Frans Thamura, Best Agnostic Javaman

Pemikir OpenSource di Indonesia

Nov 20, 2007 by Frans Thamura

Gak kerasa hampir 7 tahun main-main dengan OpenSource, tepatnya sih sejak 1999, sejak King Richard (Richard Tirtadji) memperkenalkan kode PERLnya di webnya, terus dia jualan kalau gak salah newsletter pake perl, saya akhirnya berkenalan PERL, kemudian ke PHP, terus setelah satu email Rasmus di PHP4Beta, akhirnya banting stir ke Java. Terus tidak terasa starting 2001, main-main dengan satu proyek yang April dikasih nama Cimande, terus sampe sekarang deh, Cimande mau release 1.2

Terlihat sekali dalam 7 tahun ini perbedaan antara Indonesia dengan negara lain, terutama dari sisi investasi, ternyata niat kaya setan, kreatif dan commitment, tetap kurang.

Apalagi kalau baca blognya Mat Asay, salah satu orang dibelakang SugarCRM, JBoss, dan VP Alfresco, ini orang menarik cara pikirnya, yah telah chat beberapa kali, nice guy, coba aja add dia pake ICQ atau AIM, bisa diajak diskusi kok.

Maklum kasus Indonesia, jadi diskusi panjang di San Fransisco, tepatnya di Hana Zen, tempat sushi di Union Square. Indonesia mendapat gelar baru "The most challanging country to invest, and you must be very-very productive and innovative and creative to sustain".

Menarik sekali kan, sebenarnya dari kata itu ada beberapa kata tidak tertulis, yaitu negara ini dengan sedemikan kecil pasarnya, dan untuk bertahan harus lebih dari yang lain. Jadi the survivor di Indonesia, pasti orang-orang amazing, apalagi sampe mengembangkan sebuah bisnis model yang sustain.

Saya lagi mencari cara, ada beberapa pemikiran seperti jadi center for global network, karena murah, tetapi mental dan prilaku profesional disini yang buruk, sepertinya berat. Maklum bagi saya terutama pasar eGov yang kotor, sangat tidak menarik untuk mereka yang suka mengembangkan branding yang positif, ini bukan berarti gak ada perusahaan yang gak bersih disekitar lingkaran eGov, tetapi dengan regulasi seperti ini, sepertinya useless deh berhubungan dengan arsitektur kalau pasarnya eGov, wong gak ada inisiatif membuat connected country. Ada sih beberapa kuda hitam didunia pemerintah, tetapi siapakah dia. hehe.

Karena ekosistem pemerintah yang tidak mendukung seperti ini, dan lebih mendukung ke perusahaan pembagi komisi daripada pengembang sebuah teknologi global, ini membuat negara ini sebenarnya sangat tidak layak investasi, tetapi kok masih ada yah, terutama saya kok mau tinggal disini dan usaha disini, this is a bloody stupid people ever.

Menjawab tantangan diatas, saya jadi tertantang gimana nih buat sesuatu disini, apa beneran gak bisa, apakah beneran orang disini profesionalnya gak tahan kalau gak nyambi, gak tahan kalau bertujuan satu untuk mencapai tujuan yang long term.

Saya lagi mencari siapa pemikir aliran opensource khususnya, yang suka dengan bisnis model ini, sepertinya baru aja ketemu Pak Hidayat, yang notabene stress dan akhirnya dia berkata, to compete with Frans harus buat Yayasan, hehe akhirnya dia buat Apkomindo Foundation, strange foundation sih, kok apkomindo yang dibawa counter the movement.

Ayo siapa yang suka cari-cari bisnis model dan gimana kita bisa bertahan hidup.

NB: I am looking to JatisMobile model.

Share |


Post a Comment:
Comments are closed for this entry.
"The World throughs the binary perspective" Name: Frans Thamura
Contact: frans at meruvian dot org
Mobile: +62 855 7888 699
Tweeter: http://twitter.com/fthamura


Donate to Meruvian
Help Indonesia!!






View Frans Thamura's profile on LinkedIn






My Entities:






Search

 

« July 2010
SunMonTueWedThuFriSat
    
1
2
3
4
6
7
9
12
13
14
15
16
17
19
20
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
       
Today

Links

Feeds




Navigation