Meruvian News

Anggaran SMK Melonjak

Aug 31, 2008 by Frans Thamura
Untuk Pembelian Peralatan 5.000 Sekolah Negeri dan Swasta
Sabtu, 30 Agustus 2008 | 03:00 WIB

Jakarta, Kompas - Anggaran untuk peningkatan mutu sekolah menengah kejuruan atau SMK dialokasikan naik dua kali lipat dari Rp 1,9 triliun saat ini menjadi sekitar Rp 3,8 triliun pada 2009 mendatang. Peningkatan anggaran terutama untuk pembelian peralatan di semua SMK negeri maupun swasta.

”Kami sudah mengirimkan surat ke semua SMK negeri dan swasta agar segera mengajukan proposal kebutuhan alat yang diperlukan,” kata Joko Sutrisno, Direktur Jenderal Pembinaan SMK Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta, Jumat (29/8).

Menurut Joko, sebanyak 5.000 SMK negeri dan swasta akan mendapat kucuran subsidi pengadaan dan pembaruan sejumlah peralatan untuk meningkatkan mutu SMK. ”Setidaknya untuk komputer, semua SMK harus sudah punya pada tahun depan. Selebihnya, peralatan lain yang dibutuhkan untuk mendukung peningkatan kompetensi siswa SMK,” ungkap Joko.

Peningkatan anggaran tersebut diharapkan juga berdampak pada industri dalam negeri. Caranya, pembelian akan diprioritaskan pada peralatan hasil produksi dalam negeri.

”Akan lebih baik lagi jika proses perakitannya melibatkan SMK yang berkaitan sehingga industri dan SMK sama-sama diuntungkan,” kata Joko.

Melalui cara ini pula, harga barang akan lebih murah sehingga peralatan yang dibeli bisa lebih banyak. Di sisi lain, siswa SMK juga mendapat pengalaman tambahan dalam memproduksi peralatan.

Lebih terampil

Akib Ibrahim, Kepala SMKN 1 Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyambut gembira janji pemerintah untuk meningkatkan mutu SMK. Sekolah kejuruan di bidang pertanian yang berdiri pada 2004 ini, antara lain masih membutuhkan laboratorium benih dan penyakit tanaman yang bisa meningkatkan keahlian siswa sebagai teknisi menengah di bidang pertanian.

”Siswa-siswa sekolah kami sudah bisa memproduksi beragam sayuran dan tanaman hias yang ditampung di beberapa perusahaan. Jika peralatan untuk peningkatan produksi pertanian terus ditingkatkan, kami yakin mutu siswa semakin bagus,” kata Akib.

Meskipun berlokasi di daerah pegunungan, sekolah ini mampu menghasilkan lulusan yang dilirik perusahaan bidang pertanian di Jepang dan Singapura. Sebanyak tujuh alumnus SMKN 1 Pacet dikontrak selama tiga tahun oleh perusahaan yang bergerak di bidang hidroponik sayuran di Jepang selama tiga tahun dengan uang saku berkisar Rp 5 juta per bulan.

Iwan Ridwansyah, Kepala SMKN 1 Bojong Picung, Kabupaten Cianjur, merencanakan, jika anggaran dinaikkan, pihaknya akan meminta untuk dibelikan peralatan dalam produksi benih dan teknologi pengolahan hasil pertanian. ”Jika peralatan tersebut tersedia, kualitas lulusan akan lebih baik lagi,” ungkap Iwan.(ELN)


Source: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/30/01024738/anggaran.smk.melonjak



Comments:

idem coy69

Posted by jembut ireng on September 25, 2008 at 05:02 PM WIT #

Sangat bagus, baik dan bermanfaat.

Tapi, maaf saya hanya mencoba memberi masukkan. Dana-dana yang digunakan untuk peningkatan fasilitas sekolah sebaiknya diberikan pengawasan yang ketat. Sehingga tidak ada penyalahgunaan pemakaian dana bantuan. Bukan rahasia lagi jika memang ada usaha untuk menyimpangkan pemakaian dana tersebut. Setiap sekolah yang menerima dana bantuan seharusnya mendapatkan audit hasil pemakaian dana.
Apalagi dengan alasan pembaharuan peralatan, wah disana banyak celah yang bisa digunakan untuk penyalahgunaan dana haa...ha.. Maaaf banget kalo seolah-olah bongkar rahasia nich

Posted by Warrock on May 15, 2009 at 08:56 AM WIT #

Post a Comment:
  • HTML Syntax: Allowed

Search

 

« March 2010
SunMonTueWedThuFriSat
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
   
       
Today

Feeds

Navigation