Mengagnostickan Java, setelah Cult Branding
Awal-awal JUG dibuat, saya mengimplementasikan Cult Branding, sebuah mekanisme yang mengkultuskan Java, sehingga tumbuh kepercayaan Java publik terhadap Java sebagai produk yang layak investasi. Sepertinya Java sudah menjadi sebuah legenda, karena telah OpenSource dan masih dipakai. Ini artinya Cult sudah terjadi. Tapi tentu saja tidak sefanatik Harley, yang ada sampai mentato tubuhnya secara permanen dengan logo Harley.
Tapi saya sendiri tidak tahu apakah market cap Harley vs Java gabungan ini gimana, saya malah melihat Java itu market capnya lebih tinggi dari Harley, karena Harley berbenturan dengan invetasi fisik yang terlimit, Java itu digital dan unlimited. Malah Java akan meluas setelah Android sukses keluar dari closure Java dari Sun. Sebuah strategi ciamik sekali.
Ternyata dg meluasnya Java menjadi sebuah titik dari sebuah inovasi, serta pasar yang tumbuh diatasnya yang dapat dinikmati umat manusia, serta mulai bermunculan teknologi berbasis virtual machine seperti FireFox 3.1 dengan Tracemonkey VMnya, Ruby juga berVM, Erlang juga berVM, serta ada proyek membuat aplikasi jalan diatas Java dan .NET CLR bernama Scala. Ini sepertinya akan terjadi kompetisi antara Java dan teknologi lain, yang semuanya memiliki cara kerja mirip yaitu virtualisasi. Ini tentu saja diluar dari popularitas virtualisasi sistem operasi. Ini diluar dari JRockIt Virtual Edition yang akan direlease tahun depan. Prang di virtualisasi ini membuat pasar cloud computing menjadi sebuah arah jelas.
Trend ini membuat cult branding menjadi tidak relevan, sebab pasar sudah terbentuk, dan yang diperlukan adalah mengagnostickannya, artinya melawan cult yang terjadi sehingga membentuk ceruk pasar baru. Apa jadinya bilamana Java diagnostickan.
Model agnostic untuk JUG yah dengan lahirnya subdomain JUG program, jadi kekuasaan JUG disebar kesetiap region, dan semuanya berhak menentukan inovasinya. Model ini dulu diutarakan IMW, karena itu mengapa KPLI ada perkota, agar tercipta inovasi. Nah saya hanya tidak mau jadi lead JUG, saya menunggu ada juru bicara, seksi sibuk untuk mewakili JUG. siapa kah itu.. Deny?? Hendro? Kiki? atau Alex..
Implementasi Agnostic paling penting dari Java adalah membuat JVM implementation yang beragam, agnostic akan terjadi saat Harmony stable keluar dan gain marketshare, seperti Firefox yang mengambil balik pasar IE, serta Chrome yang muncul dengan concept baru, Web is application.
Agnostic marketing sepertinya menarik, sebuah contra marketing dari cult branding (mengagungkan brand).






wew.. lagi gencar gencarnya agnostic ya pak? btw virtualisasi emang gak terelakkan lagi.. awalnya sih bingung. waktu pak frans ngisi seminar ngomongin tentang teknologi yang abstarksinya lebih tinggi.. wew.. ini ngomong apa sih?
ternyata hm.. sedikit ada gambaran..
Posted by tediscript on October 17, 2008 at 08:52 AM WIT #