Sukses, Dimana Kamu dan Kapan sih!
Banyak pertanyaan, menanyakan gimana bisa jadi orang sukses, dan banyak kasus di Indonesia terutama, yang memperlihatkan orang-orang sukses. Malah saya ada beberapa teman Anak JetSet.
Ada beberapa yang menarik dari definisi sukses dari semua golongan, ternyata berbeda-beda, dan ternyata kesuksesan itu mengikuti kurva S yang notabene adalah berubah setiap tingkatan.
Contoh adalah pada saat gaji 1 juta, dapat 2 juta, itu sebenarnya kesuksesan telah mulai, pasti dengan uang yang lebih membuat kamu dapat melakukan pembelian lebih (spending).
Dari pekerja ke pengusaha, dari digaji sampai bisa menggaji pegawai (sampai stabil), karena umumnya diawal perusahaan dibuat, menggaji ontime dengan standar kota itu, adalah hal sulit, ini juga sebuah kesuksesan.
Punya warisan usaha yang besar, dengan sales jutaan dolar, kemudian ekspansi sampai bisa menghasilkan puluhan juta dolar, dengan cabang dibanyak negara, ini terjadi banyak sekali di Indonesia, mulai dari pengusaha hasil alam sampai distributor produk berkelas. Ini juga sukses.
Tetapi ada beberapa hal yang membuat kesuksesan semua itu hilang, dan itu ternyata simple, saat kita bertemu dengan dua orang dengan strata berbeda, sebagai contoh orang bergaji 2 juta bertemu dengan orang bergaji 20 juta, pasti gaya hidupnya berbeda.
Atau sebuah keluarga dengan strata berbeda menikah, dan pasti ada sebuah penilaian dari keluarga satu terhadap keluarga yang lain, dan bilamana kamu itu pria, pasti ada penilaiannya, kalau malas, pasti jadi gosip, kalau pengangguran juga jadi berita, dan terkadang sales perusahaan yang kamu punya itu lebih kecil daripada standard mereka, kamu dianggap tidak sukses, sebagai contoh keluarga dari ratusan juta dolar perbulan dengan keluaga dengan sales miliaran rupiah.
Jadi sukses menurut saya adalah berdiri dalam sebuah komunitas yang secara value lebih rendah, baik itu satu titik ataupun satu koma. Koma dan Titiknya terserah, bisa kharisma agama, kemampuan berusaha, ataupun kelebihan berkomunikasi.
Tetapi apakah indicator uang lebih sebuah sukes?
Yang menarik adalah untuk mencapai sebuah sustainabilitas, ternyata tidak ada yang 2 tahun, investasi perusahaan yang 2th break event apakah termasuk sustainabilitas?
Saya pertama kali mendapat wejangan ini adalah dari pemilik toko obat jadi di topaz (sudah terbakar, sekarang jadi Roxy Square), anaknya jualan tuh obat juga di Roxy Mas. Toko obat yang bagus sudah 10 tahun, jadi sudah tahu ditipu, dimakan, dan barang mana yang gak laku. Walaupun sampai hari ini toko obat jadi belum menggunakan sistem, dan membiarkan anaknya menghapal barang ada dimana, dan stoknya berdasarkan tata letak, no POS system. Tetapi dari toko di topaz 1 buah jadi 6 buah toko sampai ke Mangga Dua, itu sukses menurut saya.
Termasuk teman kuliah saya yang buka toko kaca mata sudah ada 6 cabang, ini juga sukses.
Saya juga sukses berhasil punya blog server pakai roller yang tidak pernah mati dalam 2 bulan terakhir, Tx to Sun atas Glassfishnya dan Roller.






oke oom frans...
jadi sukses emang susah.
tapi lebih susah klo gak sukses
: )
Posted by Kiki Ahmadi on December 31, 2007 at 11:34 AM WIT #
Berarti GlassFish bagus kan, Frans.
Posted by Samuel Franklyn on January 04, 2008 at 01:50 PM WIT #