jTechnopreneurship, Sam, Bloated, dan .NET as J, in AJAX World
Gara-gara message Joshua di JUG, yang mengatakan Java framework bloated, tetapi disambut dg jawaban Samuel, yang mengatakan framework itu diciptakan karena ada kebutuhan, dan gak bisa maksa fiturnya harus yang diinginkan semuanya, maka bilamana merasa framework itu kebanyakan fiturnya (bloated), sebaiknya buat sendiri, kalau gak mau buat sendiri, kalau gak, dilarang complain. Sudah bagus dibuatin, dan gak perlu pusing lagi. 
Kemudian diskusi diteruskan ke YM, seperti biasanya, dan diskusi mengenai jTechnopreneurship, Samuel confirm berbicara di Jakarta, tetapi almamaternya. didepok Hehe,
Ada sebuah diskusi yang menarik mengenai topik Why should we investing in Java, untuk first session di jTechnopreneurship Roadshow ini, yang mana ada masukan menarik, tentu saja setelah saya link dengan jawaban Sam, atas Joshua, yaitu Javascript dan Groovy, yaitu .NET
Sam melihat .NET tidak akan hilang dari muka bumi, selagi Microsoft berdiri, tetapi pasarnya adalah didesktop Windows sendiri, tentu saja bagi yang pintar menggunakan Java diservernya.
Ada beberapa alasan yang menarik,
Karena Visual Studio Express itu gratis, jadi orang pintar yang merestricted dotNet hanya di Desktop market, seperti kekuasaan MS sekarang, dan kalau buat aplikasi Desktop di Windows, masih dimaafkan, bilamana ada aplikasi yang harus dipakai (kasus Sam adalah aplikasi Travelnya, yang tidak ada terminal s/w yang jalan di Linux). Jadi dengan atau tanpa .NET, Windowsnya harus dibeli, nah dia bilang, VS Express the next.
Tentu saja setelah saya dalamin, sampai terbawa mimpi, memang sudah saatnya kita jadi orang pintar, wong kita memang pintar, buktinya Tolak Angin itu asli Indonesia, orang pinter minum tolak angin, nah yang minum tolak angin siapa ayo, bule-bule?
Jadi kita boleh atau dimaafkan menggunakan .NET didunia dimana ada satu aplikasi yang harus jalan di Windows, dan aplikasi itu adalah hidup mati.
Tetapi sekali aplikasi .NET, dikembangkan dengan Visual Studio Express telah lengkap, dan tertransformasi menjadi aplikasi penting baru, yah gak bisa ke Linux kan, kita masuk lingkaran marketing lock-ing Windows.
Nah contohya s/w Siber yang sam buat, dikembangkan pake .NET, kemudian buat satu renteng orang-orang dipaksa pakai Windows. Hal ini juga terjadi pada beberapa vendor. Kok mau bisa yah, memaksakan kehendak di jaman kebebasan ini. Amrik banget euy.
blog comments powered by Disqus


