Minggu Minggu Uang ditengah Cicak vs Buaya
Nov 12, 2009 by Frans Thamura
Tahun ini mungkin tahun yang paling berkesan dalam hidup saya, dari seorang yang mengoperasikan perusahaan dg dana orang lain berubah menjadi seseorang yang membuat usaha mengelola negara. Terkesan narsis memang, tapi yah memang itu reposisi Meruvian, ini diagramnya hasil karya diskusi panjang dg team branding (mike)

Meruvian Vision for Indonesia
Hal ini dibuat karena Java memiliki kekuatan ini, thx terhadap Sun yang menjadi terlalu engineer company, sehingga kita mendapatkan benefit, kalau Java diciptakan oleh perusahaan lain, baik itu Oracle atau Microsoft ataupun IBM ataupun RedHat ataupun Ubuntu sekalipun, hal ini tidak terjadi.
Kalau melihat 1980-an ada IBM PC yang merubah hidup orang banyak, yah.. Java adalah platform virtual seperti IBM PC, menjadi standard industri, dg kasus yang mirip. IBM menutup divisi PCnya pertama padahal dia pencipta, dan Sun akan menjadi bagian Oracle (akusisi April 2008, tapi proses dg EC belum kelar).
Mekanisme ala Java tepatnya JVM, akan menjadi sebuah computing industri berikutnya, semua akan virtualize, Integrasi antara Hypervisor VMWAre dg JRockit oleh Bea (sekarang Oracle), adalah sebuah step dimana Java akan run di virtualisasi tanpa OS. Jadi transisi terjadi dari Java yang jalan di Windows, Linux, Mac, Solaris atau FreeBSD menjadi run diatas hypervisor dan shortly pasti jalan di Cloud. Trend yang menarik.
Sebuah trend yg menarik dan memberikan kesempatan kepada kita pemain baru untuk mengambilnya (apakah saya pemain baru??)...
Sayangnya di Indonesia, yang terbiasa diorganize, kita tidak bisa melihat kekuatan sebenarnya negara ini terhadap value yang dikeluarkan, SDM yang banyak, yang mana masih di kwardan kiri bawah saat ini, untuk menjadi kekuatan harus digeser ke kanan atas, tapi nilai perubahaan buat negara penganut status quo dan alon-alon kelakon, sangat sulit membuat negara ini menjadi market.
Diskusi panjang mengenai bagaimana kita melihat pasar menjadi topik menarik, terima kasih kepaka MIKTI (Pak Hari) yang mau menghabiskan minggu-minggu diskusi mengenai program ini selama beberapa minggu ini. Juga rekan-rekan (investor, client) yang mau menshare keluh kesahnya dalam melakukan perubahaan. Perubahaan adalah momok terbesar kita, padahal kita tahu hanya akherat yang tidak berubah, dan kehidupan manusia akan terus berubah, riba bayarannya kalau kita membuat hidup kita seperti akherat.
Tapi karena semua hal harus dilihat dari value terhadap kehidupan, dg kasus cicak vs buaya yang sangat berpeluang jadi film true story yang lebih keren dari conspiracy theory, dan model negara ini yang stop kredit karena bunga SBI lebih tinggi dari kredit pinjaman, membuat semua bank malah taruh uang di SBI daripada membantu pergerakan ekonomi. Sepertinya minggu-minggu suram negara ini akan terus berlanjut, dan perubahaan teknologi yang kita dalamin, seperti menonton film block buster.
Belasungkawa diberikan pada perusahaan rekan yang ditutup karena situasi ekonomi dg tetap membuka kantornya diluar negeri, ini artinya walaupun kita SDM banyak, tetapi secara value masih gak bagus, buktinya ada. Malah beberapa diskusi melihat bahwa Indonesia yang terkenal karena hasil dari alamnya bukan manusianya, akan sangat sulit masuk ke dunia knowledge, karena nilai manusianya lebih rendah dari alamnya, dan nilai alam lebih rendah sekarang dari knowledge ini. Cuman di Indonesia kan yang saham natural resource yang blue chip.
Jadi minggu-minggu uang akan jauh bagi mereka yang berdagang ilmu di negara ini, karena yah kitanya membuat harga diri lebih rendah dari sekilo kacang tanah, belum lawan CPO.
Jadi mau kemana kita?

Post a Comment:
Comments are closed for this entry.





