Dynamic Select Elements

Des. 25, 2010

Posted by Laila Ike Latifah under General
0 Comments | Permalink

Lama nih nggak nge blog :)
Hari baru, dapet ilmu baru juga kawan.
Kali ini aku mau sharing tentang ini nih !!

Dynamic select elements



Sourcecode nya kayak gini :



Semoga bermanfaat :D

Tuzki Bunny Emoticon

About CSS

Okt. 22, 2010

Posted by Laila Ike Latifah under General
0 Comments | Permalink

Untitled Document

Apa sih CSS itu? Istilah CSS ini sering kali kita dengar ketika berurusan dengan mendesain halaman web. Entah berurusan dengan theme / template blog hingga mengedit halaman profile friendster, anda pasti mendengar istilah CSS. Jika anda mencari penjelasan untuk dapat memahami konsep CSS, anda datang ke halaman yang tepat.

Agar konsepnya nyambung, pastikan anda juga mempelajari HTML terlebih dahulu.

Apa itu CSS?

CSS = Cascading Style Sheets ( Bahasa lembar Gaya ). CSS merupakan bahasa yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup / markup language. Jika kita berbicara dalam konteks web, bisa di artikan secara bebas sebagai : CSS merupakan bahasa yang digunakan untuk mengatur tampilan / desain suatu halaman HTML.

Dulu, sebelum CSS menjadi standar untuk mendesain halaman web seperti sekarang, halaman web di desain menggunakan <table>. jadi dibuat dulu desainnya, dalam format .psd atau jpeg, lalu di slice atau di potong potong menjadi bagian – bagian terpisah. setelah itu dibuat table dengan ukuran yang sesuai, lalu desain tadi di “tempel” pada table sebagai image yang melekat pada tabel, atau sebagai background. Kelemahan dari cara seperti ini adalah, halaman web menjadi berat karena kolom – kolom penyusun table <tr> dan <td> diberi tambahan atribut image source. Side effect dari hal ini adalah halaman web menjadi padat dan tidak SEO friendly.

Desain dengan tabel :
  1. Buat desainnya. menggunakan .psd ( photoshop ) atau .cdr ( coreldraw )
  2. buat tabelnya. menggunakana tag <table>, <tr> dan <td>
  3. potong – potong desain sesuai dengan kolom pada tabel, lalu “selipkan” desain pada kolom tabel menggunakan sebagai elemen image tabel atau background.

Dengan CSS, cara kerja ini dirubah. Anda membuat halaman HTML, lalu anda berikan identitas pada bagian2 tertentu dengan tag <div> baik itu menggunakan atribut id <div id=”"> atau class <div class=”">. Lalu anda buat satu file css, bisa di selipkan pada bagian <head> atau dalam file berbeda dan di hubungkan dengan tag <link rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”">. File CSS tadi memberikan nilai dan definisi pada bagian tertentu dari halaman html tadi yang diberikan identitas melalu tag <div>.

Desain dengan CSS :
  1. Buat halaman web, beri identitas pada bagian yang diinginkan menggunakan tag <div>
  2. Buat file css, beri nilai dari definisi untuk identitas yang diinginkan
  3. Hubungkan CSS pada halaman yang dimaksud. bisa ditaruh diantara <head>, atau dibuat file terpisah dan dilink menggunakan tag <link rel=”"> pada area <head>
Kelebihan penggunaan CSS :
  1. halaman web menjadi tidak padat, hingga halaman web menjadi SEO friendly
  2. anda dapat dengan mudah mengganti tampilan web dengan cukup mengganti nilai dan definisi pada pada satu file CSS saja.

Enjoy!

About MVC

Okt. 22, 2010

Posted by Laila Ike Latifah under General
1 Comments | Permalink

Halu" semua, jadi inget waktu ada jam tambahan sama senior. Belajar tentang MVC, dulu sih babar blas. Ga tau sama sekali apa itu MVC. Sekarang harus tau dong :) Yeah, tulisan berikut ini akan menjelaskan mengenai dasar-dasar dalam arsitektur MVC, walaupun tidak seluruh fitur yang terkait dalam MVC akan dijelaskan.

