Nokia 6210 dan Mac Leopard tanpa Java 6, serta Mozilla Prism
minggu ini menarik sekali, setelah akuisisi Oracle terhadap Bea belum terealisasi, sekarang ada berita hot lagi, dan sepertinya rame sekali diluar sana, tetapi di Indonesia, yah ini bukti Indonesia memang tidak bisa menjadi bagian dari global movement, ekosistemnya masih kelas dua.
Ini juga menjadi pilihan pertama saya, kenapa akhirnya membeli 6210, pembelian pertama telepon genggam, yang benak saya tidak memilih secara teknologi Java, tetapi secara RIA decision. the Smartphone is to dump, gitu pikiran saya. Saya memerlukan yang lebih rich, open. Karena saya ingin ada engine Javascript yang full ECMA 3 disana, tetapi sayangnya tidak ada. Ini artinya jelas S60 belum siap masuk ke pasar itu, atau Nokia terlena dipasar ini.
Yang menarik lagi, Leopard tidak menyertakan Java 6, ini artinya ada deal Apple dan Sun yang tidak kita ketahui, dan ini berarti sebuah tekanan baru dari Sun terhadap Javanya, menarik sekali, sebuah trend setter Silicon Valley, ditekan habis-habisan, dan dipaksa jiwanya menjadi bagian dari komunitas, atau lose the marketshare, atau diambil pasarnya oleh pihak lain.
Apalagi Mozilla yang difunding 80% oleh Google, akhirnya mengeluarkan WebRunner, dan kita bisa jalanin aplikasi GMail seperti menjalankan aplikasi desktop. Kalau saya tidak salah namanya nanti Mozilla Prism.
Inget core dari Firefox dan Adobe Flash/Air adalah sama yaitu Tamarin, teknologi VM, seperti .NET atau Java.
Harap diperhatikan juga Safari juga adalah browser, seperti halnya Firefox dan Internet Explorer.
Sayangnya saya tidak tahu integrasi IE dengan .NET di Windows sampai mana, apakah Microsoft akan buat IE menggunakan .NET, seperti halnya Firefox menggunakan Tamarin,
Maklum bagi saya Tamarin ini saingan juga sama .NET.
yang seru lagi , Sun masuk ke pasar mobile OS, dengan membeli SavaJE, jadi artinya Java bisa jalan di mobile tanpa sistem operasi, dan ini artinya Java bersaing dengan mac Os, symbian, windows pocketpc, dan linux phone.. seru kan
jadi saya lihat keputusan Apple sangat beralasan tidak memasukan Java di leopard, untuk meredam gerakan Java menguasai semuanya, serta juga menggunakan uang untuk bayar ke Sun, ke Safari...
artinya memberikan kesempatan Javascript untuk mengambil pasar Java, berperang dengan teknologi RIA lainnya..
Semoga bulan November, Adobe mengeluarkan AIR versi linux, biar tambah rame pasar ini.






saya cuman newbiest di JUG, tapi mungkin bisa nangkep ky gini.
sampai kapan orang kita cuman jadi orang2 level 2 ya...
mungkin saatnya kita bikin movement yang bisa sharing enterpreneurship yang bisa menaikkan level kita n sekaligus membuat hidup lebih "baik" dari sekarang, ga sebagai budak dari teknologi ato trend yang ada tapi bisa bikin trend sendiri, yang sekaligus bisa membawa nama bangsa..
mungkin langkah awal bisa dilakukan dengan membuat komunitas core / vm java atau yang lain.
tentunya movement yang bisa dilakukan sesuai dengan sudut pandang, kepentingan, dan posisi kita sekarang.
mungkin juga bisa jadi technology setter nantinya...
Posted by Rizzatama N.S on October 30, 2007 at 06:04 AM WIT #
Analisa yg menarik dan cukup beralasan, memang sepertinya IT berperang secara dinamis di dunia, dan kenapa indonesia tidak?, yah mungkin karena kepedulian dari penentu kebijakan di negeri ini terhadap perkembangan IT masih kurang, mungkin untuk bahan acuan kita bisa belajar dari brazil dan vietnam yang mempersiapkan infrastruktur terlebih dulu sebelum menuntut rakyatnya lebih berkreasi(walaupun malas adalah salah satu karakter buruk bangsa ini), tapi saya yakin diantara 200 jutaan rakyat kita 100 ribu aja yg berjuang maka bangsa ini punya harapan untuk menjadi pemain utama di dunia IT
Posted by Arkumik Raneas on October 31, 2007 at 08:01 AM WIT #