Java Programmer Rush, JUG (Komunitas) dan Kurikulum, dan Indonesia 2.0
Sudah lebih dari 2 tahun lebih program JENI digelontorkan, dan juga sudah lebih dari 2 tahun JEDI sang bapak dari JENI (JENI merupakan versi extension dari JEDI buatan rekan kita dari pilipina).
Dan sudah lebih dari 2 tahun (4 tahun mungkin), puluhan CEO, Associate Partner, HRD Manager sampai HR Consulting menghhubungi saya, mulai dari small meeting, traktir di restoran berbintang (mungkin ini salah satu penyebab saya overweight sekarang).
Banyak Founder dan CEO yang mengeluhkan mengenai kelangsungan s/w developmentnya ke saya dan sepertinya saya harus bertanggung jawab terhadap masalah ini.. hue hue.. maklum beberapa lead project saya kenal baik didalam perusahan tersebut dan resign, dan sang owner tidak mengerti apa yang dibuatnya, tetapi saat saya ajak review kerja sama teknologi, menolak atau ada yang dah mau, tetapi tidak mau mengikuti tips yang saya berikan, seperti standard curicullum perusahaan, share baseline skillset to the public atau min ke saya.
Malah ada perusahaan yang sampai stop jualan solusinya dan lebih ke trading, karena menolak menshare skillsetnya padahal teknologinya itu sederhana tetapi lock to his company solution dan efeknya tentu lock to his clients.. Perusahaan-perusahaan ini kelas menengah atase mua, dimana pegawai diatas 50 orang...
Tidak sedikit ada kasus sengketa juga antar perusahaan IT yang terjadi di Indonesia, dimana saya sedikit kontribusi saran...
Blog ini sebenarnya ide saya, karena semalam ada Associate Partner perusahaan Non Java yang NgeJava.. dan menyakan kenapa mencari oran Java sulit dan susah, tapi menariknya perusahaan ini adalah salah satu perusahaan yang terpublikasi besar sekali dg solusi MS..ayo siapa...
Dan kasus MS partner ke Java ini meningkat drastis dalam 4 tahun terakhir.. dan keluhan tentu saja meningkat.
Walaupun kemarin saya bertemu beberapa rekan dari pembantu rektor, kepala sekolah, direktur 3 sampai dosen kerja sama dan guru kerja sama industri, lumayan juga another free lunch ditempat terkenal, maklum saya kan penggila kuliner lokal indo, terutama soto.. jadi yang mau minta consultancy saya, jgn lupa siapkan soto terkenal didaerah anda.
Apalagi sekarang dengan tanggung jawab baru saya di Oracle Academy, yang menreview kampus dan juga anak2 yang mengambil program ini..serta hubungan saya dg Pak Heru untuk mengembangkan sebuah sistem monitoring psikologis non teknis, seperti sebuah program kerja baru yang menarik. Massive Java Programmer dengan Attiude Dunia. itu visi saya.. mungkin bisa jadi nanto no drug but use java ...hehe narsis yah.... plus program kerja yang akan dilunch 20-21 desember ini, siap siap deh... non stop program to make Indonesia 2.0 (redefining Indonesia future gitu.. apakah saya kaliber urusan ini).
Saya mendapatkan banyak kampus juga menolak kurikulum JEDI/JENI di kampusnya, karena kualitas kurang baik, padahal setahu saya tidak ada lagi opencontent pembelajaran Java yang lebih baik dari JEDi dimuka bumi ini. Semua ahli kurikulum Java sudah ikutandisana, dan sudah berhasil menghasilkan 270.000 orang java di pilipina saja, dan 70 ribuan di brazil.
Malah telco telco di Brazil sudah commit terhadap program kerja ini, dan yayasan yang dibuat oleh Daniel Olivera, rekan saya pendidir DFJUG yang paing terpanggil urusan pendidikan di daratan selatan amerika ini. Termasuk program kerja kita untuk promosi Java dengan di negara bekas jajahan portugis. Timor Leste.. kebetulan investor intercitra ada kantor disana..
Trend ribut-ribut susah orang Java ini sangat tinggi, kemarin salah satu vendor yang sudah tutup dan buka lagi, meminta 1000 orang IT ke salah satu institusi yang juga sedang dalam bridging jadi rekan di meruvian network program.. tetapi kenapa tidak ada satupun yang peduli untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita dengan memberikan masukan terhadap kurikulum di Indonesia.
Atau menyumbangkan skillset mereka ke pendidikan di Indonesia, sehingga gap tidak terjadi, saya dah melakukan, program ini dapat menekan sampai 60% biaya education dan riset loh...dan untuk kampus yang join juga mendapat benefit besar, karena sekarang jadi center skill java...
Saya melihat akar masalah dari semua ini adalah hubungan tidak harmonis pebisnis dan pendidikan, dan saya melihat kampus2 sekarang sudah open terhadap kerja sama ini, tetapi kenapa para pebisnis yg mengeluh tidak mau turun gunung.. ayo dengan saya kita buat indoensia 2.0, dan menghasilkan massive Java programmer yg kaliber dunia, ada 10.000 task lists yang harus dikelarkan sebelum ini terjadi.
bagi yang malas turun, cuman email saya mendukung program ini secara official (jangan pake yahoo) atau send surat resmi.. ini sudah cukup, dan tolong review kurikulum baru kita bernama jTechnopreneur, apakah ini masih kurang.. ini gak menimbulkan biaya, tetapi anda mendapatkan pegawai yang lebih baik dari yang harusnya. dan kampus menjadi lebih baik dari sekedar dianggap "asal ngajar"
saya membuka masukan terhadap blog saya ini.. silahkan japri bilamana hendak yang lain
blog comments powered by Disqus