Sebelum model MVC keluar, framework yang digunakan untuk membangun aplikasi web sebelumnya menggunakan arsitektur yang disebut dengan Model
1. Dalam model 1, request HTTP diterima oleh sebuah komponen web (misalnya JSP atau servlet). Kemudian request diproses dan langsung dihasilkan response yang biasanya berupa halaman HTML. Selain itu dalam Model 1, logika bisnis dan presentasi digabungkan dalam satu komponen web. Hal ini tidak menjadi masalah jika logika bisnis dan presentasi masi relatif sederhana. Namun jika logika menjadi semakin kompleks, pendekatan ini bisa menjadi masalah.

Model 2, atau Model-View-Controller kemudian diperkenalkan untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam Model 2, logika bisnis dipisahkan dari presentasi. Atau lebih jelasnya adalah sebagai berikut :

1.Model, merupakan implementasi dari logika bisnis dan data bisnis. Model dapat direlisasi dengan memakai sembarang komponen web.
2.View, merupakan implementasi dari presentasi, yaitu halaman yang akan dipakai sebagai response untuk dikirimkan kepada client. View akan menampilkan data bisnis yang telah diolah. Umumnya yang paling cocok dipakai adalah halaman JSP. Dan yang terakhir adalah
3.Controller, merupakan pengontrol aliran request (dan data). Tugasnya adalah menerima request yang dikirimkan dari client. Data request akan diolah atau diteruskan kepada komponen lain yang mengolah data. Pada akhirnya request yang diolah akan diserahkan kepada komponen view. Umumnya dipakai servlet sebagai controller. Meski JSP atau EJB juga dapat dipakai sebagai controller.

Ada banyak framework yang dibuat berbasiskan arsitektur MVC. Contohnya adalah apache struts, spring MVC, JavaServerFaces, webworks, dll. Ya itulah sekilas tentang mvc. Happy Reading <(=^_^=)> ..

IntelliJ IDEA

Okt. 20, 2010

Posted by Laila Ike Latifah under General
0 Comments | Permalink

IntelliJ IDEA adalah komersial Java IDE oleh JetBrains. Hal ini sering hanya disebut sebagai 'IDEA' atau 'IntelliJ'. Versi pertama dari IntelliJ IDEA muncul pada Januari 2001, dan pada waktu itu yang tersedia hanya Jawa IDE dengan kode navigasi canggih dan kode refactoring kemampuan terpadu. Versi terbaru dari IDEA (9,0) termasuk UML kelas diagram seperti-, pemodelan visual Hibernate, Spring 3.0 dukungan, Ketergantungan dan Analisa Data Flow , Apache Maven dukungan serta banyak fitur lainnya dan teknologi.

Bahasa yang didukung:
-Jawa
-JavaScript
-HTML / XHTML / CSS
-XML / XSL
-ActionScript / MXML
-Ular sanca
-Ruby / JRuby
-Manis
-SQL
-PHP
-Scala
-Clojure

Didukung teknologi dan kerangka kerja: JSP , JSF , EJB , Ajax , Google Web Toolkit , Struts , Struts 2 , JBoss Seam , Spring , Hibernate / JPA , Web Services , Ruby on Rails , Grails (kerangka) , Java ME MIDP / CLDC , OSGi , Android , Tapestry , Google App Engine , FreeMarker , Velocity , Django.

Didukung aplikasi server: GlassFish , JBoss , Tomcat , Jetty , WebLogic , WebSphere , Geronimo

Di antara fitur-fitur lainnya, IDEA menyediakan integrasi yang erat dengan populer open source development tools seperti CVS , Subversion , Apache Ant , Apache Maven , JUnit dan TestNG . Sebuah plugin gratis juga ada untuk Atlassian IntelliJ Connector mengintegrasikan Jira , Bambu , Crucible , dan fisheye.


Seperti itulah sekilas tentang IntelliJ IDEA.

Ubuntu

Okt. 19, 2010

Posted by Laila Ike Latifah under General
0 Comments | Permalink

Ubuntu merupakan salah satu distribusi Linux yang berbasiskan Debian. Proyek Ubuntu resmi disponsori oleh Canonical Ltd yang merupakan perusahaan milik seorang kosmonot asal Afrika Selatan Mark Shuttleworth. Nama Ubuntu diambil dari nama sebuah konsep ideologi di Afrika Selatan, "Ubuntu" berasal dari bahasa kuno Afrika, yang berarti "rasa perikemanusian terhadap sesama manusia". Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam Filosofi Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak. Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional.

