekor dunia lari untuk jarak 1500 meter.