FOSS Campaign di Bogor
Free Software Foundation telah menjadi gerakan sosial yang didukung komunitas yang besar. GNU Project dari fsf pun sudah banyak mendapat dukungan yang luas. Di IPB sendiri gerakan penggunaan FOSS sudah cukup mendapatkan sambutan. Beberapa gejala dapat dilihat, misalnya beberapa warnet sudah menggunakan GNU/Linux, beberapa lab komputer juga sudah menggunakan GNU/Linux, SMK IT adisanggoro Dramaga yang mempunyai ekskul GNU/Linux dan SMU Plus YPHB yang juga berniat untuk mendirikan eksul GNU/Linux.
Mahasiswa juga menyambut baik hadirnya FOSS, beberapa komunitas pendukung FOSS pun hadir di IPB, antara lain prompt[D] dan AGRITUX yang dikelola oleh mahasiswa dari departemen TIN. Di Universitas Pakuan juga menunjukkan semangat yang sama. KPLI bogor yang lama tidur pun mulai lagi terlihat geliatnya, terutama dimotori oleh pak Yanmarsus dengan bengkel linuxnya yang berada di Gg PLN No.14 Semplak, Bogor dan Warnet Azoeb Di daerah Kampus IPB Dramaga. Lebih lanjut mengenai KPLI Bogor silahkan megikuti milis di kpli-bogor@googlegroups.com atau kunjungi http://groups.google.com/group/kpli-bogor.
Saya sendiri tidak mau kalah (halah bahasanya...ndess..), kesempatan baik untuk mengkampanyekan penggunaan FOSS datang ketika ibu Sri (kepala departemen Ilmu Komputer IPB) meminta saya untuk mengisi matakuliah Kapita Selekta. Topik yang saya sampaikan dalam kuliah itu adalah seputar semangat kebebasan dan tidak mau terkekang dalam kerangka monopoli perusahaan-perusahaan besar. Semangat kebebasan inilah yang sebenarnya melandasi Richard Stallman untuk memulai GNU Project. Sehingga saya merasa semangat inilah yang pertama harus ditularkan sebelum memulai kegiatan yang bersifat teknis.
Teknologi sekarang sudah digunakan dalam kerangka politis yang kental, kenapa? karena masyarakat dunia sudah sangat tergantung terhadap keberadaan teknologi. Pemegang kendali atas teknologi, Lebih sepesifik lagi adalah teknologi komunikasi dan informasi, adalah pemegang kekuatan terbesar untuk memonopoli beberapa aspek kehidupan orang lain. Pemakaian teknologi terbuka, FOSS, mencegah suatu pihak melakukan monopoli terhadap pihak lain.
Setelah selesai kuliah Kapita selekta, ada acara bagi-bagi CD ubuntu dan edubuntu yang shaya pesen dari shipit. Beberapa stiker ubuntu juga saya bagikan kepada mahasiswa. Saya juga memberikan kisi-kisi ujian kepada mahasiswa tentang GPL v3. Topik ini saya pilih karena vendor software besar telah melangkah jauh untuk menancapkan kuku-kuku monopoli dengan bekerja sama dengan pembuat hardware untuk merealisasikan apa yang mereka sebut sebagai Digital Right Management dan Trusted Computing. Our freedom is in a serious danger!!
Untuk tujuan kuliah tersebut, Saya membuat presentasi pendek yang dapat anda download disini, presentasi tersebut masih sangat mentah karena keterbatasan waktu untuk menyusunnya.
Saya memforward presentasi tersebut ke beberapa milis dan mendapatkan beragam komentar, salah satu komentar datang dari sobat saya diki, yang menyukai ide "School have to use Free Software". Komentar lain beragam, beberapa menganjurkan untuk menghindari pemakaian tulisan yang terlalu banyak dalam prensenatasi.
Komentar dari mahasiswa yang ikut kuliah Kapita Selekta sangat beragam, ada yang melabeli "misionaris FSF" ke saya, yah saya sih seneng2 ajah :D. Ada juga yang mengkritik cara saya menyampaikan yang kurang "ber-api-api", ini karena pengeras suaranya bagus jadi saya ndak perlu teriak-teriak seperti waktu mengajar di kelas.
Pada akhirnya saya puas, sekarang bagaimana menindak lanjuti semangat yang sudah disebarkan tersebut. Berdasarkan pengalaman, yang paling pas adalah acara Installfest kemudian jika kominitasnya sudah semakin matang, bisa juga diadakan acara Codefest atau Codecamp, nah ada yang berniat menjadi sponsor? :D
Semoga bermanfaat,
regards
02:54PM 08 Mar 2007 dalam kategori FOSS oleh ifnu Comments[0]
Ini gw, 



