Presiden aku Mismatch pendidikan
wah berita pendidikan kita ngawur sudah sampai ke telinga presiden, jadi 57 triliun setahun menghasilkan program yang salah 
jadi selama ini orang yang berhubungan sama pendidikan menghasilkan apa yah??
terus industri posisinya sebagai apa?? yah kita tunggu pemerintah membuat kemesraaan antara industri dan pendidikan, jadi yang dikeluarin dikampus-kampus berguna.
Presiden Akui Ada "Mismatch" Pendidikan
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui ada mismatch
atau ketidaksesuaian antara lulusan perguruan tinggi dan kualifikasi
yang dibutuhkan sektor industri dan jasa di masyarakat. Akibatnya,
timbul masalah ketika lulusan perguruan tinggi tersebut ingin mencari
pekerjaan.Pada tahun depan dan tahun berikutnya, pemerintah menyatakan
akan lebih efektif untuk menyinkronisasikan dan menyinergikan tiga
elemen, yaitu pemerintah dalam hal kebijakan di bidang pendidikan,
kualitas sarjana yang dicetak perguruan tinggi, serta kebutuhan
lapangan pekerjaan.
Demikian disampaikan Presiden Yudhoyono dalam keterangan pers seusai
memimpin rapat akbar Departemen Pendidikan Nasional di Gedung
Pertemuan, Kompleks Bidakara, Jakarta, Rabu (6/2).
Rapat yang membahas Evaluasi Program Prioritas Depdiknas Tahun
2005-2007 dan Program Kerja Tahun 2008 itu dihadiri tak kurang dari
1.200 pejabat. Mereka di antaranya Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla,
sejumlah menteri kabinet, para gubernur, bupati, wali kota, kepala
dinas Depdiknas, rektor dan dekan perguruan tinggi negeri, serta eselon
I dan eselon II Depdiknas.
”Banyak sekali masalah, yang antara lain disebut mismatch antara
lulusan hasil pendidikan tinggi dengan apa yang diperlukan oleh
industri dan sektor jasa,” ujar Presiden.
Sebagaimana dilaporkan, jumlah sarjana yang menganggur melonjak
drastis dari 183.629 orang tahun 2006 menjadi 409.890 orang tahun 2007.
Jumlah penganggur terdidik ini belum termasuk pemegang gelar diploma I,
II, dan III yang pada tahun lalu jumlahnya mencapai 740.000 orang
(Kompas, 6/2).
Tiga elemen
Menurut Presiden, pemerintah sepakat akan mendekatkan tiga pihak,
yakni pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, serta kebutuhan
lapangan kerja.
Presiden menegaskan akan dibangun semacam workshop dan kerja sama di
antara tiga elemen tersebut. Selain itu, seharusnya di tingkat
provinsi, kabupaten, dan kota dibuat semacam peta kebutuhan tenaga
kerja. Perguruan tinggi juga diharapkan bisa memberikan informasi
kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan untuk 5-10 tahun mendatang,
serta bidang studi yang sudah jenuh.
Presiden selanjutnya berharap Mendiknas Bambang Sudibyo, pemerintah
daerah, dan perguruan tinggi serta lembaga pendidikan tinggi lainnya
dapat bersama-sama merumuskan cetak biru mengenai jumlah serta
kualifikasi lulusan perguruan tinggi yang dibutuhkan pasar kerja.
(Kompas)


