Jun 20, 2010 by Frans Thamura
Besok, adalah resmi 9 tahun saya mengelola proyek OpenSource bernama CImande, yang kemudian meningkat menjadi BlueOxygen, dan menjadi material pembelajaran di pendidikan Indonesia, dan sampai hari ini, blum ada perusahaan lokal yang mengikuti model bisnisnya. Padahal tahun ini, saya merasakan adalah akhir dari Era J, artinya produk-produk dengan huruf J diawalnya, adalah tidak make sense untuk di branding. Kharisma Java telah masuk ke level terendah yang pernah ada. Tentu saja ini searah dengan kepercayaan public terhadap bagaimana vendor-vendor kapitalis mengelola komunitas dan melihat OpenSource bekerja. Kecenderungan leadernya atau pendirinya dianggap enemy of the state sangat tinggi. Hal ini terjadi diseantero dunia ternyata, dan tentu saja untuk negara dengan regulasi tumpang tindih, enemy of the statenya makin kuat, sebab mulai dari pendidik sampai country manager memasukan posisi ini sebagai anak macam yang akan menerkam majikannya.
Android, Blackberry adalah teknologi yang sangat dekat dengan Java, dan tidak menggunakan kata j didepannya. Malah standarnya tidak compliance ke JCP, sebuah institusi ajaib, bekerja seperti layaknya Organisasi ISO, W3C, tetapi tidak independent. JCP ternyata sebuah divisi dibawah Sun yang sekarang milik Oracle. Banyak konspirasi terjadi selama satu dekade ini, dan ternyata public tidak bodoh, dan banyak yang diajukan menjadi kenangan semata. Maklum mekanisme pengajuan standarnya agak aneh, sehingga sempat dikecam sana sini. SIlahkan simak bagaimana JCP 2.x terjadi dan yang paling concern tentu saja Apache Foundation.
Jaman JavaEE, saat JBoss menjadi topik pembicaraan, dimana awalnya adalah EJBoss, tetapi karena kata EJB adalah merk dagang Sun, maka diganti jadi JBoss. Berbondong setiap orang membuat solusi dengan kata J, Era J dimulai, dari JRockit oleh Bea, Jonas, JBPM. Semua berusaha mengambil celah kosong yang tidak ada. Hibernate menjadi JPA, Spring menjadi JBCI. Semua di J-kan.
Tetapi Google datang sebagai kuda hitam dunia mobile, dengan produk Android, yang notabene pengembangannya menggunakan Java, dan dahsyatnya tidak dibawah JCP, malah tidak ada hubungan sama sekali, dibentuk dibawah OHA (Open Handheld Alliance), sayangnya OHA masih terlalu premature, dan saya melihat akan ada masalah baru yang muncul di Android, karena spesifikasinya kurang kuat, dan di deploy di banyak piranti begerak, ini sih tanda-tanda programmer Android akan tidak bisa tidur nyenyak. Saat ini vendor mobile phone masih asal install, paling HTC yang mengembangkan HTC Sense, tetapi perjalanan waktu akan membuat lahir Android derivative, seperti layaknya JavaME menjadi BlackBerry (dulu sempat Motorla dan Nokia mengikuti arah ini, tetapi mereka akhirnya menstop dan mengikuti standard JavaME dari JCP, dan saya melihat ini lah awal kematian JavaME). JavaME menjadi sangat birokratik dan mengutamakan voting antar pakar daripada dinamisasinya kehidupan. Maklum Google gak punya pengalaman dalam pengembangan mobile phone sendiri dan menjualnya. Apple-lah yang diuntungkan dengan ini semua. Tetapi Apple harganya terlalu mahal, sehingga segment dibawah Apple terlalu besar dan ini sangat menarik.
Saya melihat kharisma JavaEE tetap ada sampai beberapa tahun, tetapi akan bergeser menjadi non J, terhadap sesuatu yang kita sendiri belum tahu, tetapi akan terjadi. Kecuali ORacle dapat merestrukturisasi JCP menjadi divisi yang lebih baik tidak kolot seperti Sun mengelolanya, atau membiarkannya independent, dan merangkul OHA. Tapi apakah ini bisa terjadi, kalau terjadi, gila ini. Java akan jadi legenda teknologi informasi yang lebih gila daripada saat ini yang dapat dikatakan adalah PC-nya piranti lunak. Inget IBM membuat PC compatible, terus IBM pertama yang tutup, dan terjadi di Sun.
Sebenarnya apa sih beda antara menggunakan J dan tidak, ini sebenarnya hanya sisi branding, teknologinya sih sama saja. jCimande dengan Cimande, apa bedanya, wong hanya branding.. Maklum kita menggunakan J, karena kharisma Java yang tinggi. Sekarang sepertinya ada merging teknologi berbasis virtualisasi, dan Java lead di area ini, dan secara opini solusi jXXX tidak menjual dalam dunia Cloud ini. Ini artinya kata J memiliki kata baru yaitu VE (Virtual Edition), atau Cloud.
Dalam stack BlueOxygen, ini terjadi merging dari layer application container sampai sistem operasi, sehingga Java yang berada diatas sistem operasi sampai container, tereliminasi secara persepsi integrasi.
Saya senang dalam era pergeseran ini, telah berpartisipasi, walaupun segment pasarnya tidak mendapatkannya, maklum tinggal dinegara yang memang diciptakan kita kerdil seterusnya. Apalagi bagi mereka yang terlahir tidak ada modal usaha. Senangnya, saya TELAH bukan AKAN..
Sebuah challange masuk ke era ke-2 dari transformasi solusi, dan beruntung dari awal branding program kita tidak dimasukan kata J, kecuali tentu saja program jtechnopreneur kita.
Bagaimana dengan Anda? sudah atau akan terhadap persaingan dan perubahaan diatas?
blog comments powered by