Kebutuhan Dasar orang di Indonesia
Saat di San Francisco, saya ketemu Edy Lou yang jadi Chief Architect Silver Spring, salah satu perusahaan smart grid yang lagi booming, dan membahas mengenai kehidupan kerja di Amerika, ternyata disana biaya hidup itu murah, uang yang tersisa banyak, makanan itu murah. Walaupun 4-10x harga di Indonesia. Dimana menurut saya, di Indonesia, Jakarta khususnya uang habis untuk beli makanan. Ini opini saya, karena saya menghabiskan uang saya untuk makan, makanya saya perutnya jadi ndut gini. huahua. terutama Mie dan Soto.
Yang menarik rekan saya, Hendrik, adalah pengusaha Ayam, dumelannya kuat mengenai rokok, apalagi pas membaca berita perokok bertambah, dan buat orang perokok, ternyata banyak yang tidak perlu makan, yang penting rokok dulu, padahal kita tahu rokok itu tidak sehat, dan selain itu, memasukan api ke dalam tubuh bukan itu riba. silahkan konfirmasikan
. Coba lihat juga para pengamen, mereka merokok kan.
Yang menarik lagi kalau ke Senayan, di stopan lampu Menpan, yang bunderan, disana ada pengemis stopan, beberapa ada handphone, dan mereka tidur diatas langit, atau kalau keren dibawah jembatan.
Teori yg kita dapat disekolah, kebutuhan dasar manusia adalah sandang, pangan dan papan, nah kalau di dunia modern sepertinya sandang, pangan, jelas tanpa 2 hal ini cilaka, ternyata bukan papan lagi tetapi yah itu handphone dan rokok.
Jadi menarik kalau dikembangkan ras khusus manusia yang tidak perlu tinggal dirumah, dan berteduh sembarangan, tetapi gak dikasih handphone atau rokok.
Termasuk saya, tidak investasi di property, apakah ini kesalahan besar sebagai manusia?
blog comments powered by Disqus


