Mencari dukungan perusahaan dan kepedulian perusahaan dg pendidikan Indonesia
Menarik negara ini, sebuah email kecil dari Pak KK (mantan menristek), mengenai keselarasan ABG (Academy Business and Goverment) bukan Anak Baru Gede.
Padahal link mengenai ini antara perusahaan dg pendidikan sudah menjadi bahasa lama, yang difasilitasi pemerintah via diknas.. tapi tetap aja data-data lucu menarik muncul, seperti pengangguran yang tinggi, lulusan yang gak kepake, malah makin cenderng menurun. Lowongan yang gak keisi-isi, padahal itu kerjaan gampang amir. 
Pekerjaan simple tetapi seperti lingkaran setan yang tidak kelar2, apalagi Pak Rajiman yang ex Mendiknas juga menuangkan dalam program link and match.
Apakah karena rakyat kita silau sama merk asing, dan perusahaan asing lebih cenderung transform to user, sehingga value yang harusnya ada tidak didapat, dan rakyat kita meremehkan produk lokal, sebuah bukti peremehan diri sendiri, sehingga kebanggan hilang, sehingga jadi masalahnya link and match ini bukan kemampuan, tetapi kemauan dan kebanggan yang menyelubungi akal sehat?
ini diagram kalau mau link ke SMK, semoga bisa digunakan 2 persepsi yang beda menjadi satu.
Maklum ada guru-guru yang bilang, saya terlalu industri, padahal saya dah berbicara bahasa pendidikan bagi orang industri. huahua


