Frans Thamura, Best Agnostic Javaman

Krisis, Technopreneurship dan Ikan Killi

Aug 10, 2009 by Frans Thamura

Wah sekarang saya sangat jarang blog, dan malah makin sangat-sangat jarang ngeblog, dibandingkan tahun kemarin, dan ini dikarenakan super sibuk dengan proposal, dan belum QC, belum lagi meeting terus nonstop, dan yang lebih parah sejak pemilu caleg, sampe sekarang, yah kita mulai focus uber target, karena kita tahu sedang krisis global, dan suka gak suka, kita kena impactnya. Walaupun sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, apalagi sekarang banyak client kita sedang hobby telat bayar, mulai dari January lalu, trend nyicil payment yang nilai tidak seberapa terjadi. Dan ini lumayan harus putar otak untuk mengatasinya.

Technopreneurship menjadi trend yang kuat tahun ini, dan tidak disangka sudah memasuki tahun ke-3 program technopreneurship kita, dan sudah mulai banyak kampus yang bekerja sama, mulai menghasilkan bibit baru pengusaha. Yang menarik dari program ini, ternyata menggeser dari kata teknologi sebagai fondasi ke survival mode yang kalau tidak dimanage akan melenceng ke trading area, yang lebih simple dan lower risk, dan juga lebih sustain, biar orang lain yang buat, kita yang jual dan ambil komisi.

Program SMK kita juga sudah masuk ke area yang lebih baik, sekarang anak SMK yang kita incubate sudah mulai masuk ke program SarMag (Sarjana Magiste), yaituprogram percepatan S2, dan semoga sukses tanpa halangan, sebab hasilnya harus menunggu 4 tahun lagi. Thx untuk Guna Darma, semoga tidak terjadi halangan dengan program ini.

Meruvian semakin focus dan kerja sama semakin banyak, terima kasih pada sekolah dan kampus yang mau bekerja sama, dan juga mau mapping kurikulum. menarik sekali Meruvian menjadi sebuah bridging center untuk skillset yang dimap antara Kampus - SMK dan Industri. Sampai ada industri yang menjadi bingung, karena teknologi yang mereka kembangkan bertahun-tahun dan bersifat propietary memerlukan cost training tinggi bilamana menerima pegawai baru walaupun pegawai itu sudah mahir Java. Jadi ada gap baru yang kita temukan yaitu Gap antara Teknologi internal perusahaan dengan popular technology di market.

Tidak tahu apakah ini program siap, maklum setelah visit Monterey dan diskusi dengan beberapa community leader di USA, ternyata gap industri terjadi sangat tinggi di USA sana, dimana kita merasa lulusan USA sudah bisa jadi figur industri, dan ini juga alasan kenapa lulusan USA sana saat masuk ke dunia usaha, banyak yang struggle juga, kalah bersaing, dan akhirnya ngedon di kantor orang tuanya..

Menarik sekali ternyata go to campus belum popular bagi komunitas yang kita temukan, karena mereka sudah merasa profit dan sukses dengan program commercial dan profesional, saya masih mencari komunitas yang link industi dan kampus diluar negeri, kalau ada dari USA dan Eropa. Sebab yang dari Brazil yaitu Daniel dari DFJUG sudah sukses dengan program JEDInya. Sayang di Indonesia, karena behavior disini adalah sangat lambat mengadopsi, JENI Conference dipenuhi karya SMK, padahal mostly anggota JENI adalah kampus.. jadi setelah join JENI, pada ngapain yah?

Saat ini Meruvian mulai mendapatkan rekanan non IT loh, dan kita mulai masuk ke dispilin lainnya yang membuat program technopreneurship menjadi lebih kuat dan diharapkan yang mengadopsinya lebih dijamin sukses, maklum gak ada jaminan berwirausaha, faktor keberuntungan konon sampai 50%, kita ada VNZ untuk program ISO 9000 dan juga membantu integrasi SOP antara pengembangan sistem dan sertifikasi ISO, juga ada Octovate untuk Sales dan Marketing, dan juga kita mulai membantu rekanan Meruvian Lodan yaitu Mitra2000, untuk memasukan product mereka ke Meruvian, menjadi program otomotif kreatif, yaitu program untuk merubah SMK bukan jadi tukang rakit motor atau montir, tetapi mendesain motor, wah bisa gak yah di Indo, maklum di Jepang, model modifikasi motor sudah hal biasa di lab-lab vocational.

Ada yang menarik juga, saya sekarang mulai usaha baru yaitu ikan killi, dimana batch pertama gagal total, semua ikan killi jenis nothobranchiuse seperti eegri, krauschae, palmsquis, dan parizzi habis, menghabiskan banyak biaya, ada yang setelah besar cowok semua, ada yang cowoknya disikat sama ikan paradise albino .

Sekarang batch dua sudah mulai dewasa, dan program promosi penjualan killi sudah dilakukan, semoga ini gawean bisa membuat Indonesia memiliki program konvensi killi, yang konon tahun 2050, ikan killi akan punah dari alamnya, karena kekeringan dan perubahaan alam, sehingga AKA (Asosiasi Killi Amerika) berdeklarasi akan menjaga kemurnian spesies alam ini, dan bilaman cross breed harus dijaga tetap didalam lab dan tidak komersialkan. maklum Notho Rachovii Biera itu adalah salah satu jenis killi yang sampai hari ini menjadi jenis ikan air tawar tercantik dimuka bumi.. Discus.. ??? Jadi yang tertarik mendalamin Killi, bisa order indukan ke saya. Nanti uang beli indukan akan digunakan membeli spesies lain tepatnya oktober saat visit ke US untuk OpenWorld 2009.

yah ini blog saya, jadi panjang, karena banyak banget yang kita dah kerjakan, dan tidak dapat ditulis.

Salam..


Frans Thamura



Share |


blog comments powered by Disqus
"The World throughs the binary perspective" Name: Frans Thamura
Contact: frans at meruvian dot org
Mobile: +62 855 7888 699
Tweeter: http://twitter.com/fthamura


Donate to Meruvian
Help Indonesia!!





View Frans Thamura's profile on LinkedIn






My Entities:



Search

 

« February 2012
SunMonTueWedThuFriSat
   
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
   
       
Today

Links

Feeds




Navigation