Follower, Me-Too atau Lead
3 kata utama yang sering saya jadi acuan adalah Follower, Me-too, dan Lead, ini kasus yang sering saya pelajari di kasus produk-produk Consumer Good atau Fast Moving.
Saya mencoba mengadopsikannya didalam program internal kita, Me-too artinya mengikuti apa yang telah dibuat oleh pihak lain. seperti blueoxygen project ini follower sebenarnya, karena mengikuti trend pengembangan platform, walaupun kita mencoba mengisi disegment level 3 setelah sistem operasi, virtualization, dan middlware, yaitu workspace. Jadi apa yang lo bisa, gue bisa, apa yang lo buat gue buat. Tetapi karena konsepnya platform, setelah masuk ke produk, ternyata uniknya keluar nih. Seneng juga.. karena bisa masuk segment lain.
Yang follower, umumnya buat solusi yang lebih gampang, diberikan kepada perusahaan yang short term, tetapi yang umumnya cuek sama posisi strategic secara long term. Contohnya yah pake produk proipetary, membuat aplikasi diatasnya.
Lead, ini yang paling sakti, tetapi tidak tahu Indonesia mampu gak, dg 75% mental model psikologi yang mengikut dan bangga mengikuti, dan 3% darah dominan, sepertinya negara ini tidak diciptakan untuk jadi leader apapun, kalau ada yah sangat kecil presentasinya. Lead ini menciptakan sebuah dobrakan, seperti kasus membuat platform terus buat aplikasi, dan masuk ke blue ocean. Negara yang diciptakan lead yah adidaya kita, Amerika. Dengan motonya merealisasi mimpi ala Amerika.






