Java Outsourcing Nightmare.. Gimana mengatasinya...
Sebuah perjalanan panjang Java, dari teknologi yang simple sekitar 1999, yang mana Struts1 belum terkenal, dimulai dengan saya mencoba membuat sebuah center pembelajaran sehingga yang apply kerjaan di Intercitra memiliki kemampuan dasar Java dengan nama Java User Group (yang bertransformasi menjadi komunitas Java solid top 50 global), itu tahun 2003. Maklum 100 member pertama JUG adalah rekan-rekan yang apply kerja di Intercitra.
Sekarang program pembelajaran standard Java, telah ada, sebuah extensi dari JEDI, yang lebih hebat lagi, team Indonesia mengextendnya menjadi JENI, dan team Meruvian mengextendnya menjadi jTechnopreneur.
Perjalanan panjang Java dari sisi saya yang telah satu dekade, telah merubah dari sebuah pertanyaan simple "wah ada pekerjaan Java yah di Indonesia!", menjadi "gila orang java kok susah dan mahal-mahal yah".
Pengalaman saya untuk mengatasi lack of Java programmer ini adalah:
1. buatlah skillset pembelajaran dan sekaligus product
Pembelajaran yang dibuat jadi product ini adalah sekali dayung 2 lautan. Dapat standard kurikulum internal organisasi juga hasilnya product, kalau tidak mau product dapat sebuah jasa online, seperti Atlassian lakukan dengan JavaBlogs.com, kita membuat BlueOxygen dan Medallion.
2. kembangkan team platform (kalau diopensourcekan penetrasi lebih cepat)
Saya sering mendapatkan perusahaan di Indonesia, yang orientasi project karena uang lebih jelas, tetapi wegah mengembangkan team teknis. Saya menyebutnya team platform, team platform ini membuat product yang mana project kita dibuat diatasnya. Ternyata dapat mempercepat pengembangan product dan super cepat loh. Bisa lebih dari 50%, malah kalau team pembelajaran membuat product, bisa deal bayar, seperti konsep retail padahal project based. Kami telah melakukannya dan membuat team jadi kecil dan tidak perlu lembur gila-gilaan terhadap deadline.
3. Kontribusikan skillset Anda
Bilamana kurikulum telah berkembang dan standar, coba kontribusikan menjadi pembelajaran masalh, ini dapat membuat team atau competitor menggunakan dan mengacu pada materi Anda, dan ini akan menjadi standard baru bilamana telah menjadi Industri. Spring team melakukannya dengan SpringFramework, bayangkan bagaimana mereka melakukan promosi Spring App Servernya, tidak terlalu sulit buat programmer kan.
4.Buat komunitas sekitar Anda
Coba buat komunitas, tetapi ini ada jeleknya, sebab ada revenue yang keluar, diambil oleh anggota komunitas, tetapi minimum ada brand tertinggal. Tapi pengembangan komunitas seperti memelihara anak macan dirumah sendiri, yang setelah besar, bilamana lapar sedikti akan memakan majikannya..
blog comments powered by Disqus


