Simple Me

[Yama] SpringMVC Chapter 1

Feb 24, 2011 by Mila Yuliani


A.OVERVIEW

Spring MVC merupakan sebuah Single Controller utama yang mengimplementasikan filter dispatcher patern yang terdapat pada arsitektur Pemrograman J2EE. Spring MVC dikenal sebagai Dependency Injection yang dapat didefinisikan sebagai injection controller didalam sebuah pemrograman web. Spring MVC

Filter Dispatcher Servlet yang terdapat pada Spring MVC berfungsi sebagai pengolahan alur controller pada web tier yang bisa menangani masalah logika-logika dan navigasi.

Konfigurasi web-tier pada Spring MVC yaitu terdapat pada ApplicationContext yang akan me-load data tier dan konfigurasi untuk web-tier. Web-tier merupakan komponen-komponen framework yang diintegrasikan dan dijalankan dengan kolaborasi yang dapat menciptakan fungsi-fungsi yang dapat dipergunakan. Seperti Hibernate untuk solusi Model, Spring MVC untuk solusi controller dan solusi dynamic web application, dan sebagainya.

Nah, sekarang kita membahas tentang fitur-fitur yang ada pada SpringMVC 3.0 yaitu sebagai berikut :
1.Inversion of Control (IoC) atau Dependency Injection (DI)

Spring menawarkan loosly coupling dengan adanya fitur yang bernama IoC yang dapat digunakan untuk mengkoordinir setiap object di system. Baik menggunakan method mutator dan accessor maupun menggunakan konstuktor sebagai media IoC.

Pada Dependency Injection (DI) container akan membuat semua object yang didefinisikan kemudian me-wire semua object tadi dengan cara mensetting property-property yang dibutuhkan, dan memanggilnya saat method bean dipanggil.

2.Aspect Oriented Programming (AOP)

Merupakan salah satu paradigma pemrograman dengan tujuan untuk meningkatkan modularisasi dengan memfokuskan pada pemisahan-pemisahan modul untuk mencapai suatu tujuan khusus. Biasanya Aspect Oriented Programming ini digunakan untuk AspectJ dimana mengimplementasikan suatu strategi yang digunakan untuk crosscutting didalam pemrograman java menggunakan metode AspectJ.

3.Container

Spring berfungsi juga sebagai Container yang berfungsi untuk mengatur dan mengkonfigurasi object yang ada di Spring. Bagaimana sebuah object dapat berfungsi dengan baik, dapat dikonfigurasikan serta dapat berasosiasi dengan object yang lainnya.

4.Lightweight Container

Tanpa mekanisme Lightweight Container, kita dituntut untuk dapat mengerti dan memahami alur atau aturan dari sebuah Framework tertentu. Misalnya seperti EJB kita dituntut untuk mengerti spesifikasi dan cara kerja dari EJB tersebut. Sedangkan dengan mekanisme Lightweight Container semuanya tidak perlu lagi, karena kita hanya mengimplementasikan class POJO yang bisa digunakan di framework2 lainnya. Tanpa kita harus membuat service bean yang terdapat di EJB-Container.

Ciri-ciri Lightweight Container :
POJO
Life-cycle management
Dependency Injection
Consistent Configuration
Service Attachment

5.Framework

Spring telah berfungsi sebagai sebuah framework yang dapat dikolaborasikan dengan framework-framework lainnya yang dapat diintegrasikan dengan Spring. Karena konfigurasi dan setting container di Spring terdapat di file xml.



Post a Comment:
  • HTML Syntax: Allowed

Search

 

« December 2014
SunMonTueWedThuFriSat
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
   
       
Today

Links

Feeds

Navigation