Kata Akan dan Sudah
Jun 19, 2010 by Frans Thamura
Saya tipe orang yg teriak-teriak, yang konon terlalu suka mengkritisi, walaupun beberapa sudah mengatakan the message telah masuk, dan yang menarik telah diterimanya message yang diutarakan, ini setelah ditolak banyak pihak, karena di negara ini, personal style lebih penting dari contentnya. Yang menarik message adalah sesuatu yang harus dilakukan terhadap yang akan terjadi. Akan itu artinya belum terjadi. Tetapi yang menarik dikaji nun jauh didunia lain, alias 1/2 bumi dari Indonesia, semua hal ini telah lewat, alias the message telah diextend menjadi sesuatu, yang menciptakan the massage ke-2.
Contoh. Siapa yang sudah mendalami power of Java, apa masih ribut susahnya Java dengan keahlian VB6. Kapan yah VB6 patch terakhir direlease? padahal didunia lain, kita sudah masuk ke cloud, mendeploy Java diatasnya dengan MVP bukan MVC. Terus malah sudah ada teknologi yang lebih baru yang seperti Java ini mulai dari V8, Dalvik, sampai extension C/C++ ke OOP yaitu Objective-C yang juga telah diextend, yaitu Cocoa Touch. Semua telah kan.. malah Apple Store telah ada 100.000 aplikasi yang tentu saja dikembangkan dengan Cocoa Touch ini. Semau Telah..
Padahal saat ini status disekitar kita adalah akan. Diknas akan memasukan kurikulum Java, Politeknik sedang mempersiapkan SDM (Dosen) untuk belajar Java, sehingga dapat memasukan ke kurikulumnya, dan ini artinya akan masuk kurikulumnya. Guru-guru pusing dengan SKKD 2010, karena akan memasukan ini semua ke mata pelajaran.
Mengapa kita hidup didunia akan dan bukan sudah?
blog comments powered by Disqus


