Definisi Sukses.. perbedaan paradigma...
Minggu ini banyak sebuah diskusi yang menjelaskan definisi sukses, yang menarik, ternyata definisi sukses itu mengacu pada sebuah paradigma yang tidak standard. Dimana setiap orang berhak menilai definisi sukses yang dianggapnya terbaik.
Adik saya dikatanya tidak sukses, tetapi setelah dicheck revenunya, bengkelnya yang dianggap sepi ternyata memberikan keuntungan loh.. 36 juta / tahun. lumayan kan buat toko yang baru..
Saya sendiri dianggap yang paling tidak sukses, karena tidak bekerja disatu perusaaan dg gaji konsisten...
Kemarin malam tepatnya sabtu, saya diskusi dengan paman saya yang dianggap sekarang menjadi orang "paling sukses" dikeluarga ibu saya, dimana anaknya juga kuliah teknik komputer (jurusan yg selalu saya larang..), paman saya ini yang memodali adik saya buka toko motor (plus dana tambahan dari papa saya untuk ban). kampusnya sepupu saya ini sedang dilobby untuk join meruvian network... menarik kan... apa yang akan terjadi bilamana kampusnya join meruvian network dan mengadopsi program technopreneurship.
Ternyata paman saya ini lebih baik secara mendefinisikan "cara menjalankan hidup" dan mendefinisikan sukses dari persepsi hidup, dan menajamkan cara berpikir untuk focus dan mendapatkan kue income dari celah tersebut, ini milis teori marketing mix. hebat kan gak sekolah tapi tahu apa itu marketingmix secara pengalaman.
Maklum paman saya ini sekarang ingin pensiun, dan menunggu anaknya yang kuliah ini meneruskan usahanya, termasuk ide-ide besar lainnya, seperti buka perusahaan-perusahaan lainnya. Termasuk cuek terhadap anaknya yang masuk teknik komputer, walaupun tentu saja dicompare dengan saya yang usaha digital, termasuk 2 sepupu saya yang juga usaha digital. Maklum salah satu sepupu saya ada telah memiliki franchise kedua terbesar di indonesia, ayo tebak....
Saya dianggap salah satu pengusaha paling tidak sukses dalam keluarga saya
arggh... malah saya dianggap kerja gak jelas, tetapi ternyata saya baru tahu muncul di TransTV dan ditulis oleh team Gamestation di majalah, adalah salah satu bukti saya ini kerja.. walah 15 tahun dijakarta dianggap apa yah.. the smartest but the most failed one.. walah.. walah...
Sebuah statement menarik didapat dan ini sama dengan petuah pemilik toko obat jadi di tomang (sekarnag ada diroxy, mangga dua, yang dikelola anak-anaknya), usaha itu harus diatas 8 tahun. wow.. bilamana dalam 5 tahun tidak berjalan, please think another option, itu petuahnya.. hebat kan..ternyata teori menggapai kesuksesan itu seragam, wah kalau bisa disertifikasi dan dibuat procedurenya enak banget....
Definisi sukses dari saya adalah revenue jelas, grow terus menerus, dan pemilik berpikir strategis... tapi rumusnya sepertinya dengan cross subsidi revenue saya masih belum bisa.. jadi saya memang benar belum sukses... wah perlu perjuangan banyak nih...
NB: sukabumi lg sumpek banget, masa perjalanan jakarta-sbm 160 km 5 jam, argh, pulangnya jam 3-7, gila 4 jam.. lama banget.. ini gara-gara truk aqua dimana-mana..
selain itu tadi juga lg sebel masa kuah soto kudus blok m yang biasa gratis dicharge 9 ribu, yah pusing amat, artinya hari ini adalah hari terakhir makan di soto kudus blok m, saya kan pelanggan setia yang disakiti.. dan saya suka bawa tamu dari luar kesana, sekarang.. bye bye soto kudus blok m. protes buat pemilik, itu soto harusnya pake toge bukan engkol, terus saya protes malah dicharge.. geblek... dah untung gede mau nambah lagi ditengah krisis, emang ini dunia milik kalian.. anyway pusingin banget. yang lain hati-hati dg soto kudus blok m..
blog comments powered by Disqus