Ubuntu mempunyai filosofi sebagai berikut :
-bahwa perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya
-bahwa aplikasi perangkat lunak tersebut harus dapat digunakan dalam bahasa lokal masing-masing dan untuk orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik, dan
-bahwa pengguna harus mempunyai kebebasan untuk mengubah perangkat lunak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.

Perihal kebebasan inilah yang membuat Ubuntu berbeda dari perangkat lunak berpemilik (proprietary); bukan hanya peralatan yang Anda butuhkan tersedia secara bebas biaya, tetapi Anda juga mempunyai hak untuk memodifikasi perangkat lunak Anda sampai perangkat lunak tersebut bekerja sesuai dengan yang Anda inginkan.

Setiap rilis mempunyai nama kode dan nomor versi. Nomor versi berdasarkan tahun dan bulan dari rilis. Sebagai contoh, rilis Ubuntu yang pertama, 4.10, dirilis tanggal 20 Oktober 2004. Rilis ubuntu keluar setiap 6 bulan sekali tiap bulan April dan Oktober. Rilis ubuntu biasanya terdiri dari berbagai edisi, yaitu edisi Desktop, Server, dan Netbook. Perbedaan mendasar pada ketiganya adalah pada versi desktop terdapat tampilan desktop manager sedangkan pada edisi server tidak ada, hanya command prompt saja.

Ya Ampun? Komputer Saya Terkena Virus!

Jun. 22, 2010

Posted by Laila Ike Latifah under General
0 Comments | Permalink

Benar! Setelah saya teliti, dengan saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.. ?, komputer saya positif mengidap virus. Apa yang harus saya lakukan?
SmileyCentral.com
Wah! ini dia, kita terbiasa kalang kabut dalam menangani masalah ini. Untuk menuntaskan masalah ini, coba hubungi para dokter virus instan yang dilantik dalam sehari hehehe ? ? Dijamin akan kalangkabut juga mengatasinya. Menurut saya, virus itu masalah rumit dan kompleks dan pembuatnya juga rumit dan kompleks, bahkan pembuat AntiVirus pun juga rumit dan kompleks. Ini seperti lingkaran setan! Jangan menggampangkan perkara dan asal ngomong, itu akan menyulutkan ?kampak peperangan?! .. ?

Untuk saya semua baik (dan memang seharusnya semua baik) karena memang hidup itu seharusnya begitu. Plus dan minus itu akan saling mengisi, bertentangan dan kukuh menjalankan tugas masing-masing. Sudah ah? ini kok malah ngelantur.

Baiklah kita kembali ? setelah menjadi sok suci? ? Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi serangan virus, sebagai berikut.

2.2 Lakukan Update AntiVirus

Lakukan update AntiVirus yang kita pakai. Baik secara offline dengan menginstal update via file dari CD atau flashdisk ataupun secara online via internet.

Meskipun tindakan ini sudah terlambat karena virus telanjur menyerang, namun tidak ada salahnya dicoba. Terkadang teknik seperti ini masih dapat membuahkan hasil. Seharusnya memang update kita lakukan sebelum virus menyerang, tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur. Komputer sudah telanjur terinfeksi. Ya? terpaksa tetap kita kerjakan. Jika sampai fase ini ternyata kita beruntung, virus terdeteksi dan berhasil dilumpuhkan, kita boleh bersyukur.

Namun, kebanyakan akan gagal. (Dari tadi rasanya kok bahasanya pesimis terus ya? ? Tidak! Ini tidak pesimis, tapi mengungkapkan kenyataan yang umum terjadi.) Mengapa? Karena virus biasanya akan melakukan proteksi dirinya sendiri dengan menggagalkan proses update atau menutup program AntiVirus yang kita pakai.

Bahkan jika perlu, jika pembuat virus kebanyakan main game ?GOD OF WAR? .. ?, tentu tanpa basa-basi virus akan menghapus program AntiVirus tersebut.

