Frans Thamura didunia agnostic

Indonesia's Market dan BB dan Android

Jan 07, 2010 by Frans Thamura

Indonesia adalah sebuah pasar mobile yang hugh, kita selalu pertama pertama, PSPGo launch di Indonesia, Nokia Commmunicator di Indonesia, sampai BlackBerry Bold terbaru juga di Indonesia.. We are always the first.. tapi bener gak yah.. takut salah juga.

Ini karena negara ini negara bablas yang konsumtif, kenapa bablas, karena negara ini dibackup oleh sector informal, yang dibanggakan sejak jaman papa saya. Ekosistem bisnis di Indonesia (campuran antara black market, UKM, Kaki Lima, Sistem Encek2 Glodok, sampai pemerintah yang sembrawut buat aturan), membuat susah sekali negara lain bisa masuk ke pasar Indonesia. Kecuali China mungkin yang terus gerus pasar lokal. Istilah merk yang leader dari asing saingannya adalah merk asing itu sendiri, contoh saingan HP misalnya adalah merk HP yang masuk tanpa distributor resmi bisa black market bisa paralel import. Bagi yang suka import, kita gak bisa bilang masukin barang jalur legal juga "resmi" lo. Karena sistem lampsum di beacukai, aneh kan, barang berapapun nego bro. Gara-gara ini, negara kita gak bisa bersaing mendapatkan ikan hias unggulan, karena masukinnya harus partai besar, terutama ikan kecil yang komoditas, yah itu lah dunia perbeacukaian kita, area ini dihajar abis oleh singapore dan thailand.

Jadi, walaupun secara fondasi aneh, dan ini salah satu cerita kebanggaan papa saya mengenai ekosistem bisnis di Indonesia, yang konon secara pembukuan selalu minus, akibatnya gak perlu bayar pajak. Saya sendiri gak tahu kenapa bisa minus, gak pernah buka toko di glodok sih. Tapi konon ini model bisnis 72% backup negara ini. Gila besar banget yah. Yuk kita cari data lengkapnya, tapi susah juga, karena gimana buat statistikanya..

Nah karena market yang konsumtif, dan konon salah satu negara yang grow. malah saya percaya grownya ini bukan karena pemerintah, tetapi karena dari sananya sudah gini sistemnya. Jeleknya sistemnya ini gak bisa buat kita go global, tapi untung negara ini gede, jadi yah pasarnya lokal terus. Salut sama perusahaan lokal yang buat merk lokal yang go global, sampai market leader di negara orang macam Wings di Afrika, saya rela deh cium kaki ownernya untuk sebuah wejangan. There is loh, yang go global.

Balik ke topik mobile, yang kaget, saat saya dapat undangan XL launching BB Storm2 atau BB, versi 9700 kalau gak salah, bulan lalu, kok gak dijelasin feature BBnya, malah dewi sandra nyanyi dg baju elegan, SPG yang promosi services XL, terus makan malam yang dahsyat, plus ngantri diluar pada beli BB. Jadi sampe hari ini, saya tidak tahu apa itu isi didalam BB terbaru tersebut, dan kenapa launchingnya gede-gede. Jadi orang beli BB terbaru itu apa yah? keren doang?

Nah kalau kita baca diluar, ternyata perang BB vs iPhone vs Android sedang terjadi, aneh, Nokia yang market leader seperti tenggelam, gak jelas kemana. Malah di Indonesia juga iklan Nokia sepertinya hilang dari pasaran, lihat aja semua hadiah BB mulu.

Perang diluar menarik, iPhone aplikasinya sudah sampai 100.000, Android sudah sampai 20.000, dan konon Palm sudah 2000 (lupa euy..). tapi di kita masih rame BB dengan teriakan panitia pertandingan aplikasi BB yang deadline 2 minggu lagi. Konon teriakan ini terjadi juga di negara adidaya yang sedang krisis di ujung dunia sana (Justin, kalau kamu baca blog ini, saya bales, hua hua,, kamu nulis Frans from Indonesia yang dari ujung dunia sana kan).

Jadi saya merasa aneh juga, diujung dunia sana, kita bahas aplikasi, sampai di acara Oracle OpenWorld, dibahas Siebel versi BlackBerry, malah saya dengar SAP versi BlackBerry, saya gak tahu gimana Zahir atau Accurate apakah keluarin versi BlackBerry juga gak yah. Yang pasti saat ini baru launch Kaskus versi BB, dan saya sudah lihat tuh barang, tapi masih gak tahu gimana installnya. 

Gara-gara ekosistem seperti ini, saya masih gak percaya dunia aplikasi mobile itu bisa sustain di retail market, maklum buat cape-cape terus dibajak, abis deh. Kecuali ala Kaskus Mobile, ini baru bisnis model, tapi ini kan cuman front dari Kaskus selain versi Web. 

nah yang lebih aneh lagi, Android phone seperti tenggelam di negara ini, sama dengan iPhone yang tenggelam, gak kedengeran, kalau iPhone sih emang kebangetan yang jualnya masa 7.5 juta perak, dibandingkan di US sana yang harganya cuman 2juta. sejak kapan 7.5 juta itu sama dg 2 juta.. apakah telco kita ketakutan smartphone meraja, sampe buat price segede gini. 

Malah saya terakhir baca koran Strait Times, koran singapore, iklan HTC Tatoo US$ 0, untuk yng versi langganan, tapi gila ini HTC sudah mau keluarin Google Nexus One, tapi kita tetap belum ada tuh Andrioid phone selain Magic yang jadul, di pasaran.

 

Yang lebih parah lagi, kalau negara ini negara BM, kenapa yang BMnya gak banyak yah. anyway, BB saya BM sepertinya gak beli didistributor asli sih, gak tahu nih kalau rusak betulinnya gimana.

Jadi rumus matematikanya apa yah untuk kasus ini? 

Share |


Post a Comment:
Comments are closed for this entry.
"The World throughs the binary perspective" Name: Frans Thamura
Contact: frans at meruvian dot org
Mobile: +62 855 7888 699
Tweeter: http://twitter.com/fthamura


Donate to Meruvian
Help Indonesia!!






View Frans Thamura's profile on LinkedIn






My Entities:






Search

 

« March 2010
SunMonTueWedThuFriSat
 
1
2
3
4
5
8
9
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
   
       
Today

Links

Feeds




Navigation