Codefest Update, Code.. code.. code

Hari pertama codefest diawali dengan pembukaan codefest oleh beberapa pejabat terkait. ada beberapa hal yang menarik dalam acara pembukaan tersebut, pertama niibe san membuka codefest dengan semangat "Happy Hacking", wah.. :D, semboyan yang membungkus hacking dalam suasana happy, ini sih mirip-mirip facade pattern :D

Yang kedua adalah tarian Ranub Lampuan (thanks Dody for correcting this dance name) dari aceh. Saya lumayan memberikan atensi ke tarian ini, karena penarinya tentu saja cantik-cantik :D, kemudian fakta menarik tentang tarianya sendiri. Ranub Lampuan adalah tarian selamat datang yang artinya ranub dalam lampuan (baki). Ranub sendiri dalam bahasa jawa berarti kinang, yang diramu dari daun sirih dicampur buah pinang, kapur dan buah gambir.

Tari Ranub Lampuan menceritakan bagaimana Orang aceh menarik atau menyambut orang ke dalam lingkaran komunitasnya dengan mengajak mereka memakan ranub. Tradisi ini mirip-mirip kaum smoker yang menarik orang ke dalam komunitasnya dengan mengajak mereka merokok, atau komunitas bikers yang menarik orang ke dalam komunitasnya dengan mengajak turing. Orang jawa yang mempunyai akar budaya kerajaan yang menganut falsafah priyayi dan rakyat jelata, akan menyambut tamu dengan taburan bunga sebagai penghormatan kepada tamu.

Setelah pembukaan selesai kita diajak untuk langsung menempati ruangan codefest di lantai 4 (tanpa elevator bow!!), kemudian pak Yohanes (panitia, red, bukan temen kamarku) membagi-bagikan IP address kepada setiap peserta. Selanjutnya pak Yohanes juga menyampaikan beberapa arahan mengenai bagaimana codefest akan dijalankan dan menunjukkan beberapa ruang lain yang dapat kami gunakan, seperti lab komputer, ruangan tidur, mushola dan lain sebagainya.

Tidak terasa siang sudah menjelang dan pak Yohanes mempersilahkan kami mengkonfigurasi komputer dan mempersiapkan segalanya untuk presentasi project. Presentasi gw berantakan karena nervous abis, basa inggris yang blepotan makin tidak karuan karena kurang persiapan. yah setidaknya ga ada yang protes, bwahahhaa.:D

Setelah sesi presentasi selasai, acara selanjutnya adalah makan siang, namun sebelum itu gw sempet kenalan sama salah satu peserta dari jepang, Yabuki san, beliau adalah kandidat debian developer. Saya rayu-rayu bliau untuk bikin short session tutorial gimana cara bikin debian package nanti setelah makan siang :D.

Short session itu memberikan saya wawasan tentang debian package dan proses debianization. Proses debianization ini adalah langkah-langkah yang harus ditempuh untuk membuat sebuah program menjadi debian package. RUMMIIT!! damn ternyata susah banged bow.

Di sela-sela codefest Hatta san memberikan presentasi tentang "A happy life of debian maintener", bahasan yang menarik sekali. Beliau adalah seorang package maintainer yang memelihara package debian secara berkala dan teratur. Ada ribuan package dalam distribusi debian yang harus dimantain, debugging, upgrade, penyesuaian dengan release dan banyak pekerjaan rutin yang melelelahkan. Lebih gila lagi, debian support 11 macam processor yang konsekuensinya setiap package harus dicompile untuk setiap processor. Hatta san memantain lebih dari 50 package java, ueedan.

Akhirnya gw teruskan membaca tutorial "Panduan membuat paket Ubuntu.pdf" dan mulai berlatih membuat debian package. Untuk berlatih saya mendownload sebuah project kecil bernama hello yang memang dibuat untuk berlatih membuat software di lingkungan gnu linux dan berlatih membuat paket debian, cara mendapatkanya gampang, ketik ini di console ubuntu:

apt-get source hello

Setelah project hello selesai didownload, akan ada beberapa file, antara lain file hello dengan extensi: .desc, .orig.tar.gz, .diff.gz. Setelah itu kita perlu mengextract hello_2.1.1.orig.tar.gz, dengan cara menjalankan perintah ini :

tar -xzvf hello_2.1.1.orig.tar.gz

Setelah proses ekstraksi berhasil akan ada folder hello-2.1.1 yang mengandung semua berkas source dari package hello. Selanjutnya anda perlu bernavigasi ke folder hello-2.1.1/debian, didalamnya ada beberapa file yang penting untuk kepentingan packaging, yaitu : control, changelog, rules, copyright. Keempat file ini harus ada dan diformat dengan format yang telah ditentukan agar package debian yang kita buat dianggap valid dan bisa sukses ketika diinstal.