2.3 Ganti dengan Program AntiVirus Lainnya

Ya! Jika AntiVirus standar kita gagal berfungsi atau mendeteksi virus, mungkin ide yang baik, jika kita menginstal program AntiVirus lain yang kita miliki. Meskipun terdengar lucu untuk dilakukan, tapi terkadang dapat menyelesaikan masalah.

Pastikan kita telah mempunyai ?stock? program AntiVirus buatan luar negeri yang cukup banyak dikenal. Tindakan ini bukannya untuk meleceh program AntiVirus lokal, tapi ini tindakan preventif untuk memastikan keamanan saja. Mungkin jika semula, misalnya, kita memakai McAffe, dapat kita ganti dengan AVG, atau Avira, atau ClamWin, atau program AntiVirus lainnya.

Keluarkan semua AntiVirus luar negeri yang ada dan kita miliki, baik yang berbayar ataupun yang gratis. Terserah!

2.4 Memakai Removal Tools

Jika tindakan scanning dengan AntiVirus standar manca negara, tidak dapat menyelesaikan masalah, saatnya melirik tool khusus removal virus.

Pada beberapa kasus, tool removal ini dapat mendeteksi dan mematikan virus yang ada di memory. Lalu melakukan proses perbaikan file yang bermasalah atau mungkin menghapus file yang tidak dapat ditangani.

Cari dan download sembarang removal tools yang ada dari internet. Lalu jalankan saja satu demi satu. Ini terpaksa kita lakukan karena kita tidak tahu pasti virus apa yang sedang menyerang. Jika beruntung, ada kemungkinan virus akan terdeteksi dan dimatikan.

2.5 Memakai Scan Online

Jika masih saja virus tidak dapat dideteksi secara scan normal dan removal tools, alternatif lain yang dapat dilakukan adalah memakai jasa scanning online. Cara ini adalah memanfaatkan scanning dari web via internet langsung ke komputer kita.

Banyak jasa scan online ini bertebaran di internet. Tujuan kita melakukan hal ini adalah untuk mencari tahu, virus apa yang sebenarnya sedang menyerang komputer kita.

Jika beruntung, kita akan segera tahu virus apa yang sedang menyerang. Dengan mengetahui jenis yang menyerang, tindakan yang dapat dilakukan untuk mencari obatnya tentu saja akan jauh lebih mudah.

Jika sudah diketahui jenisnya, kita dapat mencari penawarnya via searching google di internet.

2.6 Mencari AntiVirus Lokal

Jika dengan scan online masih saja tidak membuahkan hasil, saatnya mencari AntiVirus lokal. Virus yang menyerang mungkin buatan lokal dan mungkin varian baru sehingga AntiVirus luar belum dapat mendeteksinya. Banyak sekali AntiVirus lokal yang dapat dimanfaatkan. Kumpulkan sebanyak yang kita mau dan coba install dan jalankan. Siapa tahu virus malahan akan terdeteksi dengan mudah. ? ? Aku cinta buatan dalam negeri lho? 2.7 Instal Ulang Jika dengan semua yang sudah kita lakukan masih saja virus tidak mau hilang, mungkin pilihan terburuk harus kita lakukan. Kita harus melakukan instal ulang sistem operasi Windows. Ini adalah pilihan terakhir dan terburuk yang bisa kita lakukan. 2.1 Scan Komputer dengan AntiVirus yang Ada

Ini saran klasik yang memuakkan! Namun, memang harus dikatakan karena ini memang seperti suatu SISDUR standar. Scan komputer dengan program AntiVirus yang biasa kita gunakan. Walau ini mungkin tindakan yang sia-sia .. ? tapi patut untuk dicoba. Jika beruntung, siapa tahu AntiVirus kita dapat mengatasi masalah yang kita hadapi. (Namun biasanya tidak!) Mengapa? Karena pada beberapa AntiVirus yang bagus (pro) biasanya akan diperlengkapi dengan program on access scannner. Program tersebut berguna untuk mendeteksi saat suatu file dijalankan. Apakah mengandung virus ataukah tidak. Jika filter on access ini gagal, dapat dipastikan bahwa proses scanning program utamanya pun akan gagal juga. Jadi, sia-sia bukan?

Ya? kebetulan, anggap saja kita telah melakukan scan dan ternyata AntiVirus tetap tidak menemukan virus. Apa yang harus dilakukan?