Frans Thamura didunia agnostic

Kesabaran dan Urat adalah elemen Kesuksesan

Aug 26, 2009 by Frans Thamura

dua minggu ini, saya banyak berkonsultasi dengan rekan-rekan untuk mendapatkan masukan, dan semua mendukung program saya, dan katanya sekarang saatnya menunggu saja, semoga uratnya tidak putus. Kasus yang diceritakan selalu A-Mild, yang 8 tahun minus terus tahu tahu sekarang jadi raja diraja di segment area rokok putih. Menunggu momentum dan keberuntungan untuk bisa sustain, dan masuk ke kurva S berikutnya. Itu yang saya sedang lakukan sekarang, move to another S. Sudah berapa S yah coba dijalanin.

Nah ada kasus menarik yang mirip diatas, yaitu kebetulan kita mendapatkan anak SMK yang tidak sabar, dan ingin bisa semua dalam waktu dekat, malah dibawah 3 bulan, padahal belajar satu saja orang umumnya diatas 6 bulan, ini minta banyak hal, dari medallion, jeni, integrator, sampai bisnis dalam 2 bulan.. dan mengancam out, dan gilanya beneran out bro. Kaget, kasus ini biasa terjadi di anak kuliahan yang merasa punya bargain power tinggi.

Padahal saya memiliki rekanan yang punya perusahaan, biasanya 3 bulan pertama sang pegawai ditest kesabaran, dengan tidak diberikan pekerjaan, malah banyak kerjaan-kerjaan ospek, untuk mentest prilakunya, pernah kejadian calon sales disuruh bawa batu bata ditengah alun-alun, suruh muterin alun-alun dari pagi sampai siang. Ini katanya test tahan malu, maklum salesman yang bagus harus bermuka badak kan sampai deal didapat. Malah ada yang testing masuknya pakai pakaian promosi dan suruh promosi dijalan.

Hal ini pernah kejadian, saya sangat malu kalau disuruh beli obat ke apotik dulu saat kecil (ini hal teridiot dalam hidup saya, kok bisa malu yah), terus saya pernah malu bawa barang kalau pindah kost (geblek ke-2), terus gak ada angin gak ada badai, 2001-2002 saya jualan boneka Andrew, boneka beruang besar yang lucu, saya bawa karung dengan tulisan GMP (Gunung Madu Planation), bekas gula didalamnya yah boneka itu, keliling dari ujung karet -bek murat sampai karbela, sampai gotong masuk ke kantor HSBC di WTC Sudirman, tanpa malu dan tentu saja demi sepiring nasi, karena saat itu saya baru pulang dari Australia, dan ada kecelakaan "resign" karena salah bahasa inggris, jadi deh 1/2 pengangguran.

Belum lagi petuah Om Acang, mbahnya Ayam di kampung saya, sukabumi, yang perlu 27 tahun untuk menjadi peternak ayam yang sukses, padahal mulai usaha ayamnya lebih dulu papa saya. Intinya kesabaran, ketekunan, dan ternyata Indonesia adalalah lahan paling cocok bagi mereka yang sabar, tapi yah itu menjalankan kesabaran, kadang kita harus rela uratnya putus, alias masuk ke lingkaran stress dan keluar dari sisi gelap diri kita menggusung hidup yang lebih baik lagi.

Tidak sedikit sekarang anak2 baru lulus yang ingin dikarbit masuk ke level yang lebih tinggi, terkesan semua bisa diinstall, apalagi di negara yang barang black market bertebaran dari pinggir jalan sampai ke mal-mal, buat ngiler aja.

Branding sebagai salah satu fondasi ini semua saja, memerlukan beberapa silkus untuk mendapatkan kharisma, dan ini juga sangat sulit sekali, dan lihat saja banyak yang sudah dilevel khrisma saja rontok, lihat aja Nokia yang ditinggal karena popularitas BlackBerry, Sony yang tidak jadi market leader di Indonesia.

Share |


Post a Comment:
Comments are closed for this entry.
"The World throughs the binary perspective" Name: Frans Thamura
Contact: frans at meruvian dot org
Mobile: +62 855 7888 699
Tweeter: http://twitter.com/fthamura


Donate to Meruvian
Help Indonesia!!






View Frans Thamura's profile on LinkedIn






My Entities:






Search

 

« March 2010
SunMonTueWedThuFriSat
 
1
2
3
4
5
8
9
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
   
       
Today

Links

Feeds




Navigation