Out of The Box, and shadowing wisdom
Pertama marah-marah, karena pemaksaan ubuntu.or.id diserahkan ke komunitas ubuntu, aneh juga, didunia yang bebas kok buat komunitas ubuntu lagi gak boleh. Itu yang saya dapat, wong tiap orang berhak buat komunitas.
Tetapi akhirnya buat pemikiran radikal, gue kasih deh tuh ubuntu.or.id, sekalian sama jug.or.id mau dibuat apa aja sama si Thomas dan Joshua, tetapi dengan syarat gak mau dikeluarin dari milis yang gue buat, gue tetap owner, tetapi semua role selain ngeluarin Frans, dikasih ke mereka.
Terus waktu berjalan, dan akhirnya mikirin, wah gue gak bisa bertahan hidup nih, semua mahkota gue, hilang.
Tetapi ternyata setelah utak atik 1 minggu, sekalian jalan-jalan di San Fransisco, melihat persaingan yang lebih gila dari yang terjadi di Indonesia.
Juga chat sama IMW, yang dulu sempat saya sindir gak mampu menyatukan "KPLI", dan gak ikutan milisnya, dan sempat juga blih tercinta kita marah, maklum saya kasar.
Tetapi setelah berjalan, ternyata dunia berubah, ternyata kita ini gak boleh hidup dari sesuatu yang sudah terjadi, dan ini juga karena diskusi dengan beberapa pihak dengan status quo di komunitas OpenSource, juga diskus kenapa linux community sekarang jadi beragam berdasarkan distro, jadi gak netral lagi, ada opensuse, ubuntu, fedora kali, etc etc. Jadi perdistro, IMW menjelaskan ketidak setujuan model ini.
Wah gila, kaget juga setelah sadar, setelah tidak part of the JUG, saya melihat harus ada something more than just Java, karena owning model telah hilang. Akhirnya main-main ke GIS, Linux Integration, branding new thing, dan relationship with vendor.
Ternyata bisa melihat battlefield dari atas bukit, dan bis melihat kelemahan pihak lain, dan kita tidak perlu show off.
Kreatifitas tidak dikungkung, dan tidak terlalu maksa ke Java lagi.
Akhirnya gue baru inget, ternyata ini pertama diutarakan oleh Agus Kurniawan, yang malah sekarang dia masih berkungkung sama .NET worldnya. AK gue free now, thx for the idea. We are more expansive now, and focus to the market.
Pertama pengen terlihat, ternyata sekarang tidak terlihat bisa lebih wah. Jadi buat apa terlihat, tetapi setelah dicari benangnya, harus ada yang terlihat dan harus dilihat dulu, kalau gak gelap terus.
Maklum pertama Intercitra dibuat, i am shadowing, 2 tahun dalam kelabu, 3 tahun dalam keuangan macet.
Jadi hidup memang seperti bola.
Gimana dengan kalian?






Kalimat ini yg saya suka ::
Kreatifitas tidak dikungkung, dan tidak terlalu maksa ke Java lagi.
Posted by Muhammad Sudirman on November 26, 2007 at 05:43 PM WIT #