Ciri-Ciri OpenSource yang Baik.
Kata OpenSource sudah mulai masuk benak semua orang di Indonesia, menarik, dari Pak Subiakto (Hotline) sampai launch KGOS, ini sudah bagus, artinya awareness kata ini sudah baik.
Nah saya pribadi ada penilian sendiri mengenai OpenSource yang baik, dan saya sangat menjunjung tinggi development modelnya, daripada pakai saja, kecuali barangnya sudah mature banget, emang ada yah barang mature banget di dunia inovasi yang berubah terus.
Opensource yang baik seperti teringat iklan Axis, GSM yang baik, walaupun sempat didera negatif gossip diawal2 berdiri, tapi BBnya termurah layanannya, XL dah gak murah lagi. sorry ngelantur dulu ke GSM.
Menurut saya OpenSource yang baik itu
1. Development Hidup dan dikembangkan secara public, kalau dia close development artinya dikembangkan didalam team sendiri, model close development itu JBoss.
2. Ada Community Contribution yang jelas, nah ini kasus menarik, artinya ada pihak lain yang mendapat benefit, bukan marketing semata, dan kontribusi yang fair akan lebih baik, tetapi sekarang ada model corporate contribution model, jadi personal levelnya dibawah corporate, ini artinya proyek lebih suka yang ada investasi dan jaminan, modelnya ini eclipse pakai.
3. Platform model, opensource yang dikembangkan bisa direbranding dan ditambahkan module kita, nah ini yang menarik di Indonesia banyak trend remaster, cuman memaketkan yang sudah jadi, tapi menurut saya, yang terbaik adalah yang kita bisa buat semau kita, dan dimasukan ke dalamnya. nah remaster akan bernilai bilamana ada aplikasi buatan sendiri didalamnya, dan distro tersebut mendukung promosi produk sendiri.
4. Education material, Indonesia terkenal SDMnya buanyak abis, SMK aja 2.2 juta setahun produksinya, tapi cari coba 10 programmr Java yang sesuai dengan karakter perusahaan, amir amir.. bisa dapat 100, mantap. tambah lagi spesifikasinya perushaan buat produk, sembah 100x deh , kok bisa. Saya tidak tahu kenapa negara ini power by 72% micro seperti tukang bakso. jadi mungkin yah susah cari orang IT, semuanya mau jadi tukang bakso. Nah education material dibutuhkan untuk mengkarbit anak yang "tidak mampu" menjadi mampu alias bisa mulai kerja, kalau bisa jadi material kurikulum deh (happy berbirokrasi dengan diknas yang like kingdom)., kalau tertarik berkurikulum, contact me japri yah.
5. Interchange antar module, nah gara-gara riset blueoxygen, kita akhirnya mendapatkan value yang paling kuat adalah saling memakai antara proyek, baik yang diatas platform yang kita buat, ataupun inter platform (interplatform valuenya lebih tinggi), salahs atu pendekatan bisa dengan interoperabilitas
6. Friendly developer, ini penting banget, karena programmer kalau tanya dibales, kalau gak dibales, belajar sendiri, saya merasakan tuh, bisa berbulan2 mandek, sebab gak ngerti binatang apa yang kita sedang utak atik. tapi jangan lupa buat FAQ, sebab anggota baru tanya-nya itu itu mulu, seperti instalasi, what is it, apalagi di indo, bukan baca web dulu, tapi tanya dulu. mantap gak.
7. Community manager , nah ini jarang ada, proyek yang ada communitymanager biasanya aktif bekerja sama dengan pihak lain, contoh Ubuntu ada Jono, OTN ada Justin, Sun Indonesia ada Harry Kaligis, ini orang-orang yang penting sekali, min ada first contact, kalau nanti sudah contact gak difollowup sampe realisasi, itu cerita lain, daripada jadi pagar raksaksa..
8. Prosedur dan Agreement, ini juga penting, kita jadi tahu gimana join, dan juga kalau kontribusi gimana, belajar menghormati HAKI dan juga prosedur buat kita gak nyasar saat mau gabung.
NB: padahal cari satu yang niat mau kontribusi susah banget loh disini....