Malam menjelang dan saya masih semangad oprek-oprek debian package saya yang masih belum ada wujudnya. Jam 11 malem saya balik ke hotel ditemenin Eko BS untuk nonton wigan vs arsenal, menang 2-1 bow, wah tambah semangad nih :D. Jam 2 malem saya balik lg ke tempat codefest. Jam 4 pagi tepar deh masuk ke dalem sleeping bag dan tidur di bawah meja.

Huuuahh, pagi menjelang dan semuanya tampak kusut masai, jam 7.00 kita pada balik ke hotel untuk sarapan dan mandi. Jam 9.00 udah stanby lagi di tempat codefest. Agak sedih dan nervous karena package shaya blom menunjukkan tanda-tanda membaik, padahal jam 2 kita harus presentasi hasil kerjaan kita. :(

Satu orang ini perkecualian, semalaman begadang bikin remastering ubuntu, pagi-pagi udah ketawa lebar-lebar, heheh salut deh aa diki.

Setelah berjuang sehari semalem akhirnya shaya bisa menyelesaikan debian package project management suite. Tapi bukan murni kerjaanku sih, pas jam 12 siang, 2 jam sebelum presentasi hasil codefest, masih ada banyak error, akhirnya saya memberanikan diri minta tolong sama niibe san (aka jurinya :D). Dengan bantuan niibe san akhirnya package berhasil dibuat, curang ya? hahahaha.

Oh yha, akhirnya shaya memberi nama Rembug sebagai nama project yang saya kerjakan :D. Lebih lengkap silahkan baca presentasi rembug project management.

Jam 4 sore pengumuman 5 peserta terbaik yang akan berhak pergi ke Asia opensource software simposium ke 8. Pak Eko bs sudah dari awal menyatakan tidak bisa berangkat ke bali dengan alasan pekerjaan, wah padahal kalau mau sih udah pasti jadi salah satu dari 5 peserta terbaik :D, project Leusernya impresive sekali. Alhamdulillah setelah pengumuman selesai, nama saya disebut, heheh, jadilah saya pergi ke bali, huhuhuhu, asikk..

Di acara codefest ini hatta san menginstall trac, wiki untuk Issue tracker, sangat sederhana tapi sangat powerfull. Simplicity is the best. Klik di sini untuk melihat trac yang sudah diupdate oleh nyaris semua peserta codefest :D

Begitulah petualangan shaya di codefest ke empat dalam rangkaian acara Asia Opensource Software Symposium, oh iyah, gw masuk berita koran loh, republika 16 februari 2007 dan Media Indonesia 15 Februari 2007 heheheh akhirnya :D masuk koran jg :D

Petualangan gw dilanjutkan ke bali, disana ada acara 8th Asia Open Source Software Symposium. Gw ga sempet ikutan hari pertama karena datengnya telat, sampe di Nusa Dua udah jam 4 sore. Kita nginep di Swiss grand hotel nusa dua, sedangkan acaranya ada di Westin Resort Nusa Dua.

Hari pertama jam 5 sore kita jalan-jalan ke Garuda Wisnu Kencana, wow, sambil dinner di De Memedi Cafe (ealah namanya ndeso, katro!! :) ) trus sempet khawatir juga tentang kehalalan makanan di sana, akhirnya shaya beranikan diri untuk menanyakanya kepada cheff disana, dan dijamin halal. Ok, kalau ada apa-apa yang nanggung pak cheff yha!! :D

Hari kedua kita diajak dinner di sebuah cafe semi terbuka dengan suguhan kesenian tarian bali, nah gw lagi beraksi tuh joged bumbung, :), ini cafe sedikit parah sepertinya, kalau hari biasa gw yakin tempatnya bisa dipake orang-orang untuk ber-teler ria bersama penari-penari joged bumbung. Lah bayangin ajah, pertama kali duduk di meja yang pertama ditawarkan adalah 5 botol bir bintang, bwah... serem juga nih bali :D

Di hari terakhir acara AOSS ke 8 gw nampang berakting di podium Westin International Hotel Nusa Dua :D

After all, gw banyak dapat pencerahan tentang FLOSS dari niibe san dan hatta san, mereka berdua adalah aktivis yang sudah bertahun-tahun berkecimpung di dunia FLOSS. Hebanya hatta san adalah salah satu anggota komite penyusunan GPL V3.0 yang akan membahas tentang Secure Computing dan Digital Restriction Management. Semoga misi mereka membawa kebaikan bagi dunia ini, lets make world better place to live :D

regards

04:56PM 03 Mar 2007 dalam kategori Codefest oleh ifnu Comments[3]

Comments:

Post a Comment:
Comments are closed for this entry.