Cashflow Quadrant dan jTechnopreneur

Posted on 22 April 2012 by Frans Thamura

Setiap hari saya memotivasi siswa-siswa Meruvian, saya sendiri tidak tahu menyebutnya mereka apa, ada yang merasa dirinya karyawan (tapi mana ada karyawan didalam Meruvian), ada yang ingin magang, ada yang ingin rekanan. Yup semua belajar jadi pengusaha di Meruvian, dengan model yang berbeda. Semuanya datang dg modal dengkul bermimpi jadi Bill Gates. Artinya ini mustahilkah, sebab Bill Gates untuk memasukin market PC DOS/MS DOS, ibunya yang teman dekat CEO IBM USA, melobby sampai diberi kesempatan anaknya, tentu saja dengan uang modal investasi 10.000US$ membeli sebuah software yang dikasih nama MS DOS. Yup, Bill Gates tidak berinovasi, hanya membeli, dia real pedagang.

Di Meruvian, kita semua menciptakan, jadi... gimana bisa lawan calo kelas dunia bernama Bill Gates. Tapi dunia mengatakan, what ever, dia tajir bro. SIRIK kan.

Nah saya ada satu diagram, sebuah buku yang saya beli lama sekali, Cash Flow Quadran, yang belum sempat dibaca, sebab buku pertamanya Rich Dad Poor Dad saja 1/2 bacanya.. ini diagram yang saya dapat dari ngegoogle.

Gambarnya gede yah, tapi menarik sekali, data dari anak siswa SMK dan Kuliahan yang di Indonesia, jangankan Employee, SMK 50% dijamin Nganggur, dan konon ini progress sakti pak GHP yang membuat dari 80% menjadi 50%. Gila kan datanya, tetapi anehnya satu negara "percaya" mengirim anak ke sekolah akan membuatnya menjadi pintar dan masa depan cerah..

 

Nah ini diagram, yang saya dapat dari IGI (Ikatan Guru Indonesia), dulu sempat baca di Kompas, tapi saya lupa koleksi.

Mantap kan, ternyata pendidikan kita di politisir, dan tentu saja hancur hasilnya, silahkan baca arsip Dikmenjur, dan post pak AS, dijamin kaget..

Nah model di Meruvian adalah kwadran Business Owner, dan tentu saja belum sampai Investor, tetapi siswa yang masuk bukan dari kwadran yang tertuang di diagram cash flow Kyosaki. mm.. sebab mereka didesain untuk tidak dapat bekerja (50%), dan sisanya didesain untuk pekerjaan low level (teknisi pabrik, admin), yup intinya bisa kerja. SMK BISA.. !!!

Background yang datang, bermacam-macam, dari orang tua seorang satpam, pembantu harian, supir, TKW, sampai tukang ojek. Kalau grade seperti ini, kapan bisa masuk Kwadran BUsiness Owner. Yup ini tantangan gila yang radikal di Meruvian.

Tapi minimum masih lebih membanggakan apapun yang hasilnya, dibandingkan dari keluarga Business owner, malah Investor, anaknya disuruh KERJA di perusahaan, apalagi sampai Internasional. mmm saya banyak teman yang karirnya TOP MARKTOP, di perusahaan internasional cabang Indonesia, setelah keluar, karena kasta dah tinggi, tetapi masih pegawai, grade investor belum sampai, jadi deh Self Emplyed. Kasta turun secara family.. tragis.. tapi cashnya banyak, gaji kerja di MNC gede.. serba salah kan.

Nah bagi siapa yang tahu formula out of cashflow quadrant bisa masuk Kwadran III dalam usia 30. Let me know.

Ini yang membedakan program jTechnopreneur Meruvian dg Program Kewirausahaan lainnya...

Share |

Donate

View Frans Thamura's profile on LinkedIn

Frans Thamura

Entities

Newsfeed